Serukan Setop Perang, Muzani Sampaikan Duka untuk Pemimpin Iran Ali Khamenei

- Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Israel ke Iran, saat Sidang Tahunan MPR RI 2026.
- Muzani menyerukan penghentian perang di Timur Tengah dan berbagai kawasan lain, menegaskan serangan terhadap negara berdaulat tidak dapat dibenarkan.
- Ia mendorong diplomasi, kesabaran, dan perundingan untuk perdamaian, serta menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.
Jakarta, IDN Times - Ketua MPR RI Ahmad Muzani kembali menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan Israel ke Iran pada Februari lalu. Seruan itu disampaikan Muzani dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026.
“Perang juga membawa korban bagi pemimpin Iran. Karena itu dalam forum yang mulia ini, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Rahbar Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei,” kata Muzani di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Muzani juga menyerukan penghentian perang di kawasan Timur Tengah dan di berbagai belahan dunia lainnya. Muzani menegaskan, serangan terhadap negara berdaulat tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, kedaulatan wilayah dan kemerdekaan politik setiap negara harus dihormati.
“Serangan terhadap negara yang berdaulat tidak dapat dibenarkan. Kedaulatan wilayah dan kemerdekaan politik setiap warga wajib dihormati,” kata Muzani.
Ia juga menolak adanya negara yang merasa memiliki hak untuk menentukan nasib bangsa lain. Karena itu, Muzani mendorong penghentian perang dan mengutamakan diplomasi sebagai jalan menyelesaikan perbedaan.
“Karena itu, melalui mimbar terhormat ini, kami menyerukan penghentian perang di kawasan timur tengah dan di belahan dunia lainnya. Mengutamakan diplomasi sebagai jalan untuk membicarakan semua perbedaan,” ujarnya.
Muzani mengatakan, perdamaian membutuhkan kesabaran dan kesediaan untuk terus membuka ruang perundingan. “Kita tidak boleh kehilangan kata-kata dan kesabaran untuk perdamaian melalui meja perundingan,” kata dia.
“Perdamaian adalah bagian dari menahan diri, kesediaan mendengar, dan kemampuan menempatkan kehidupan manusia di atas ambisi kekuasaan. Dunia tidak membutuhkan perang, dunia membutuhkan kesediaan untuk berdamai,” lanjut Muzani.
Dalam kesempatan itu, Muzani juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. “Perkenankan pula kami menyampaikan bela sungkawa dan simpati yang setulus-tulusnya atas wafatnya Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani,” katanya.













