Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kodam Diponegoro Bantah Ada Instruksi Intel Awasi Anies Baswedan

Anies Baswedan
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (tengah) ketika berada di Karanganyar, Jawa Tengah. (www.x.com/@MiskinTV_)
Intinya sih...
  • Anies tiba-tiba menghampiri tiga anggota intel untuk foto bersama
  • Anies merasa bersyukur sudah ikut dijaga dan diamankan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kodam IV/Diponegoro bantah mengerahkan personel TNI Angkatan Darat (AD) untuk mengawasi mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ketika berada di Karanganyar, Jawa Tengah pekan lalu.

Di dalam sebuah video yang viral di media sosial, terlihat Anies sedang berada di Warung Mbok Giyem. Kemudian, ada tiga pria dengan pakaian sipil ikut duduk di warung tersebut. Anies pun menghampiri mereka dan menawarinya foto bersama. Belakangan terungkap ketiga pria itu merupakan anggota intel dari Kodim 0727/Karanganyar dan Korem. Kodam Iv/Diponegoro mengakui ketiga orang yang berfoto dengan Anies benar merupakan anggota intel Kodim Karanganyar.

"Kami sampaikan penjelasan dari hasil pendalaman yang kami lakukan bahwa benar tiga orang yang berfoto dengan Bapak Anies di video tersebut adalah anggota intel Kodim Karanganyar," ujar Kepala Penerangan Kodam IV/Karanganyar, Kolonel (Inf) Andy Soelistyo kepada IDN Times, Kamis (5/2/2026).

Dia mengatakan, keberadaan tiga anggota intel itu murni hanya untuk makan siang usai menghadiri rapat pemantauan wilayah.

"Mereka tidak mengetahui bahwa Bapak Anies juga akan makan siang di tempat yang sama," kata dia.

Namun, Andy tidak menjelaskan mengapa anggota TNI AD yang ikut rapat pemantauan wilayah tak mengenakan seragam resmi.

1. Anies tiba-tiba menghampiri tiga anggota intel untuk foto bersama

Anies Baswedan di RS Pelni Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)
Anies Baswedan di RS Pelni Jakarta (IDN Times/Margith Damanik)

Andy mengatakan, saat berada di warung yang sama, Anies tiba-tiba menghampiri ketiga anggota intel tersebut dan mengajaknya berfoto bersama.

"Kebetulan Bapak Anies mendatangi Warung Mbok Giyem dan selanjutnya mengajak ketiga anggota untuk melakukan foto bersama," kata dia.

Dia mengatakan, TNI AD tak memiliki kepentingan untuk mengawasi kegiatan warga sipil biasa.

"Poin penting yang ingin kami sampaikan di sini tidak ada kepentingan dari ketiga anggota tersebut untuk mengawasi kegiatan Bapak Anies. Kami sampaikan saat ini Bapak Anies juga merupakan masyarakat biasa," kata dia.

2. Anies merasa bersyukur sudah ikut dijaga dan diamankan

Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. (IDN Times/Tunggul)
Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. (IDN Times/Tunggul)

Sementara, Juru Bicara Anies, Angga Putra Fidrian, merespons santai video yang tengah viral di media sosial. Angg mengatakan, Anies merasa bersyukur karena kegiatannya di Karanganyar ikut diamankan.

"Kegiatan publik Pak Anies selalu ada personel dari TNI atau Polri. Mereka hadir untuk menambah pengamanan. Toh, tidak ada hal luar biasa yang dilakukan oleh Pak Anies Baswedan. Jadi, alhamdulillah sudah dijaga dan diamankan," kata Angga kepada IDN Times.

Menilik akun media sosial Anies, dia berada di Karanganyar salah satunya untuk meresmikan Jembatan Titian Persatuan. Jembatan itu membantu anak-anak sekolah dan petani agar tidak lagi bertaruh nyawa untuk melakukan perjalanan.

"Inilah esensi dari peluncuran Harapan Anyar: membangun jembatan untuk membangun masa depan," demikian ditulis oleh Anies di akun media sosialnya.

3. Video Anies memergoki intel tuai beragam respons dari publik

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ketika hadir di rapimnas I Gerakan Rakyat. (Tangkapan layar YouTube Gerakan Rakyat)
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ketika hadir di rapimnas I Gerakan Rakyat. (Tangkapan layar YouTube Gerakan Rakyat)

Sementara, video Anies bersama para intel itu memicu beragam respons dari warganet di dunia maya. Video yang diunggah pada 1 Februari itu sudah mendapatkan lebih dari 1 juta views.

Mereka mengaku bingung mengapa justru ketiganya bisa terungkap sebagai anggota intel dari TNI AD. Publik juga mempertanyakan mengapa intel TNI berada di dekat Anies yang sudah tak lagi menduduki jabatan publik.

"Dari sini kita tahu kualitas intel Indonesia seperti apa. Sama Anies yang gak ada basic pengetahuan militer aja bisa ketahuan. Gimana jadinya kalau intel Indo ditugaskan untuk mata-matain langsung di medan peperangan. Ini langsung keciduk pasti," ujar warganet di media sosial.

"Intel negara fungsi utamanya buat ngintilin lawan politiknya?" tanya warganet lainnya.

"Orang mah spionase pejabat di negara lain, ini mah ngintelin pengangguran," kata warganet lainnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Hamdan Zoelva: Perlakuan Eksekusi Hotel Sultan Tak Adil

07 Feb 2026, 00:48 WIBNews