Kisah Bunga, Anak 12 Tahun di Binjai yang Hamil 8 Bulan

Jakarta, IDN Times - Seorang anak berusia 12 tahun hamil delapan bulan karena kekerasan seksual yang dialaminya. Kisah Bunga, bukan nama sebenarnya, viral di media sosial TikTok. Keseharian Bunga sebagai seorang anak yang hamil diceritakan dan dibagikan oleh akun @mommychutela.
Dari pantauan IDN Times, Sabtu (7/1/2023), unggahan akun tersebut sudah ditonton hingga 5,7 juta kali. Salah satu unggahannya menceritakan bagaimana Bunga berada di rumah pemilik akun.
"Hari ke-5 di rumah kami, Bunga (nama samaran) gak aku kasih ngerjain apapun kecuali mencuci pakaiannya sendiri, jadi bunga cuma makan, tiduran sambil nonton kartun sebagaimana disukai anak-anak seumuran Bunga pada umumnya," tulis akun @mommychutela.
1. Bunga dirawat di rumah pengunggah video

Bunga mendapatkan penanganan dan dirawat di rumah pengunggah dengan dibantu ipar dan ponakannya yang seorang perawat. Orang tua Bunga disebut bekerja di perkebunan milik keluarga pengunggah video, dan dia akhirnya berusaha mengurus Bunga dalam kondisi hamil hingga menjalani pemeriksaan USG dan dirawat di sana.
Orang tua Bunga, kata akun @mommychutela, juga sempat kebingungan menghadapi kondisi sang buah hati yang mengandung di usai belia. Pengunggah akhirnya menjemput korban dan merawatnya hingga kasus ini viral.
2. Bunga sudah mampu minum obat untuk ibu hamil

Dari sejumlah unggahan yang dibagikan akun @mommychutela menyebutkan, Bunga adalah anak yang polos. Kini dalam kondisi hamil dia sudah bisa minum vitamin untuk ibu hamil sendiri.
Bunga juga tidak muntah lagi saat meminum obat, karena sebelumnya Bunga harus meminum obat untuk ibu hamil dengan cara dihaluskan.
Dalam menanggapi sejumlah komentar warganet di TikTok, akun @mommychutela mengatakan, Bunga adalah korban pelecehan.
“Kronologi Bunga mohon maaf sebelumnya kalau saya tidak akan menceritakan sedetail mungkin kejadiannya selain mengatakan bahwa Bunga itu korban pelecehan,” jelasnya.
3. Negara minta pemerintah beri dukungan sesuai fungsinya

Dalam menanggapi kasus ini, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga sudah menyambangi Bunga yang diduga alami kekerasan seksual. Bintang menyambangi Bunga di Kota Binjai, Jumat (6/1/2023).
Dalam kunjungannya tersebut, Bintang meminta keterangan dari orang tua dan pasangan suami-istri yang saat ini merawat korban. Selain itu, dia meminta Pemerintah Daerah untuk memberikan perlindungan terbaik bagi korban sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.
4. Akan ada rapat koordinasi lintas pihak bahas kasus Bunga

Menindaklanjuti kunjungan ini, rencananya pada pekan depan akan dilaksanakan rapat koordinasi lintas pihak, baik dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Pemerintah Kota Binjai, Pemerintah Kabupaten Langkat, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menentukan siapa berbuat apa sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing, karena Pemerintah Pusat tentu tidak bisa bergerak sendirian untuk menangani kasus ini.
"Penyelesaian kasus kekerasan seksual, terutama korbannya masih berusia anak membutuhkan sinergi lintas pihak untuk memastikan korban mendapatkan hak-hak dasarnya, termasuk hak atas perlindungan," kata Bintang dalam keterangannya, dilansir Sabtu (7/1/2023).
5. Laporkan kekerasan seksual

Kemen PPPA mengajak masyarakat yang mengalami, mendengar, melihat, atau mengetahui kasus kekerasan seksual untuk berani melapor ke lembaga-lembaga yang telah diberikan mandat oleh Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).
Lembaga-lembaga tempat melapor seperti Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Penyedia Layanan Berbasis Masyarakat, dan Kepolisian. Masyarakat juga dapat melapor melalui hotline Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau Whatsapp 08111-129-129.


















