Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rusia Umumkan Gencatan Senjata di Hari Paskah Ortodoks

Rusia Umumkan Gencatan Senjata di Hari Paskah Ortodoks
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata sementara pada Hari Paskah Ortodoks, berlaku 11–12 April, dengan harapan Ukraina mengikuti langkah serupa.
  • Sebelum pengumuman itu, Rusia menuding dan mengancam negara-negara Baltik karena dianggap membantu Ukraina menyerang fasilitas minyak di wilayahnya.
  • Ukraina menawarkan pengurangan serangan ke infrastruktur energi jika Rusia melakukan hal sama, meski sebelumnya masih melancarkan serangan drone ke pipa minyak di Krasnodar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata sementara pada Hari Paskah Ortodoks. Berdasarkan dokumen tersebut, gencatan senjata akan dilakukan mulai 11 hingga 12 April pada pukul 16.00 waktu setempat. 

“Sesuai perintah dari presiden, kami melakukan gencatan senjata dengan asumsi Ukraina akan mengikuti contoh yang sama dari Federasi Rusia,” ungkap Kremlin, dikutip dari Euronews, Jumat (10/4/2026).

Sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy sudah mengungkapkan soal gencatan senjata di Hari Paskah. Kiev juga mengusulkan gencatan senjata energi dengan Rusia.  

1. Rusia ancam negara Baltik karena membantu Ukraina serang negaranya

Beberapa hari sebelum pengumuman gencatan senjata, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia mengancam negara-negara Baltik, yakni Estonia, Latvia, dan Lithuania. Mereka dituding membantu Ukraina dalam melancarkan serangan ke fasilitas minyak Rusia. 

“Jika rezim dari negara-negara Baltik bisa merasakan, maka mereka akan mendengar. Jika tidak, mereka akan mendapatkan respons yang setimpal,” terang Juru Bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova. 

Moskow menuding negara-negara Baltik membuka wilayah udaranya untuk drone Ukraina. Dengan itu, Rusia menganggap ketiga negara ikut dalam membantu serangan Ukraina ke infrastruktur minyak Rusia. 

2. Ukraina tawarkan kondisi untuk tidak serang infrastruktur minyak Rusia

Pada saat yang sama, Zelenskyy menawarkan agar Rusia mengurangi serangan ke sektor energi Ukraina. Dengan itu, Ukraina juga akan mengurangi serangan ke fasilitas energi Rusia. 

Dilansir Ukrinform, Presiden Ukraina tersebut menekankan bahwa Ukraina memiliki senjata jarak jauh buatan dalam negeri. Ia menyebut, Rusia juga harus merasakan bagaimana rasanya perang seperti yang dialami Ukraina. 

“Kami mempertahankan diri. Jika kami tidak menembak kembali, mereka akan terus menyerang kami dan tidak mengerti bagaimana situasi perang itu seperti apa,” katanya. 

3. Ukraina lancarkan serangan di pipa minyak Krasnodar

Pada Rabu (8/4/2026), Ukraina melanjutkan serangan ke stasiun kontrol pipa minyak di Krasnodar, Rusia. Langkah ini membuat kebakaran dan pemadaman listrik di infrastruktur penting itu untuk mengirimkan minyak ke Laut Hitam. 

Dilansir United24, Gubernur Krasnodar Krai, Veniamin Kondratyev mengonfirmasi serangan drone di wilayahnya. Ia menyebut bahwa seorang warga tewas dalam serangan tersebut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More