Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lahir dari Para Pendukung Jokowi, MGN Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode

Lahir dari Para Pendukung Jokowi, MGN Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode
Jajaran organisasi Militan Gibran Nusantara (MGN) bertemu dengan Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo di kediaman Jokowi, Solo, Jawa Tengah (dok. MGN)
Intinya Sih
Timeline
Gini Kak
Sisi Positif
  • Militan Gibran Nusantara (MGN) resmi mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode sesuai arahan Presiden Jokowi, dengan struktur organisasi yang sudah terbentuk di seluruh provinsi Indonesia.
  • MGN menegaskan diri bukan sekadar relawan, melainkan kelompok militan yang aktif mengedukasi masyarakat tentang program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan fokus pada pelatihan Gen Z serta Milenial.
  • Ketua MGN membantah anggapan bahwa organisasinya disiapkan untuk Pemilu 2029, menegaskan fokus utama mereka adalah membantu masyarakat dan mendukung program pemerintahan Prabowo-Gibran secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Meski pemilihan umum masih tiga tahun lagi, namun sudah muncul kelompok-kelompok relawan pendukung Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Salah satunya Militan Gibran Nusantara (MGN). MGN menegaskan, mendukung pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode. Dukungan itu disebut sejalan dengan arahan Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo, yang selama ini menjadi figur yang mereka dukung sejak lama.

Ketua Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan, mengatakan organisasi yang dipimpinnya merupakan gabungan sejumlah kelompok relawan yakni Prabowo-Gibran (Pragi), Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Jaringan Relawan Gibran Nasional (Jargon), dan Jokowi Mania (Jokman) Nusantara Bersatu.

Ia menyebut, MGN baru terbentuk sekitar satu bulan lalu dan kini telah memiliki kepengurusan di seluruh provinsi di Indonesia.

Menurut Andi, MGN lahir dari semangat untuk mengawal kepemimpinan Prabowo-Gibran sekaligus mempersiapkan keberlanjutan pemerintahan hingga periode berikutnya.

"Kita melihat ya bahwasanya tokoh masa depan, anak muda, harapan bangsa, ya kita harus dukung gitu. Bukan berarti kita hanya individu tok, bukan. Tapi ini adalah Prabowo Gibran untuk dua periode. Jadi kita jangan dibenturkan misalnya, wah ini harus melawan Prabowo, tidak. Tapi ini adalah instruksi yang memang dari Pak Jokowi itu adalah dua periode," kata dia kepada IDN Times, Senin (22/6/2026).

MGN sendiri sempat mengunjungi rumah pribadi Jokowi di Banjarsari, Solo, Senin (15/6/2026). Sebelumnya, mereka juga bertemu dengan Gibran di Istana Wakil Presiden, Jakarta pada (5/3/2025).

1. MGN sebut bukan sekadar relawan

Jajaran organisasi Militan Gibran Nusantara (MGN) bertemu dengan Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo di kediaman Jokowi, Solo, Jawa Tengah (dok. MGN)
Jajaran organisasi Militan Gibran Nusantara (MGN) bertemu dengan Presiden Ketujuh RI, Joko "Jokowi" Widodo di kediaman Jokowi, Solo, Jawa Tengah (dok. MGN)

Andi menjelaskan, MGN memposisikan diri berbeda dengan organisasi relawan pada umumnya. Karena itu, mereka memilih menggunakan istilah "militan" sebagai identitas organisasi.

Menurutnya, anggota MGN tidak hanya memberikan dukungan secara sukarela, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai berbagai program pemerintahan Prabowo-Gibran serta menjalankan berbagai kegiatan sosial.

"Kenapa kita pakai nama militan? Karena kita bukan relawan. Kita di atasnya relawan. Kalau relawan kan ya rela, rela, rela saja. Kalau kita nggak. Instruksi, tidak diinstruksi, kalau itu merupakan sesuatu yang harus kita jelaskan ke masyarakat misalnya. Terus kegiatan-kegiatan sosial gitu ya, yang berhubungan dengan program-program pemerintah Prabowo Gibran. Itu kita lakukan, yang kita kerjakan," ucapnya.

Ia menambahkan, MGN lahir dari inisiatif para pendukung Jokowi dan Prabowo-Gibran yang kemudian bersepakat bergabung dalam satu wadah.

"Jadi bukan sesuatu yang digerakkan oleh Mas Gibran sendiri, ndak. Jadi lahir dari kita, kami. Kami yang memang sudah merupakan pendukung Pak Jokowi. Ini bergabung gitu kan dan juga pendukung Prabowo-Gibran. Makanya kita menggunakan nama Militan Gibran Nusantara. Karena sudah 38 provinsi," tegas dia.

2. Fokus edukasi program pemerintah dan generasi muda

Ketua Umum Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan. (IDN Times/Larasati Rey)
Ketua Umum Militan Gibran Nusantara, Andi Azwan. (IDN Times/Larasati Rey)

Lebih lanjut, Andi mengatakan, MGN memiliki fokus utama membantu pemerintah dalam menyosialisasikan program-program yang masih menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG). MGN berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait manfaat program tersebut sekaligus menyampaikan masukan mengenai pelaksanaannya.

"Militan Gibran Nusantara ini ya selain memang tugas, juga membantu pemerintah dalam menjelaskan program-program beliau. Yang pasti ada pro dan kontranya itu ya. Yang kontranya itu yang justru kita memberikan pengertian kepada masyarakat ya," ungkap Andi.

