Gibran Ajak Mahasiswa Blusukan ke Daerah untuk Kurangi Kesenjangan Informasi

- Gibran mengajak mahasiswa ikut kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan Papua untuk memperkuat pengawasan serta penyempurnaan program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
- Langkah ini dinilai sebagai upaya pemerintah mengurangi kesenjangan informasi dengan melibatkan mahasiswa agar melihat langsung kondisi lapangan dan memahami kebijakan pembangunan secara utuh.
- Keterlibatan mahasiswa diharapkan memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta kolaborasi generasi muda dalam memastikan program prioritas pemerintah berjalan tepat sasaran dan bebas dari praktik korupsi.
Jakarta, IDN Times - Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Dosen FISIP Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, menilai kegiatan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengajak mahasiswa dalam kunjungan kerja, sebagai upaya mengurangi kesenjangan informasi yang berkembang di masyarakat.
Kristian mengatakan, mahasiswa perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar memperoleh informasi yang lebih utuh dan berimbang, termasuk terkait berbagai kebijakan pembangunan pemerintah di daerah.
"Untuk mengatasi kesenjangan informasi, metode seperti ini bisa menjadi solusi agar mahasiswa juga mendapat informasi dari sisi upaya pemerintah dalam kebijakan pengelolaan lahan di Papua," kata Kristian dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
1. Upaya pemerintah membuktikan langsung

Ia menambahkan, kegiatan ini juga bentuk keterbukaan pemerintah. Dengan mengajak menyaksikan secara langsung proses pembangunan, mahasiswa bisa membandingkan antara informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dengan informasi versi pemerintah.
"Saya rasa ini adalah upaya pemerintah untuk membuat mahasiswa bisa membandingkan antara informasi yang diperoleh dari berbagai sumber dengan informasi versi pemerintah. Artinya, pemerintah mengupayakan ada proses keterbukaan dalam hal ini," ujarnya.
2. Gibran ajak perwakilan mahasiswa kunjungi Ende, Gorontalo, Papua

Sebelumnya, Gibran mengajak perwakilan mahasiswa dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan wilayah Papua sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan serta menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua. Jadi, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi,” ujar dia ketika memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2026) pagi.
3. Alasan Gibran ajak mahasiswa

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai masukan konstruktif dari mahasiswa terkait implementasi program prioritas pemerintah. Dengan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pemantauan di lapangan, pemerintah ingin memastikan pengelolaan program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sebagaimana arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Gibran pun menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menyuarakan aspirasi secara damai dan memberikan berbagai masukan untuk penyempurnaan program-program pemerintah.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa di seluruh penjuru (Tanah Air). Terima kasih sudah menyampaikan aspirasinya secara damai. Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif, terutama terkait MBG dan koperasi,” tuturnya.
Menurut Gibran, pemerintah berkomitmen memastikan setiap anggaran yang dialokasikan untuk berbagai program prioritas dapat dimanfaatkan secara optimal dan terbebas dari praktik korupsi.
“Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik, dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi. Saya kira langkah-langkah ini penting untuk tetap menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam mengawal pelaksanaan program-program strategis, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Adapun mahasiswa yang turut mendampingi Gibran berasal dari berbagai kampus negeri maupun swasta.
Mereka adalah Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia.
















