Mahasiswa Sentil Prabowo: Enak-Enakan Terima Tamu Jerman, Kami Ditahan

- Mahasiswa menggelar demo di Bundaran HI karena dihalangi aparat saat hendak menyampaikan aspirasi ke Istana Merdeka.
- Mereka menilai Presiden Prabowo lebih memilih menerima Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier daripada menemui rakyatnya.
- Sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno sempat ditahan di Tugu Tani, memicu adu dorong dengan pihak kepolisian.
Jakarta, IDN Times – Mahasiswa yang menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, menyebut Presiden Prabowo Subianto enak-enakan menerima Presiden Jerman, Frank Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Senin (15/6/2026).
Dalam orasinya, seorang mahasiswa menyebut tujuan awal mereka bukan berunjuk rasa di Bundaran HI, melainkan menyampaikan aspirasi langsung di depan Istana Merdeka. Namun, langkah mereka tertahan setelah aparat kepolisian memblokade kawasan Dukuh Atas.
"Tujuan kami sebenarnya bukan di sini, tetapi di Istana Merdeka," ujar dia.
Mahasiswa menilai Presiden Prabowo lebih memilih menerima tamu negara dibanding menemui rakyatnya yang sedang menyampaikan aspirasi. Mereka juga mengkritik pengamanan aparat yang menghalangi massa bergerak menuju Istana.
"Presiden Prabowo hari ini dengan enaknya menerima tamu dari Jerman, sementara kami diadang untuk menyampaikan aspirasi," ucap orator itu.
Sebelumnya, sejumlah mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) juga sempat ditahan di Tugu Tani, Jakarta Pusat, saat mereka longmarch menuju Istana. Akibatnya, terjadi cekcok hingga terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan anggota kepolisian.
















