Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KSAD: Pemilik Rumah Dinas Diduga Tahu Kediamannya Jadi Markas Judol

3 min read
KSAD: Pemilik Rumah Dinas Diduga Tahu Kediamannya Jadi Markas Judol
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak ketika memberikan keterangan di Mabes TNI AD. (Dokumentasi TNI AD)
  • KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyatakan Letkol Arman Jab ditahan Polisi Militer setelah rumah dinasnya di KPAD Cijantung diduga menjadi markas judi online.
  • Status hukum Arman belum tersangka, tetapi TNI menduga ia mengetahui penyewaan rumahnya untuk judol. Penggeledahan menangkap 11 orang, terdiri dari enam laki-laki dan lima perempuan.
  • TNI menegaskan akan menindak tegas Arman. Imparsial meminta penyelidikan diperluas hingga atasan dan kemungkinan jaringan, serta menyoroti penyewaan rumah dinas sebagai aset negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, mengatakan, Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap (Gartap) I Jakarta, Letnan Kolonel (Inf) Arman Jab yang merupakan pemilik rumah di KPAD Cijantung, Jakarta Timur sudah ditahan menyusul ditemukan aktivitas judi online (judol) di kediaman dinasnya itu. Rumah tersebut didatangi personel kepolisian lantaran diduga ada aktivitas mencurigakan.

"Orang yang menyewakan tempat tersebut sudah ditahan di POM (polisi militer). Sedang kami selidiki dan perlu waktu lah untuk meyakinkan. Kemungkinan dia tahu (rumahnya dijadikan tempat aktivitas judol)," ujar Maruli di Mabes TNI AD pada Jumat (9/10/2026).

Namun, status hukum Arman hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka. Maruli mengatakan, pemilik menyewakan rumah dinas itu kepada orang lain. Dari penggeledahan, total ada 11 orang yang ditangkap yang terdiri dari lima perempuan dan enam laki-laki.

"Itu kan komplek pensiunan. Ada juga yang punya rumah masih (prajurit) aktif sehingga digrebek oleh mereka sendiri. Kalau masyarakat sekitar ikut mengamankan kan bagus jadinya," kata dia.

  1. 1. Malu karena anggota TNI AD diduga ikut fasilitasi judol

    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berkaca mata hitam (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berkaca mata hitam (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Maruli mengaku merasa malu karena anggota TNI diduga ikut terlibat dalam praktik judi online. Dia pun memastikan tidak akan melindungi perwira menengah di TNI AD tersebut.

    "Tapi, yang jelas, gak mungkin lah kami melindungi yang seperti itu. Ini justru hal yang memalukan buat kami," kata jenderal bintang empat itu.

    Dia mengatakan, TNI akan menindak tegas Letkol Arman yang sehari-hari bertugas di Garnisun tersebut.

    "Kami sudah putuskan bahwa kami akan tindak tegas orang ini. Dia sehari-hari anggota di Garnisun. Pasti kami tindak tegas," kata dia.

  2. 2. Tidak masuk akal bila tak tahu ada aktivitas judol

    Judi online, TNI AD
    Barang bukti praktik judi daring yang ditemukan di rumah dinas TNI Angkatan Darat (AD). (Dokumentasi TNI AD)

    Sementara, Wakil Direktur Imparsial, Husein Ahmad, menilai tidak masuk akal bila pemilik rumah dinas tidak mengetahui ada aktivitas judol di kediamannya, sebab di komplek militer terdapat komandan komplek yang mendata siapa saja orang yang boleh masuk dan keluar.

    "Komandan komplek ini juga mendata siapa saja orang yang tinggal dan kalau ada saudara yang datang, komandan komplek pasti tahu. Seandainya ada orang yang tidak dikenal beraktivitas di salah satu rumah dinas tersebut, komandan komplek akan tahu dan menegur ke pemilik rumah asli," kata Husein ketika dihubungi IDN Times, Jumat.

    Apalagi, kata Husein, aktivitas praktik judol itu terjadi pada anggota TNI dengan pangkat perwira menengah dan jabatan sebagai kepala seksi intel sehingga pengamanan dipastikan tidak akan luput.

    Di sisi lain, kata dia, Letkol Arman juga harus dikenakan hukuman tambahan lantaran menyewakan rumah dinas yang merupakan aset negara kepada pihak lain.

  3. 3. TNI harus periksa atasan Letkol Arman Jab

    Wakil Direktur Imparsial, Hussein Ahmad ketika berbicara di kantor YLBHI, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)
    Wakil Direktur Imparsial, Hussein Ahmad ketika berbicara di kantor YLBHI, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

    Husein mengatakan, TNI wajib memeriksa apakah Letkol Arman bertindak sendirian. Dia meyakini tindak pidana judol bisa berjalan lantaran memiliki jaringan.

    "Jadi, kasus ini harus dikembangkan juga dan tidak hanya berhenti sampai di pemilik rumah, tetapi harus ditelusuri. Apakah kemudian ada jaringan atau sindikat, karena aktivitas judol itu bukan satu aktivitas pidana yang dapat dilakukan oleh orang dalam jumlah sedikit dan membutuhkan modal dalam jumlah besar," kata dia.

    Menurut Husein, kasus ini menjadi ujian bagi KSAD yang diisukan bakal menjadi calon kuat Panglima TNI.

    "Kalau dia memang punya komitmen yang serius untuk membenahi TNI harus dibuktikan dengan mengungkap jaringan ini," kata dia.

    Paling tidak, kata Husein, atasan dari Letkol Arman Jab juga ikut diperiksa, tetapi upaya membongkar jaringan aktivitas judol ini baru bisa terjadi bila kasusnya nanti bergulir di peradilan umum.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More