Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Dasco: Banyak Kerja Lapangan

Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Dasco: Banyak Kerja Lapangan
Wakil Ketua BGN Nanik S Deyang bicara pencapain MBG selama 2025. (IDN Times/Amir Faisol)
Intinya Sih
  • Pemerintah menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana, dengan Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala baru.
  • Sufmi Dasco Ahmad menilai Nanik memiliki kinerja lapangan yang kuat, termasuk menutup dapur Makan Bergizi Gratis yang tidak memenuhi ketentuan.
  • Pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah evaluasi pemerintah terkait kurangnya koordinasi lintas kementerian, dan DPR RI berencana memanggil pimpinan baru untuk membahas rencana kerja program MBG.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengapresiasi keputusan pemerintah mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana.

Selain Dadan, Prabowo mencopot Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya dari posisi Wakil Kepala BGN. Posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Nanik sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Menurut Dasco, Nanik banyak memberikan hasil kerja nyata di lapangan, salah satunya menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tak memenuhi ketentuan.

“Bu Nanik ini banyak melakukan kerja-kerja lapangan, melakukan monitoring-monitoring lapangan, dan juga banyak sudah menutup dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat di lapangan,” tutur Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.

Dia membeberkan, alasan pemerintah mencopot Dadan salah satunya adalah kurangnya koordinasi lintas kementerian dalam proses eksekusi program MBG.

“Ya tadi kalau mendengar penjelasan dari Menteri Sekretaris Negara ada hal-hal evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini menyangkut tata kelola, dan kemudian kerja sama lintas kementerian yang kemudian dirasa kurang,” ujar Dasco.

Dasco enggan membeberkan alasan lainnya yang melatarbelakangi perombakan pimpinan BGN. Dia mengatakan, dari sisi DPR RI, Komisi IX juga telah memberikan evaluasi secara tertulis terkait kinerja BGN kepada pemerintah.

“Sebenarnya banyak evaluasi-evaluasi tetapi memang ini masukan-masukan dilakukan langsung kepada pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara, masukan-masukan dari Komisi IX itu dibikin secara tertulis mengenai apa-apa yang kemudian dirasakan perlu diperbaiki dan ditingkatkan di BGN,” kata Dasco.

Dalam waktu dekat, DPR RI akan memanggil jajaran pimpinan BGN yang baru untuk membahas rencana kerja program MBG ke depannya.

“Saya pikir Komisi IX akan segera melakukan koordinasi untuk mengetahui planning dari pimpinan BGN yang baru, untuk memperbaiki, dan kemudian untuk lebih membuat tata kelola di BGN ini lebih bagus,” ucap Dasco.

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More