Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KSAL Bocorkan Nama Calon Kapal Induk Garibaldi: Sudirman hingga Gajah Mada

KSAL Bocorkan Nama Calon Kapal Induk Garibaldi: Sudirman hingga Gajah Mada
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali ketika menutup pendidikan reguler Seskoal angkatan ke-65 tahun 2026. (Dokumentasi TNI AL)
Intinya Sih
Gini Kak
  • KSAL Muhammad Ali ungkap kapal induk ringan hibah Italia, Giuseppe Garibaldi, akan tiba sebelum HUT TNI 2026 dengan opsi nama seperti Gajah Mada dan Panglima Sudirman.
  • TNI AL siapkan 100 personel berangkat ke Italia Juli 2026 untuk pelatihan awak kapal, dari total sekitar 500 kru yang dibutuhkan guna mengoperasikan kapal induk tersebut.
  • Anggota DPR TB Hasanuddin kritik hibah karena usia kapal 40 tahun dan biaya perawatan tinggi, dinilai bisa membebani anggaran pertahanan serta butuh pesawat tempur kompatibel baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali membocorkan sejumlah nama yang dijadikan opsi untuk disematkan pada kapal perang raksasa Giuseppe Garibaldi. Kapal buatan Italia itu merupakan jenis kapal induk ringan, yang dilengkapi dengan dek penerbangan. Rencananya kapal tersebut akan tiba sebelum HUT TNI pada Oktober 2026.

"Nama belum ditentukan. Nanti kami nunggu mungkin dari bapak presiden atau dari Menteri Pertahanan akan memberikan usulan namanya," ujar Ali ketika dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).

"Beberapa nama yang diusulkan ada Gajah Mada, Panglima Sudirman, atau mungkin ada (usulan) yang lain ya," imbuhnya.

Kapal Giuseppe Garibaldi merupakan hibah dari pemerintah Italia. Setelah muncul penolakan dari kelompok oposisi di Italia, senat akhirnya memberikan lampu hijau untuk hibah kapal induk ringan itu ke Indonesia.

Kementerian Pertahanan menyatakan saat ini tahapan hibah sudah masuk pengiriman ke Indonesia. Kemhan pun berharap proses pengiriman selesai pada 2026.

1. TNI AL kirim 100 prajurit calon awak kapal Giuseppe Garibaldi ke Italia pada Juli

KSAL Bocorkan Nama Calon Kapal Garibaldi: Sudirman hingga Gajah Mada
Ilustrasi kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan dihibahkan ke Indonesia. (Dokumentasi Wikipedia)

Lebih lanjut, Ali mengatakan, TNI Angkatan Laut (AL) bakal memberangkatkan 100 personel calon awak kapal Giuseppe Garibaldi ke Italia pada Juli 2026. Mereka akan diberikan pelatihan agar mampu mengawaki kapal induk ringan itu.

"Rencananya mudah-mudahan 10 Juli sudah diberangkatkan (ke Italia)," ungkap dia.

Ali menjelaskan ratusan personel TNI AL yang akan dikirim ke Italia dipilih berdasarkan pengalaman dan latar belakang yang berkaitan dengan penugasan di kapal. Mereka akan tergabung dalam sebuah satuan tugas atau satgas yang berisi awak pendahuluan.

Sebelumnya, Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Muda Yayan Sofiyan mengatakan, TNI AL harus menyiapkan sekitar 500 pelaut untuk menjadi awak calon kapal induk Indonesia Giuseppe Garibaldi. Bahkan, jumlah tersebut bisa bertambah, karena itu belum mencakup kru di luar tim inti. Kru tersebut adalah kru navigasi dan penerbang.

"Bisa kita bayangkan sandar di suatu tempat membutuhkan dukungan logistik kru yang 500 orang. Itu hanya kru inti saja. Kru untuk penerbangan, sistem aviation dan sebagainya," ujar Yayan dalam diskusi daring pada Rabu, 25 Februari 2026.

2. Kapal Giuseppe Garibaldi dinilai sudah tua dan dapat membebani anggaran

KSAL Bocorkan Nama Calon Kapal Garibaldi: Sudirman hingga Gajah Mada
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (IDN Times/Aryodamar)

Sementara, rencana penerimaan hibah kapal produksi Italia itu dikritik anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. Ia mengingatkan, di balik label 'gratis' terdapat potensi beban besar yang harus dihitung secara matang oleh pemerintah.

Salah satunya biaya perawatan yang besar, karena usia kapal yang sudah tua. Kapal tersebut sudah berusia 40 tahun. Secara umum, kapal perang dirancang dengan masa pakai 30 hingga 40 tahun.

"Artinya, kapal ini sudah berada di ujung masa operasionalnya. Kalau pun dilakukan perbaikan, kemungkinan hanya dapat digunakan sekitar 10 tahun ke depan, dengan biaya modernisasi yang tidak kecil," ujar Hasanuddin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 4 Mei 2026.

Anggota DPR dari PDI Perjuangan (PDIP) itu mengatakan persoalan lain dari hibah tersebut adalah tingginya biaya pemeliharaan. Berdasarkan laporan The National Interest, Angkatan Laut Italia menghabiskan sekitar 5 juta euro (sekitar Rp101 miliar) per tahun untuk merawat kapal tersebut, dan sekitar 19 juta euro (sekitar Rp387 miliar) jika dilakukan pembongkaran.

"Angka ini tentu akan menjadi beban baru bagi anggaran pertahanan Indonesia, di luar kebutuhan biaya operasional lainnya," kata Hasanuddin.

Adapun biaya tersebut, kata Hasanuddin, mencakup pembaruan radar, sistem komunikasi, persenjataan, pengadaan suku cadang, hingga pelatihan kru. Hal ini berpotensi menambah tekanan terhadap anggaran pertahanan dalam jangka menengah.

3. Spesifikasi kapal induk ringan Giuseppe Garibaldi

KSAL Bocorkan Nama Calon Kapal Garibaldi: Sudirman hingga Gajah Mada
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin (IDN Times/Amir Faisol)

Giuseppe Garibaldi diketahui memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam berkat sistem mesin penggeraknya.

Kapal induk tersebut dilengkapi sejumlah sistem persenjataan dan pertahanan, antara lain peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, meriam kembar Oto Melara 40L70 DARDO, tabung torpedo rangkap tiga 324 mm, serta rudal antikapal Otomat Mk 2 SSM.

Meski begitu, menurut Hasanuddin, Kapal Giuseppe Garibaldi itu dianggap tidak sesuai dengan pesawat tempur yang dimiliki Indonesia. Saat ini Indonesia memiliki armada tempur seperti F-16, Sukhoi dan Rafale.

"Jika ingin memaksimalkan fungsi kapal ini, maka Indonesia harus membeli pesawat yang kompatibel. Ini berarti tambahan anggaran baru yang tidak kecil," tutur dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More