Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kronologi Jurnalis Indonesia yang Diculik Israel saat Misi Kemanusiaan

Kronologi Jurnalis Indonesia yang Diculik Israel saat Misi Kemanusiaan
Kapal Bantuan Kemanusiaan, Global Sumud Flotilla (GSF) Menuju Gaza. (x.com/turkishcentury).
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Lima WNI, termasuk empat jurnalis dan satu relawan, ditahan militer Israel saat ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza yang membawa bantuan untuk warga Palestina.
  • Armada GSF dicegat di perairan internasional dekat Siprus oleh kapal perang Israel, menyebabkan sekitar 100 aktivis dari berbagai negara ditahan dalam operasi tersebut.
  • Kementerian Luar Negeri RI mengecam keras tindakan Israel dan berkoordinasi dengan KBRI di Ankara, Kairo, serta Amman untuk memastikan keselamatan serta pemulangan para WNI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Empat jurnalis dan satu relawan asal Indonesia menjadi korban penahanan oleh militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza, Palestina. 

Insiden tersebut terjadi ketika armada kemanusiaan yang membawa bantuan untuk warga Gaza dicegat di perairan internasional dekat Siprus dan Mediterania Timur.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, mengatakan, dari sembilan orang WNI yang ikut dalam rombongan, lima orang tertangkap dan empat orang masih ada di beberapa tempat

 "Saya sudah komunikasi dengan Kemlu untuk segera melakukan pendekatan melalui jalur diplomasi, sampai sekarang belum bisa dipastikan posisi terkini dari sembilan orang. Lima orang tertangkap dan empat orang masih di beberapa tempat, nanti berita terbaru saya kabari," ujar Dudung saat dihubungi, Selasa (19/5/2026).

WNI yang dilaporkan ditangkap itu adalah jurnalis Republika, Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai, jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, serta jurnalis yang berkontribusi untuk iNewsTV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia, Rahendro Herubowo.

Selain itu, aktivis Andi Angga juga dilaporkan berada dalam daftar korban intersepsi militer Israel.

1. Misi kemanusiaan GSF menuju Gaza, Palestina

Begini Kronologi WNI yang Dicegat Israel saat Misi Kemanusiaan
Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. (commons.wikimedia.org/Alpha bakemono)

Menurut keterangan dari Relawan Global Peace Convoy (GPCI), Herman Budiyanto, terdapat sekitar 54 kapal yang berangkat dari Albatros Marina pada hari Kamis. Kapal tersebut menampung relawan dari berbagai negara, termasuk sembilan relawan dari Indonesia.

Warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi tersebut tersebar pada lima kapal yang berbeda. 

Dalam armada GSF, sejumlah relawan dan jurnalis asal Indonesia berada di kapal yang berbeda-beda. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa dan Ronggo Wirasanu berada di kapal Zapyro. Sementara itu, Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat berada di kapal Josef.

Di kapal Sabadad terdapat Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqsa dan Hendro Prasetyo dari SMART 171. Adapun jurnalis Republikaw, Bambang Noroyono, berada di kapal Boralize.

Sementara itu, kapal Ozgurluk membawa sejumlah jurnalis Indonesia, yakni jurnalis Republika Thoudy Badai Rifan Billah, jurnalis Tempo Andre Prasetyo Nugroho, serta Rahendro Herubowo yang diketahui berkontribusi untuk iNews TV, BeritaSatu, dan CNN Indonesia.

Dalam keterangan Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, kapal-kapal tersebut membawa solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia kepada warga Palestina yang menghadapi blokade, kelaparan, dan agresi tanpa henti selama berbulan-bulan. 

2. Israel cegat armada GSF di perairan internasional

Begini Kronologi WNI yang Dicegat Israel saat Misi Kemanusiaan
Tentara Israel tangkap WNI ( x / BBC Indonesia news )

Namun di tengah perjalanan, Armada GSF dicegat oleh militer Israel di sekitar perairan internasional Siprus, Mediterania. Sedikitnya, ada sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang disebut ikut ditahan dalam operasi tersebut. 

Koalisi GSF mengatakan, kapal perang Israel melakukan intersepsi dan menaiki kapal pada siang hari waktu setempat. 

“Kapal-kapal militer saat ini sedang mencegat armada kami dan pasukan Israel menaiki kapal pertama kami di siang bolong,” tulis pernyataan GSF yang diunggah di media sosial. 

Selain itu, menurut keterangan dari relawan GPCI, Herman Budiyanto, rombongan kapal GSF sempat dipantau langsung oleh kapal tentara Israel dan drone. Kapal militer tersebut sempat mendekat dan mengejar, namun kapal Zapyro yang dia naiki berhasil meloloskan diri.

Rombongan GSF, menurut Herman, menggunakan strategi untuk menghindari kapal militer Israel. Salah satunya adalah dengan menyebar ke berbagai sisi dan akan kembali bertemu di titik yang ditentukan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Yvonne Mewengkang, mengatakan, ada 10 kapal yang telah ditangkap oleh militer Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. 

Namun, Yvonne menambahkan, status dari kapal yang ditumpangi oleh jurnalis Republika, Bambang, belum diketahui dan tidak dapat dihubungi.

3. Video SOS para jurnalis mulai beredar

Begini Kronologi WNI yang Dicegat Israel saat Misi Kemanusiaan
Daftar relawan dan jurnalis tergabung dalam pelayaran kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza, Palestina. (IDN Times/Istimewa).

Beberapa jurnalis asal Indonesia yang berada di dalam kapal kemanusiaan itu sempat mengirimkan video SOS terkait situasi di dalam kapal dan meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia.

Jurnalis yang diketahui mengirim video adalah jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, serta jurnalis Tempo, Andre Nugroho. Video tersebut diunggah oleh akun media sosial masing-masing media tempat mereka bekerja.

Mereka mengirimkan pesan apabila video tersebut ditemukan, mereka  meminta agar informasi itu disampaikan kepada pemerintah Indonesia bahwa mereka sedang diculik oleh tentara Israel dan memohon untuk segera diselamatkan. 

4. Langkah dari Kemlu untuk menyelamatkan WNI

Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang.
Juru Bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Yvonne mengatakan, Kemlu mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal-kapal GSF.

Dia mengatakan, Kemlu mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Sebagai langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan para WNI, Yvonne mengatakan, Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi WNI yang berada dalam rombongan tersebut. 

Yvonne mengatakan, pemerintah akan menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi perlindungan dan percepatan proses pemulangan jika diperlukan.  

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More