Selain itu, MGN juga menyiapkan sejumlah kegiatan yang menyasar generasi muda, seperti pelatihan kecerdasan buatan (AI) hingga pengembangan olahraga elektronik atau e-sport.

"Program-program sosial ya, kita lakukan ya, baik itu bisa pelatihan untuk Gen-Z misalnya. Pelatihan AI untuk Gen-Z. Kemudian juga ada E-Sport ya, olahraga E-Sport, kita akan lakukan juga. Jadi lebih fokus kita itu banyakan ke Gen-Z dan Milenial. Itu kita lebih fokus untuk memberikan edukasi kepada mereka," tutur Andi.

Meski cukup aktif di media sosial, Andi menegaskan, aktivitas utama MGN tetap dilakukan secara langsung di lapangan. Media sosial, menurutnya, hanya menjadi sarana untuk menginformasikan berbagai kegiatan organisasi.

"Medsos itu kan sarana untuk menginformasikan. Kegiatannya kan riilnya di lapangan gitu. Intinya itu. Jadi ada combine gitu. Medsos kita menginfokan, tapi kita juga mengerjakan di lapangan secara riilnya," ucapnya.

Ia mengatakan, anggota MGN di daerah juga hadir ketika ada kunjungan kerja Gibran ke berbagai wilayah. Kehadiran mereka tidak sekadar membuat konten, tetapi juga membantu menampung berbagai aspirasi masyarakat yang belum terselesaikan di tingkat daerah.

"Sebetulnya kita bukan masalah bikin konten. Terjun langsung untuk misalnya kalau katakanlah ada laporan-laporan dari masyarakat yang belum bisa diakomodir misalnya kan, katakanlah oleh Muspida setempat ya. Ya kita bisa teruskan," imbuh dia.

3. Relawan disiapkan untuk Pemilu 2029?

Ilustrasi pemilu (IDN Times/Agung Sedana)
Ilustrasi pemilu (IDN Times/Agung Sedana)

Andi tak memungkiri, kehadiran MGN memunculkan spekulasi bahwa kelompok tersebut tengah dipersiapkan sebagai kekuatan politik untuk menghadapi Pemilu 2029. Namun ia membantah anggapan bahwa organisasi yang dipimpinnya dibentuk dengan tujuan utama, menghadapi kontestasi politik lima tahunan itu.

Menurut Andi, kemunculan relawan maupun kelompok pendukung tokoh politik memang kerap dikaitkan dengan agenda pemilu. Namun, ia menilai tidak semua organisasi harus dipandang semata-mata sebagai kendaraan politik.

"Ya memang kan kalau kita bicara muncul ada relawan, ada pendukung ya, ada militan misalnya, itu kan pasti arahnya itu dibaca oleh semua orang itu, oh 2029. Kan tidak semua untuk itu," jelasnya.

Ia pun membandingkan perbedaan MGN dengan partai politik (parpol). Menurutnya, parpol hanya identik bekerja jelang memasuki masa pemilu, sementara relawan aktif turun langsung tanpa memikirkan kontestasi politik.

"Kalau kita lihat juga partai politik, mereka bekerja partai politik ini pada saat mau pemilu saja. Setelah itu apa mereka bekerja untuk ini, kan nggak ada. Justru yang bekerja itu adalah relawan-relawan itu malah. Yang terjun ada bencana, relawan yang terjun langsung. Ya mereka (parpol) ke mana? Kan hanya itu mereka lakukan. Padahal kan kalau parpol benar konsisten dengan jargon-jargon mereka selama pemilu, kan mereka harusnya itu terus-menerus mereka lakukan. Tapi ketika kita muncul, ya ada sifat iri hati juga ada kalau menurut saya," ujar Andi.

Saat ditanya apakah ada arahan khusus dari Jokowi dan Gibran terkait Pemilu 2029, Andy hanya mengaku diminta untuk terus bantu masyarakat maupun pemerintah

"Ya arahannya ya bantu masyarakat, bantu pemerintah. Program-programnya tolong dibantu pemerintah Prabowo Gibran. Paling utama sih itu. Jangan lelah untuk membantu masyarakat kita. Ya ini kan sesuai dengan kita punya tagline kita kan. Tagline kita itu adalah 'Muda Harapan Bangsa, Loyalitas Tanpa Batas'. Makanya kita ini militan, bukan relawan," imbuh dia.

4. Daftar relawan pendukung Gibran yang belakangan aktif di media sosial

Seorang pejabat mengenakan kemeja putih berdialog dengan warga dan staf sekolah di SDN Wolomoni Ende saat kunjungan program pendidikan.
Wapres Gibran berdialog dengan pihak SDN Wolomoni Ende dan meninjau program MBG serta KDMP. (Dok Prokopim Ende)

Sejumlah relawan pendukung Gibran tepantau aktif menggunakan media sosial (medsos) untuk membagikan kegiatan Gibran. Melalui postingan tersebut, mereka mengunggah aktivitas Gibran di Istana Wakil Presiden hingga kunjungan kerja ke berbagai daerah maupun luar negeri.

Berdasarkan penulusuran IDN Times, terdapat beberapa relawan yang aktif memanfaatkan media sosial di antaranya Bolone Mase, Bocahe Gibran Nusantara, Gibranku, Kawal Gibran Bersama, dan Laskar Gibran.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More