Lestarikan Busana Daerah, Prabowo Singgung Tradisi Era Jokowi

- Presiden Prabowo mengajak masyarakat menjaga kebanggaan terhadap budaya nasional melalui penggunaan pakaian adat sebagai simbol identitas bangsa.
- Prabowo berkomitmen melanjutkan tradisi mengenakan busana daerah pada momen kenegaraan, seperti yang dilakukan pada era Presiden Jokowi.
- Ia menegaskan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya sendiri serta menjunjung tinggi jasa orang tua dan leluhur.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mempertahankan kebanggaan terhadap budaya nasional. Dia menyebutkan identitas bangsa tecermin dari penggunaan pakaian adat
"Bersama-sama telah kita pertahankan kebanggaan budaya kita, kita bangga pakai Teluk Belanga, kita bangga pakai Kopiah, kita bangga pakai Sarung, kita bangga pakai Songket, ini budaya kita," kata dia di JICC, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
1. Lanjutkan tradisi kenakan pakaian adat daerah

Prabowo mengungkapkan tradisi mengenakan busana daerah pada hari-hari besar kebangsaan telah konsisten dilakukan oleh para pemimpin negara terdahulu, termasuk pada masa pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Dia menyatakan, komitmennya untuk terus mempopulerkan ragam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia dalam agenda-agenda kenegaraan.
"Kau lihat sudah berapa Presiden sebelum saya Presiden Jokowi, saya tiap hari kebangsaan kita pakaian pakaian kita sendiri dari macam-macam daerah," tuturnya.
2. Gunakan busana daerah secara bergantian

Prabowo menjelaskan rencana penggunaan pakaian adat akan dilakukan secara bergantian, baik setiap bulan maupun setiap tahun. Menurutnya, itu merupakan bentuk nyata dari rasa bangga terhadap kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa sendiri.
"Mungkin bulan ini atau tahun ini kita pakai daerah-daerah ini kita gantian, kita bangga dengan budaya kita sendiri," ujar Prabowo.
3. Ingatkan bangsa yang besar adalah yang menghormati budaya

Meskipun menaruh hormat kepada seluruh negara dan bangsa lain di dunia, orang nomor satu di Indonesia itu menekankan agar masyarakat tidak melupakan jati diri bangsa Indonesia. Prabowo menegaskan kriteria bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati budayanya sendiri, serta menjunjung tinggi jasa para orang tua dan leluhurnya.
"Kita hormat sama semua negara, hormat sama semua bangsa tapi kita tidak boleh lupa bangsa kita sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati, bangsa yang menghormati budayanya sendiri, bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya," katanya.

















