- Mountain Ecosystem (Bromo Tengger Semeru, Rinjani dan Lorentz)
- Marine Ecosystem ( Wakatobi, dan Komodo)
- Iconic Species and High Carbon Value (Tanjung Puting, Ujung Kulon, Way Kambas)
- Lowland/Upland Ecosystem (Sebangau, Gunung Leuser)
- Karst Ecosystem (Manusela)
- Community Participation and access (Mutis Timau dan Memberamo Foja)
Menhut: 13 Taman Nasional Dikembangkan Jadi Kawasan Konservasi Dunia

- Menhut Raja Juli Antoni menetapkan 13 Taman Nasional sebagai proyek percontohan menuju kawasan konservasi berkelas dunia dengan skema pembiayaan inovatif dan prinsip keberlanjutan.
- Pendekatan 'ecology before tourism' diterapkan untuk memastikan kelestarian alam tetap utama, sambil mengembangkan ekowisata yang memberdayakan masyarakat sekitar taman nasional.
- Presiden Prabowo membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional, diketuai Hashim Djojohadikusumo, guna merevitalisasi serta melestarikan 13 taman nasional dalam enam kategori ekosistem.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, 13 Taman Nasional akan dijadikan proyek percontohan atau pilot project untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi berkelas dunia melalui skema pembiayaan inovatif.
Ia menjelaskan, pengelolaan Taman Nasional harus mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem perlindungan hutan.
“Hampir mustahil kita bisa menjaga Taman Nasional kita tanpa bantuan masyarakat. Jadi, idenya adalah bagaimana taman nasional kita ini dikelola secara profesional,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
1. Pendekatan ecology before tourism

Menhut juga menekankan pendekatan ecology before tourism dalam pengelolaan kawasan konservasi. Adanya Satgas ini disebut bukan untuk mengkomersialkan Taman Nasional, melainkan memprioritaskan kelestarian ekologi.
“Pendekatan yang kita dorong adalah menjaga dan melestarikan alam, sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat,” lanjutnya.
2. Tekad Presiden untuk revitalisasi dan melestarikan Taman Nasional

Pada kesempatan yang sama, Hashim Djojohadikusumo sebagai Ketua Satgas menyatakan, kehadirannya untuk mendukung kabinet Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan tugas, salah satunya terkait pengelolaan Taman Nasional.
Ia mengatakan, pengembangan Taman Nasional bukan hanya dilakukan pemerintah namun seluruh elemen masyarakat.
“Kehadiran saya sebagai ketua satgas bukan dari pemerintah, sesungguhnya mencerminkan tekad Bapak Presiden untuk benar-benar revitalisasi dan sekaligus menjaga melestarikan Taman Nasional yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia, Taman Nasional ini aset bangsa Indonesia,” ujar Hashim.
3. Daftar 13 Taman Nasional yang bakal dikembangkan, terbagi dalam 6 kategori

Berikut daftar 13 Taman Nasional yang bakal dikembangkan:
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional pada tanggal 16 April 2026.
Satgas ini diketuai oleh Hashim Djojohadikusumo, Wakil Ketua bidang Regulasi Raja Juli Antoni dan Wakil Ketua bidang Investasi Mari Elka Pangestu.


















