Kisah Calon Komandan Kapal Induk Garibaldi, 25 Hari Arungi Laut dari Italia ke RI

- Kolonel Laut Mochamad Fuad Hasan bersama 99 personel TNI AL membawa kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Jakarta selama 25 hari, didampingi 300 kru Italia.
- Kru gabungan menjalani pelatihan di Surabaya dan Taranto, mengatasi komunikasi berbahasa Inggris beraksen Italia dengan bantuan teknologi, serta menempuh rute melalui Suez, Jeddah, Kolombo, dan Selat Malaka.
- Garibaldi dijadwalkan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026; total kru akan mencapai 400 personel, termasuk 40 prajurit perempuan, setelah kapal dikawal di perairan Timur Tengah.
Jakarta, IDN Times - Tidak terbayang sebelumnya di benak Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan dipercaya menjadi calon komandan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang bersandar di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026. Ia bersama 99 personel TNI Angkatan Laut (AL) lainnya sukses membawa Garibaldi mengarungi lautan selama 25 hari dari Italia ke Indonesia.
Meskipun ketika tiba di Jakarta, kapal hibah Italia itu masih menggunakan Bendera Italia. Fuad pun mengucap syukur dipercaya menjadi komandan kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia.
"Saya merasa sangat bersyukur, saya bersama kru berjumlah sekitar 100 orang, kami merupakan gelombang pertama, bisa membawa kapal ini dengan aman dan selamat. Kami turut didampingi 300 kru dari Italia," ungkap Fuad ketika dihubungi, Sabtu, 19 September 2026.
Fuad menjelaskan ketika mengarungi samudera selama nyaris satu bulan, misi tersebut masih melibatkan personel AL Italia. "Jadi, kami namakan joint crew. Itu sebabnya dibuat semacam emblem yang dipakai di seragam kami dan topi," tutur dia.
Selama perjalanan dari Italia menuju Indonesia, Fuad bersama personel TNI AL melakukan familiarisasi kepada kru dari negeri Menara Pisa itu. Maka, yang terjadi adalah belajar dan langsung mempraktikan ilmu yang diterima dari personel AL Italia.
1. Fuad akui tantangan yang dihadapi dalam hal komunikasi bahasa

Kapal Garibaldi ketika memasuki perairan ALKI I dan dikawal Kapal Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. (Dok. TNI AL) Salah satu tantangan yang dihadapi Fuad bersama timnya ketika melakukan pelayaran bersama dengan AL Italia, adalah komunikasi bahasa. Sebagian besar komunikasi dilakukan dalam Bahasa Inggris dengan aksen Italia.
"Namun, kami kan pakai teknologi seperti Google Translate. Saya akui prajurit saya ini sangat kreatif, karena akhirnya mereka tetap bisa berkomunikasi dengan para prajurit dari Italia. Jadi kami berlayar bersama sudah seperti keluarga," tutur dia.
Pelatihan perdana tidak langsung dimulai di Italia, melainkan di Koarmada II, Surabaya. Pelatihan di sana memakan waktu selama satu bulan sebelum misi ini dimulai.
"Kami berangkat ke Taranto, Italia. Di sana, kami melakukan familiarisasi satu bulan lagi. Kami berlayar sekitar kurang lebih 25 hari," ujar Fuad.
Fuad bersama timnya menempuh rute Taranto, Italia lalu Terusan Suez, Laut Merah, Pelabuhan Jeddah di Arab Saudi, Kolombo di Sri Lanka, hingga melewati Selat Malaka. Sejak awal kapal tersebut tidak menempuh rute menuju ke Selat Sunda, salah satu penyebabnya karena adanya erupsi Gunung Anak Krakatau.
2. Ada 40 personel TNI AL perempuan yang jadi kru kapal Garibaldi

Kapal Giuseppe Garibaldi ketika tiba di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara. (IDN Times/Santi Dewi) Nama Garibaldi secara resmi akan berganti menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September 2026. Rencananya seremoni itu dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan ditandai dengan pergantian bendera dari bendera Italia ke bendera Indonesia.
Usai diganti menjadi KRI Sriwijaya, maka Fuad bersama timnya siap mengemban misi apapun.
"Misi apapun saya siap. Mission first, saftey first. Tugas apapun yang diberikan kepada kami, tujuan kami adalah menyukseskan misi. Tetapi keselamatan tetap merupakan faktor utama," tutur Fuad.
Di saat Garibaldi belum tiba di Jakarta, sebanyak 300 personel TNI AL mengikuti pelatihan di Koarmada I, Jakarta. Materi pelatihan yang diberikan sama seperti yang diterima Fuad bersama timnya di Italia.
"Ratusan personel TNI AL gelombang kedua ini akan bergabung setelah peresmian. Total kru kami mencapai 400 orang setelah peresmian, di dalamnya ada 40 orang prajurit TNI AL wanita," katanya.
3. Garibaldi dikawal kapal fregate ITS Carlo Bergamini ketika lewat perairan Timur Tengah

Kapal Giuseppe Garibaldi milik Angkatan Laut Italia yang dihibahkan ke Indonesia tiba di Jakarta. (IDN Times/Santi Dewi) Momen mendebarkan dialami Fuad bersama timnya, ketika melewati perairan di Timur Tengah yang kondisi keamanannya berisiko tinggi. Ada tiga perairan yang keamanannya rentan yakni Laut Merah, Teluk Aden dan Selat Bab al-Mandab.
Ketika Garibaldi melintas, kapal berbobot hampir 14 ribu ton tersebut turut dikawal kapal fregat berbendera Italia, ITS Carlo Bergamini.
"Pada saat itu kapal Garibaldi dikawal oleh ITS Carlo Bergamini. Di perairan tersebut ada operasi EUNAVFOR (European Union Naval Force) Aspides. Itu merupakan angkatan bersenjata gabungan dari Eropa. Aspides operation melaksanakan pengawalan kapal-kapal merchant ship yang dimiliki negara-negara Eropa ketika melintasi perairan di tiga laut itu," kata Fuad.
Kapal ITS Carlo Bergamini tetap mengawal kapal Garibaldi ketika berlayar di arah selatan. Bagi angkatan laut Italia, merupakan suatu kehormatan ketika bisa mengantarkan momen terakhir Garibaldi. Sebab setelah itu dihibahkan ke Indonesia.
Meski kapal tersebut sudah berusia 40 tahun, Fuad menolak menyebutnya sebagai kapal tua. Menurut Fuad kapal tersebut unik dan klasik.
"Kapal ini unik dan tidak ada kembarannya," imbuh Fuad.

![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















