Korlantas Polri Prediksi Bakal Ada Dua Puncak Arus Mudik Lebaran 2026

- Korlantas Polri memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi dua gelombang, yaitu pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.
- Arus balik juga diperkirakan berlangsung dua tahap, masing-masing pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret 2026.
- Polri menyiapkan lebih dari 370 ribu personel bersama stakeholder, mendirikan ribuan pos pengamanan dan pelayanan untuk menjaga kelancaran Operasi Ketupat 2026.
Jakarta, IDN Times - Korlantas Polri menyatakan puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026 akan berlangsung pada 14 dan 15 Maret 2026 untuk gelombang pertama. Kemudian, gelombang kedua diprediksi akan berlangsung pada 18 dan 19 Maret 2026.
Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal mengatakan, arus balik lebaran Idul Fitri 2026 juga akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 dan 25 Maret, serta 28 dan 29 Maret 2026.
"Tentunya dengan adanya prediksi ini, kami dari Kepolisian bersama dengan stakeholder yang lain sudah mempersiapkan baik itu manajemen rekayasa maupun penempatan personil," kata Faizal di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Faizal juga menyatakan kesiapannya untuk menyambut arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026. Sebanyak 371.664 personel Porli dan 72.000 dari stakeholder terkait akan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik tahun ini.
Menurut dia, data objek pengamanan sebanyak 185.544, terdiri dari terminal 618 lokasi, stasiun kereta 268, pelabuhan 562, pusat perbelanjaan 2.962. Selain itu, pihaknya juga akan mendirikan 2.756 pos terpadu, yang terdiri dari pos pelayanan 784, pos pengamanan 1.629, dan pos terpadu 343 pos.
"Objek pengamanan dalam operasi pengamanan Operasi Ketupat yaitu untuk personel Polri sendiri sebanyak 317.664 personel. Kemudian stakeholder terkait 72.000," kata Faizal.

















