NasDem Tegaskan Merger Bareng Gerindra Belum Dibahas Mendalam

- Saan Mustopa menegaskan wacana merger NasDem dan Gerindra masih sebatas ide, belum ada pembahasan mendalam karena banyak aspek yang perlu dikaji bersama.
- NasDem saat ini fokus pada konsolidasi internal dan pembentukan struktur partai hingga tingkat RT menjelang Pemilu 2029, sehingga isu fusi belum menjadi prioritas utama.
- Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Subianto di Hambalang disebut sebagai bentuk komunikasi politik untuk memperkuat dukungan NasDem terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.
Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai NasDem Saan Mustopa angkat bicara terkait isu merger NasDem dengan Gerindra. Menurut dia, sebagai sebuah wacana, gagasan tersebut sah-sah saja.
Dia mengatakan, ada banyak aspek yang harus digodok bersama untuk mencapai satu pemikiran yang sama sebelum kedua partai dilebur. Sebab, dia mengatakan, sebuah partai merupakan perwujudan dari idealisme, ideologi, dan gagasan cita-cita para pendirinya.
"Sekali lagi ide gagasan wacana terkait dengan fusi itu hal yang biasa sebagai sebuah wacana sebagai sebuah ide sebagai sebuah gagasan. Tinggal bagaimana dikontekstualisasikannya banyak hal yang perlu dipikirkan," kata Saan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).
1. Belum ada pembahasan mendalam di internal NasDem

Kendati demikian, Saan mengatakan, wacana merger kedua partai belum dibahas secara mendalam karena saat ini partainya sibuk melakukan konsolidasi di internal. NasDem, lanjut dia, masih sibuk mengonsolidasikan internal partai, termasuk membangun struktur partai, konsolidasi partai baik tingkat nasional dan tingkat wilayah menjelang Pemilu 2029.
"Kita lagi mengintensifkan terkait konsolidasi dan pembentukan struktur partai sampai ke tingkat RT. Jadi itu fokus kita hari ini kan gitu loh. Jadi terkait soal wacana apa fusi itu, itu belum menjadi apa pembicaraan di internal secara apa lebih mendalam," kata Wakil Ketua DPR RI itu.
2. NasDem dukung pemerintahan Prabowo

Saan tak menampik soal pertemuan Paloh dan Prabowo di Hambalang. Namun, ia mengaku belum mengetahui pasti topik pembahasan dalam pertemuan kedua pimpinan partai.
Namun, pertemuan itu juga didasari karena posisi NasDem yang telah berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"NasDem dalam setiap langkah politiknya tentu bagaimana berusaha semaksimal mungkin agar apa yang menjadi agenda khususnya program prioritas dan juga program-program strategis dari pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Pak Prabowo kita berusaha secara maksimal agar agenda-agenda tersebut berjalan dengan baik dan sukses," kata Saan.
3. Untuk menyatakan dukungan NasDem ke pemerintah

Saan mengatakan, pertemuan Surya Paloh dan Prabowo di Hambalang bagian dari upaya memperkuat komunikasi politik dalam koalisi pemerintahan.
Ia mengatakan, komunikasi dalam bentuk silaturahmi maupun pertemuan antar pimpinan partai koalisi adalah hal yang lazim dilakukan. Hal tersebut penting guna menjaga soliditas dan memastikan arah kebijakan pemerintah tetap sejalan dengan visi bersama.
“Komunikasi dalam bentuk silaturahmi atau pertemuan itu hal yang lazim dilakukan antara pimpinan partai koalisi dengan Presiden. Tadi untuk menyamakan berbagai pandangan, persepsi, bahkan juga untuk memberikan dukungan yang lebih maksimal lagi,” ujar Saan.

















