Menag Beberkan Capaian 2 Tahun Asta Cita Prabowo di Kementerian Agama

Kemenag melaporkan capaian dalam pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan keagamaan, reformasi birokrasi, dan kerukunan antarumat beragama.
Pengumpulan zakat dan wakaf disebut melampaui Rp49 triliun, sementara program pendidikan mendapat dukungan anggaran beasiswa dan tunjangan profesi.
Kemenag juga terlibat dalam penanganan bencana, dengan lebih dari 98 persen rumah ibadah terdampak yang tercatat kembali beroperasi.
Jakarta, IDN Times - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, memaparkan sejumlah capaian Kementerian Agama selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut mencakup pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, penguatan integritas birokrasi, hingga pemeliharaan kerukunan antarumat beragama.
Hal itu disampaikan Nasaruddin dalam paparannya bertajuk "2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat". Ia mengatakan, meski belum seluruh target tercapai, sejumlah program telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendapatkan apresiasi dari berbagai lembaga survei independen.
"Memang belum sepenuhnya dicapai, tetapi alhamdulillah, hal-hal yang sangat prinsip itu sudah menciptakan satu kesan positif dalam masyarakat, enggak elok menilai diri sendiri, tetapi kita lihat bahwa pemberian apresiasi pada berbagai macam survei ya yang sangat independen selalu menempatkan Kementerian Agama, beragama sebagai ya di papan ataslah," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers di Kemenag, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, program Kementerian Agama berkaitan dengan sejumlah agenda Asta Cita Prabowo, terutama pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, reformasi birokrasi, dan penguatan kehidupan beragama. Dalam pemberdayaan ekonomi, Kemenag mengoptimalkan potensi zakat, wakaf, serta berbagai sumber dana umat lainnya.
1. Beberkan capaian pengumpulan zakat dan wakaf

Konferensi Pers 2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat (IDN Times/Ilman Nafi'an) Nasaruddin menyebut, pengumpulan zakat dan wakaf telah mencapai lebih dari Rp49 triliun. Selain itu, Kemenag mengembangkan 32 pundi-pundi ekonomi umat, untuk memperkuat kemandirian masyarakat. Presiden Prabowo juga disebut mengapresiasi upaya tersebut dan merencanakan pembentukan pusat pemberdayaan ekonomi umat.
"Kita sedang menyaksikan betapa umat kita sedang ini berkiprah untuk memandirikan diri sendiri," ucap dia.
Di bidang pendidikan, Kemenag berupaya memperluas kesempatan belajar melalui pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya. Nasaruddin menyoroti capaian sejumlah madrasah yang mampu bersaing dengan sekolah umum, termasuk Madrasah Insan Cendekia dan beberapa madrasah aliyah negeri yang menempati posisi atas dalam penilaian pendidikan.
"Misalnya kita kenal Madrasah Insan Cendekia, ya, itu saya kira belum tertandingi sampai hari ini SLTA yang terbaik di Indonesia ini selama beberapa tahun," kata dia.
Kemenag juga menyalurkan bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Nasaruddin menyampaikan, sepanjang 2025–2026, anggaran sebesar Rp7 triliun disalurkan untuk program beasiswa bagi pelajar pesantren dan mahasiswa. Selain itu, lebih dari Rp50 triliun dialokasikan untuk tunjangan profesi guru dan dosen.
"Belum lagi perbaikan sarana, peningkatan pembelajaran digital, pembinaan prestasi, serta perluasan layanan bagi penyandang disabilitas ini juga kami memberikan perhatian khusus ya," ujar dia.
2. Beberkan tata kelola Kemenag

Konferensi Pers 2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat (IDN Times/Ilman Nafi'an) Dalam bidang tata kelola, Nasaruddin mengatakan Kemenag terus mendorong birokrasi yang bersih dan melayani. Kementerian juga menerima sejumlah penghargaan, termasuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta mengembangkan materi antikorupsi melalui berbagai perspektif agama. Digitalisasi layanan, keterbukaan informasi, manajemen talenta, dan integrasi sistem penggajian turut menjadi bagian dari pembenahan birokrasi.
Sementara itu, dalam aspek kerukunan umat beragama, Nasaruddin menyebut indeks kerukunan mencapai 78 persen. Ia menilai angka tersebut sebagai capaian tertinggi sejak Indonesia merdeka. Ia juga menyampaikan informasi mengenai posisi Jakarta yang disebut berada di urutan kedua setelah Singapura dalam pemeringkatan kerukunan yang dirujuknya.
"Berarti angka kerukunan umat beragama tertinggi semenjak semenjak Indonesia ini ada dan saya juga mendapatkan informasi dari Bapak Gubernur DKI Jakarta ya, terima kasih katanya karena alhamdulillah selama ini kita tidak pernah mendapatkan prestasi seperti itu," ucap dia.
3. Kemenag ikut terlibat dalam penanganan bencana

Konferensi Pers 2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag, Manfaat untuk Umat (IDN Times/Ilman Nafi'an) Kemenag turut terlibat dalam penanganan dampak bencana, termasuk gempa bumi, erupsi gunung berapi, dan banjir di sejumlah daerah. Nasaruddin menyebut lebih dari 98 persen rumah ibadah terdampak yang tercatat telah kembali beroperasi. Bantuan diberikan lintas agama, termasuk untuk memulihkan fasilitas ibadah dan pendidikan. Ia berharap berbagai program tersebut semakin mendekatkan masyarakat dengan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya sering mengatakan kepada teman-teman sebagai motivasi, ukuran keberhasilan Kementerian Agama itu bukan hanya berdasarkan angka-angka formal yang telah disusun ya, tetapi yang paling penting buat kita secara global bagaimana mendekatkan antara umat beragama dengan agamanya itu sendiri," tutur Nasaruddin.



















