Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mahfud Rilis Buku Baru Berisi Tulisan soal Keresahan Terhadap Hukum

Mahfud Rilis Buku Baru Berisi Tulisan soal Keresahan Terhadap Hukum
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menghadiri acara peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisannya sejak tahun 2000-an awal (3/6/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Mahfud MD meluncurkan buku berjudul 'Pemikiran Hukum dan Politik Mahfud MD' yang berisi kumpulan tulisannya sejak awal 2000-an, lahir dari kegelisahan terhadap kondisi hukum dan politik Indonesia.
  • Ia mengungkapkan sebagian besar tulisannya muncul dari rasa marah terhadap ketimpangan penegakan hukum dan dinamika politik, namun tetap dikaitkan dengan asas serta filosofi hukum.
  • Buku tersebut memuat tema-tema relevan seperti isu hukum, politik, hingga hubungan negara dan agama, mencerminkan pandangan Mahfud atas perjalanan demokrasi dan keadilan di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menghadiri acara peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisannya sejak tahun 2000-an awal. Ia mengaku, sebagian besar tulisan yang dihimpun dalam buku "Pemikiran Hukum dan Politik Mahfud MD" lahir dari kegelisahan dan kemarahannya terhadap berbagai persoalan hukum dan politik di Indonesia.

Hal itu disampaikan Mahfud saat peluncuran buku yang memuat kumpulan tulisan dan gagasannya yang selama bertahun-tahun diterbitkan di Harian Kompas. Menurut Mahfud, penerbitan buku tersebut memiliki makna khusus karena turut mengingatkannya pada romantisme perjuangan aktivis prodemokrasi dan penegakan hukum sejak era 1980-an.

1. Menulis jadi kebanggaan aktivis era 1980-an

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menghadiri acara peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisannya sejak tahun 2000-an awal (3/6/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menghadiri acara peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisannya sejak tahun 2000-an awal (3/6/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Mahfud mengenang, pada masa menjadi mahasiswa hingga dosen muda, menulis di media cetak merupakan prestasi yang sangat prestisius di kalangan aktivis kampus. Banyak tokoh nasional yang tulisan dan pemikirannya menjadi rujukan generasi muda saat itu.

"Saya merasa senang atas penerbitan buku ini karena romantisme perjuangan gerakan pro demokrasi dan penegakan hukum. Jadi ketika saya masih mahasiswa di awal 80-an dan menjadi dosen muda di akhir 80-an, para aktivis itu merasa bangga dan merasa bermutu, itu kalau bisa nulis di Kompas," ujar Mahfud di hadapan tamu undangan yang hadir, kawasan Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).

Ia mengatakan, saat itu para aktivis selalu mengikuti tulisan para tokoh seperti Nurcholish Madjid, Gus Dur, Syafii Maarif, hingga Amien Rais yang rutin muncul di media massa.

"Sehingga punya mimpi gimana ya caranya saya bisa nulis di Kompas. Tahun 80-an tuh kan ada orang Nurcholish Madjid, Gus Dur, Syafii Maarif, Amien Rais selalu muncul di koran, gimana ya caranya saya kayak gitu," katanya.

Mahfud mengaku, kebahagiaannya luar biasa ketika tulisannya pertama kali dimuat. Dari sana, ia mulai rutin menulis dan menghasilkan ratusan artikel di berbagai media nasional.

2. Sebagian besar tulisan lahir dari kemarahan terhadap keadaan

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menghadiri acara peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisannya sejak tahun 2000-an awal (3/6/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menghadiri acara peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisannya sejak tahun 2000-an awal (3/6/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Dalam kesempatan itu, Mahfud secara terbuka mengakui banyak tulisannya muncul karena rasa marah terhadap berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Terlepas dari apapun isinya, yang nanti bisa dinilai sendiri, tapi hampir semua tulisan saya itu adalah kemarahan," kata Mahfud disambut tawa hadirin.

Menurutnya, kemarahan tersebut terutama muncul ketika melihat persoalan dalam dunia politik maupun penegakan hukum. Namun, ia menegaskan selalu berupaya mengulas persoalan tersebut dari sisi filosofi dan asas hukum, bukan sekadar perdebatan pasal.

"Kemarahan terhadap keadaan politik dan perkembangan hukum. Di saat-saat terjadi masalah di bidang politik, kan tidak semua masalah politik itu jelek. Tapi hukum juga begitu, tapi kalau terjadi masalah dalam penegakan hukum, saya marah. Lalu saya nulis," ujarnya.

"Tetapi kalau saya nulis biasanya selalu mengaitkan dengan filosofi dan asas hukumnya. Tidak bicara soal pasal-pasal karena kalau pasal-pasal itu pokrol juga bisa. Tidak harus belajar hukum jauh-jauh kalau cuma mau adu pasal itu. Tapi asas dan filosofi itu menjadi sangat penting," lanjut Mahfud.

Ia juga mengungkapkan tidak semua tulisan yang pernah dibuat akhirnya dimasukkan ke dalam buku tersebut. Sejumlah tulisan yang dianggap terlalu emosional atau tidak memiliki nilai teoritis sengaja disisihkan.

"Ketika saya ribut misalnya dengan Refly Harun masalah apa, membongkar mafia di MK, saya bilang ndak usah dimuat ini udah selesai. Ndak ada teorinya juga ini. Ini orang marah-marahan aja gitu," katanya.

3. Buku memuat isu hukum, politik, hingga relasi negara dan agama

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menghadiri acara peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisannya sejak tahun 2000-an awal (3/6/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD menghadiri acara peluncuran buku yang berisi kumpulan tulisannya sejak tahun 2000-an awal (3/6/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Mahfud menjelaskan, tulisan-tulisan yang dipilih dalam buku tersebut merupakan karya yang dinilai masih relevan dengan perkembangan hukum dan politik Indonesia hingga saat ini.

"Sehingga ini dipilih yang memang ya punya nilai-nilai aktual untuk setiap perkembangan politik dan hukum, insyaallah," ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu tema yang cukup banyak dibahas dalam buku itu adalah hubungan antara negara dan agama. Topik tersebut dinilai penting karena pernah menjadi isu yang memicu perdebatan luas di masyarakat.

"Termasuk masalah yang banyak saya tulis, masalah hubungan antara negara dan agama. Karena di masa-masa beberapa waktu lalu tuh kan pertentangan masalah negara dan agama, radikalisme, terorisme, itu sering muncul pada saat itu," kata Mahfud.

Menutup sambutannya, Mahfud menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Kompas yang menggagas penerbitan buku tersebut serta kepada para sahabat, akademisi, aktivis, seniman, dan tokoh masyarakat yang hadir dalam peluncuran buku.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya," ujar Mahfud.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More