Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Panitia SPAN-PTKIN 2026 Perkuat Integritas Pakai 13 Inovasi, Apa Saja?

Panitia SPAN-PTKIN 2026 Perkuat Integritas Pakai 13 Inovasi, Apa Saja?
Panitia SPAN-PTKIN 2026 Perkuat Integritas Pakai 13 Inovasi (dok. Kemenag)
Intinya Sih
  • Kemenag umumkan pembaruan SPAN-PTKIN 2026 dengan fokus pada transparansi, integrasi data nasional, dan kemitraan lintas lembaga untuk memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan.
  • Seleksi tahun ini menambahkan evaluasi kesehatan mental peserta serta melibatkan Guru BK dan Kanwil Kemenag guna memastikan pendampingan pendaftaran berjalan optimal.
  • Terdapat 13 inovasi baru, termasuk dasbor digital pemantauan sekolah, penyelarasan data TKA dan SNPMB, serta perbaikan sistem verifikasi rapor dan rumus penilaian seleksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menyampaikan sejumlah pembaruan untuk jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2026. Pembaruan itu bertujuan memperkokoh transparansi, memperluas jangkauan pendidikan, serta mengoptimalkan penyelarasan data secara nasional.

Ketua Panitia SPAN-PTKIN 2026, Prof. Abdul Aziz, menjelaskan fokus perubahan tahun ini terletak pada kemitraan lintas lembaga dan perbaikan sistem seleksi. Sinergi bersama Pusmendik Kemendikdasmen, penyatuan data dengan SNPMB, serta sinkronisasi TKA menjadi bagian penting dari langkah ini.

"Tahun ini kami melakukan penguatan fundamental, mulai dari pembaruan metode verifikasi rapor hingga integrasi data berskala nasional. Kami ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki peluang yang adil melalui sistem yang transparan," ujar Aziz dilansir dari laman resmi Kemenag, Minggu (5/4/2026).

1. Ada tes kesehatan mental

Panitia SPAN-PTKIN 2026 Perkuat Integritas Pakai 13 Inovasi, Apa Saja?
Ilustrasi orang dengan gangguan mental bipolar (freepik.com/freepik)

Di luar urusan teknis, skema seleksi 2026 turut menyertakan aspek kesehatan mental peserta sebagai kriteria tambahan. Evaluasi ini berguna melihat kesiapan batin para calon mahasiswa dalam menjalani masa perkuliahan.

Selain itu, keterlibatan Guru Bimbingan Konseling (BK) se-Indonesia dan Kantor Wilayah Kemenag turut diperkuat demi kelancaran pendampingan pendaftaran.

Pada ranah pengelolaan, panitia menghadirkan dasbor pemantauan langsung untuk melihat perkembangan data sekolah, angka pendaftar, dan distribusi di setiap kampus. Mekanisme penilaian juga diperbarui lewat penyempurnaan rumus pemberian skor, serta perhitungan indeks sekolah secara lebih presisi.

2. Pembaruan sistem merupakan komitmen Kemenag hadirkan PTIKN berkualitas

Panitia SPAN-PTKIN 2026 Perkuat Integritas Pakai 13 Inovasi, Apa Saja?
Potret gedung UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (uin-suka.ac.id)

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kemenag, Sahiron, mengatakan pembaruan ini merupakan komitmen Kemenag dalam menjaga kualitas alumni perguruan tinggi Islam. Tercatat, ada 13 inovasi yang dilakukan.

"Keterlibatan berbagai pihak, Kanwil, Direktorat KSKK, Direktorat Pontren, dan Direktorat PTKI, menunjukkan bahwa seleksi ini adalah kerja kolaboratif untuk menjaring talenta terbaik dari Madrasah, Pesantren, maupun Sekolah Umum. Pembaruan metode seleksi berbasis pemerataan satuan pendidikan akan meminimalisir kesenjangan akses antarwilayah," kata Sahiron.

3. Daftar inovasi SPAN-PTKIN 2026

Panitia SPAN-PTKIN 2026 Perkuat Integritas Pakai 13 Inovasi, Apa Saja?
Gedung UIN Ar-Raniry Aceh (ptl.uin.ar-raniry.ac.id)

Berikut 13 daftar inovasi SPAN-PTKIN 2026:

  1. Kerja sama dengan Pusmendik Kemendikdasmen RI.
  2. Sinergi antara Direktorat KSKK, Direktorat Pontren, dan Direktorat PTKI Kemenag RI.
  3. Partisipasi aktif Guru BK di seluruh wilayah Indonesia.
  4. Peran serta Kantor Wilayah Kementerian Agama.
  5. Dasbor digital untuk memantau sekolah, pendaftar, dan PTKIN.
  6. Evaluasi kondisi kesehatan mental calon mahasiswa.
  7. Sistem seleksi yang mengedepankan pemerataan bagi setiap jenis sekolah.
  8. Penyelarasan data melalui Tes Kompetensi Akademik (TKA).
  9. Integrasi data bersama sistem SNPMB.
  10. Perbaikan proses verifikasi nilai rapor serta prestasi akademik maupun non-akademik dan tahfiz.
  11. Pemutakhiran sistem dan rumus penilaian hasil seleksi.
  12. Penggunaan formula baru untuk perhitungan Indeks Sekolah.
  13. Pengumpulan data minat siswa di bawah naungan Kemenag RI terhadap PTKIN.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More