Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemprov DKI Cabut KJP Pelaku Perundungan Bocah di Kramat Pulo

Pemprov DKI Cabut KJP Pelaku Perundungan Bocah di Kramat Pulo
ilustrasi program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus Tahap I Tahun 2026. (dok. Pemprov DKI Jakarta)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemprov DKI Jakarta mencabut Kartu Jakarta Pintar milik dua pelaku perundungan di Kramat Pulo sebagai bentuk ketegasan terhadap tindakan kekerasan di ruang publik.
  • Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Satpol PP untuk memperketat pengawasan area publik agar kasus serupa tidak terulang.
  • Keluarga korban memastikan proses hukum tetap berjalan, sementara kondisi MWP yang sempat tersetrum kini mulai membaik meski masih menjalani pemeriksaan medis rutin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) milik pelaku perundungan berinisial ALR (17) dan RM (13) di Kramat Pulo, Jakarta Pusat. Dalam kasus ini, MWP (6) menjadi korban perundungan hingga tersengat aliran listrik di tiang yang ada di Taman Kramat Pulo, Senen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim.

"Kalau bagi warga misalnya dia pelajar dan dia pemegang Kartu Jakarta Pintar atau Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul, maka yang seperti itu kita tarik KJP maupun KJMU-nya," kata dia dikutip Senin (15/6/2026).

1. Sudah koordinasi dengan dinas terkait soal perundunagn di tempat publik

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (IDN Times/Arief Rahmat)

Dia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan koordinasi untuk mendalami kasus yang ada di taman itu. Koordinasi dilakukan dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta termasuk Satpol PP agar ruang terbuka dan publik bisa terus diawasi.

"Saya sudah menyampaikan kepada dinas terkait terutama Dinas Pendidikan untuk ini, termasuk Satpol PP dan sebagainya untuk ruang tempat-tempat yang dilakukan pembullyan seperti itu Pemerintah DKI Jakarta tidak memberikan toleransi sama sekali," kata dia.

2. Keluarga ingin tetap kasus ini dibawa ke jalur hukum

Pemprov DKI Cabut KJP Pelaku Perundungan Bocah di Kramat Pulo
Bella (29) ayah dari korban perundungan yakni MWP (6) di Kramat Pulo, Jakarta Pusat saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/6/2026) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Keluarga MWP, bocah yang diduga menjadi korban perundungan dan kekerasan oleh sejumlah anak di Kramat Pulo, Jakarta Pusat, memastikan kasus tersebut tetap diproses secara hukum meski salah satu keluarga terduga pelaku sempat mencoba menjalin komunikasi.

Ayah korban, Bella (29), mengatakan, putranya sempat tidak sadarkan diri setelah ditemukan tergeletak di taman dalam kondisi lemas dan diduga tersetrum. Setelah sempat ditolak di fasilitas kesehatan pertama, korban akhirnya mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"RS Cipto itu alhamdulillah sudah ditindak, ya, alhamdulillah dikasih layanannya dari Rumah Sakit Cipto. Itunya langsunglah dari IGD terus dapat kamar gitu," kata Bella saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/6/2026).

3. Kondisi MWP berangsur membaik

IMG-20260613-WA0016.jpg
Vira ibu dari korban perundungan yakni WMP (6) di Kramat Pulo, Jakarta Pusat saat ditemui di kediamannya, Sabtu (13/6/2026) (IDN Times/Lia Hutasoit)

Menurut keluarga, kondisi MWP kini berangsur membaik. Namun korban masih menjalani pemeriksaan medis secara berkala akibat sejumlah luka yang dialami. Dia juga kerap tak bisa tidur saat malam dan menangis.

Saat ditemui, MWP baru menyelesaikan pemeriksaan di puskesmas, tetapi mendapat rujukan lanjutan ke dokter anak ke rumah sakit. Dia juga terlihat masih menggaruk punggung dan lehernya yang membiru akibat setrum.

Dia berada di kediaman neneknya dan tidak kembali sementara ke Kramat Pulo. Dari pantauan IDN Times, MWP juga mulai berbain dengan beberapa anak di daerah rumah neneknya. Dia menyapa teman-temannya dan mengajak mereka bermain.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More