Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komedi Pandji Dilaporkan ke Polisi, PDIP: Kritik Akan Semakin Sepi

Anggota DPR RI fraksi Partai PDI Perjuangan, Charles Honoris (Dokumentasi Istimewa)
Anggota DPR RI fraksi Partai PDI Perjuangan, Charles Honoris (Dokumentasi Istimewa)
Intinya sih...
  • PDIP tidak membela satu orang bernama Pandji.
  • Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah yang melaporkan Pandji.
  • Materi standup Pandji soal imbalan politik dinilai menimbulkan keresahan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, turut merespons komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan dugaan penghasutan dan penistaan agama, terkait materi standup comedy di acara ‘Mens Rea’. Menurutnya, hal itu bisa menyebabkan orang takut menyampaikan kritik kepada penguasa.

"Kasus Pandji bukan soal siapa yang tersinggung. Ini soal apakah suara kritis masih punya tempat dalam demokrasi kita. Ketika komedi dipersoalkan, maka kritik akan semakin sunyi dan ruang publik perlahan berubah menjadi ruang tunduk," Ujar Charles dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).

1. PDIP tidak membela satu orang bernama Pandji

DSC08114.JPG
Pandji Pragiwaksono (IDN Times/Aryodamar)

Charles menegaskan, pihaknya tidak membela satu orang bernama Pandji. Namun, ketika ada orang yang dipidana karena menyampaikan kritik, itu akan berbahaya pada demokrasi.

"Kita tidak sedang membela satu orang. Kita sedang membela hak publik untuk berpikir dan bersuara," kata dia.

Charles menyampaikan, demokrasi seharusnya bisa tumbuh bersama dengan masyarakat. Sehingga, demokrasi tidak hanya slogan dan membuat para pengkritik takut.

"Demokrasi tidak tumbuh dari ketakutan, ia tumbuh dari keberanian untuk berbeda pendapat dan kesediaan untuk mendengar. Hari ini komedian, besok bisa aktivis, jurnalis, dosen, atau kamu," ucap dia.

2. Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah yang melaporkan Pandji

Pandji Pragiwaksono saat konferensi pers "Mens Rea" di Markas Comika, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2025) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Pandji Pragiwaksono saat konferensi pers "Mens Rea" di Markas Comika, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2025) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Laporan dilayangkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah dan teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.

Pelapor sekaligus Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid mengatakan laporan dilayangkan karena materi komedi yang disampaikan Pandji dinilai menghina dan menimbulkan kegaduhan.

"Seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang begitu karena imbalan begitu ya imbalan karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin," ujar Rizki di Polda Metro, Kamis (8/1/2026).

3. Materi standup Pandji soal imbalan politik dinilai menimbulkan keresahan

Pandji Pragiwaksono saat konferensi pers "Mens Rea" di Markas Comika, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2025) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Pandji Pragiwaksono saat konferensi pers "Mens Rea" di Markas Comika, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2025) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Rizky menilai, materi standup comedy Pandji soal imbalan politik itu berpotensi memecah belah dan menimbulkan keresahan, khususnya di kalangan anak muda NU dan Muhammadiyah.

"Tentu ini kan sangat mencederai untuk saya dan khususnya teman-teman, anak-anak muda NU dan Muhammadiyah," imbuhnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Pakar Hukum Nilai Pelaporan Pandji ke Polda Metro Jaya Lebay

10 Jan 2026, 07:00 WIBNews