Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ketahanan Energi RI Peringkat Kedua, Anggota DPR Sorot Transisi Energi

Ketahanan Energi RI Peringkat Kedua, Anggota DPR Sorot Transisi Energi
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya, Nurdin Halid. (Instagram.com/nh_nurdinhalid)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam ketahanan energi menurut JP Morgan, terutama di sektor minyak dan gas, menjadi momentum percepatan transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.
  • Kebijakan B50, E20, serta diversifikasi energi seperti DME dan CNG dinilai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan capaian ketahanan energi ini mendukung program swasembada energi pemerintahan Prabowo Subianto dengan target lifting minyak 610 ribu barel per hari pada 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Indonesia mencatat capaian strategis di sektor energi. Berdasarkan laporan JP Morgan, Indonesia menempati posisi kedua dunia sebagai negara dengan ketahanan energi terbaik, khususnya di sektor minyak dan gas.

Capaian ini dinilai bukan sekadar prestasi jangka pendek. Anggota DPR RI, Nurdin Halid, menegaskan momen ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transisi energi nasional menuju energi bersih dan berkelanjutan.

“Ke depan, kita tidak boleh berhenti. Ketahanan energi harus dibarengi dengan transisi menuju energi bersih agar Indonesia tidak hanya tahan krisis, tetapi juga kompetitif di masa depan,” kata dia kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

1. Kebijakan B50 dan E20 jadi terobosan sektor energi

Nurdin Halid mengukuhkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai kader Golkar. IDN Times/Asrhawi Muin
Nurdin Halid mengukuhkan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai kader Golkar. IDN Times/Asrhawi Muin

Nurdin menilai kebijakan B50 dan E20 sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat kemandirian energi. Program ini dinilai efektif mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyusun tiga strategi utama dalam diversifikasi energi. Strategi itu meliputi peningkatan produksi minyak dan gas domestik, penguatan biodiesel, serta pengembangan bahan bakar alternatif seperti bioetanol.

“Negara maju justru terpukul karena terlalu bergantung pada impor. Indonesia sekarang menunjukkan arah berbeda—memanfaatkan sumber daya sendiri sebagai kekuatan utama," kata dia.

Kebijakan ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah tekanan global.

2. Diversifikasi energi dinilai langkah strategis

1001050444.jpg
ilustrasi energi bersih terbarukan Pertamina (dok. Pertamina)

Selain biodiesel, pemerintah juga mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan dimethyl ether (DME) dan compressed natural gas (CNG) sebagai substitusi LPG impor.

Langkah ini dinilai strategis, terutama saat rantai pasok global mengalami ketidakpastian. Dalam laporan JP Morgan, ketahanan energi Indonesia juga ditopang oleh produksi batu bara domestik yang tinggi serta posisi sebagai eksportir utama batu bara termal dunia.

Indonesia juga tercatat sebagai produsen gas alam penting secara global, yang semakin memperkuat posisi dalam peta energi dunia.

Menurut Nurdin, capaian ini merupakan hasil kerja sistematis dari hulu hingga hilir.

“Ini bukan capaian yang datang tiba-tiba. Ada kerja sistematis dari hulu ke hilir yang dilakukan pemerintah. Saya melihat Menteri ESDM berhasil membaca situasi global dan menyiapkan Indonesia lebih tahan terhadap guncangan,” ujar Nurdin.

3. Bahlil: Ketahanan energi RI peringkat kedua dunia

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, pengakuan global ini menjadi fondasi penting bagi program swasembada energi nasional, yang masuk dalam agenda strategis pemerintahan Prabowo Subianto.

Menurutnya, ketahanan energi Indonesia ditopang oleh sektor migas yang terus dijaga performanya. Realisasi lifting minyak pada 2025 mencapai target APBN sebesar 605 ribu barel per hari (bph), dan ditingkatkan menjadi 610 ribu bph pada 2026.

Bahlil juga menekankan bahwa ketahanan energi memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan pertahanan negara.

"Kita harus bersyukur di bawah kepemimpinan Presiden Bapak Prabowo Subianto yang notabenenya adalah alumni TNI, Indonesia dinilai oleh JP Morgan itu menjadi negara terbaik kedua di dunia yang mempunyai ketahanan energi," kata Bahlil di Jakarta, Kamis (30/4).

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More