KLH Edukasi Gen Z tentang Pengelolaan Gambut Lewat KELANA

- Puluhan pelajar SMA dari berbagai daerah mengikuti diskusi, dan pembelajaran lapangan yang menyoroti fungsi ekosistem mangrove sebagai bagian dari lahan basah.
- Puteri Indonesia Lingkungan, Sophie Kirana, dalam kegiatan tersebut, menilai pendekatan pembelajaran langsung dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ekosistem gambut.
- Rangkaian kegiatan KELANA di antaranya pemaparan pengelolaan tata air gambut, peninjauan sekat kanal, praktik pengeboran gambut, serta pengenalan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Jakarta, IDN Times – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) melibatkan dunia usaha, dalam upaya memperluas edukasi pengelolaan ekosistem gambut kepada generasi muda atau Gen Z, bertepatan dengan peringatan Hari Lahan Basah Internasional.
Salah satunya melalui program Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda (KELANA) yang digelar di area Wira Karya Sakti (WKS), Jambi.
"Gambut membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan, karena memiliki fungsi ekologis sekaligus potensi ekonomi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa memelihara gambut dapat berjalan seiring dengan manfaat ekonomi,” ujar Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut KLH/BPLH, Edy Nugroho Santoso, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/1/2026).
1. Peran strategis lawan mitigasi perubahan iklim

Puluhan pelajar SMA dari berbagai daerah mengikuti diskusi, dan pembelajaran lapangan yang menyoroti fungsi ekosistem mangrove sebagai bagian dari lahan basah, terutama dalam konteks keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon, dan fungsi hidrologis.
"Baik gambut maupun mangrove memiliki peran strategis dalam mitigasi perubahan iklim, meskipun berada pada lanskap yang berbeda,” jelasnya
2. Tingkatkan kesadaran generasi muda

Puteri Indonesia Lingkungan, Sophie Kirana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai pendekatan pembelajaran langsung dapat meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ekosistem gambut.
Ia berharap edukasi semacam ini dapat mendorong partisipasi anak muda dalam upaya perlindungan lingkungan ke depan.
3. Lahan digunakan secara bertanggung jawab

Rangkaian kegiatan KELANA meliputi pemaparan pengelolaan tata air gambut, peninjauan sekat kanal, praktik pengeboran gambut, pengenalan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, hingga pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan sistem pemantauan lapangan.
"Kami jadi tahu bahwa lahan gambut tidak hanya harus dijaga, tapi juga bisa dimanfaatkan secara bertanggung jawab,” kata Princessa Erilca Ratu, siswi SMA Negeri 1 Manado.


















