Pemkab Bogor Targetkan 90 Persen Dapur MBG Rampung Januari 2026

- Bupati Bogor targetkan 90 persen dapur MBG rampung pada Januari 2026
- Bupati Bogor minta privilege khusus saat proses perizinan
- Mayoritas dapur sudah beroperasi, BGN terus beri pendampingan teknis
Bogor, IDN Times – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di awal 2026. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan 90 persen dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni 261 dari target 290 dapur di seluruh wilayahnya pada Januari 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Rudy saat memimpin Rapat Percepatan Pembangunan Dapur MBG bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan jajaran terkait di Pendopo Bupati Bogor, Selasa (12/11/25). Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, dianggap memiliki urgensi khusus dalam menyukseskan program MBG.
Rudy menetapkan target ambisius, yaitu minimal 90 persen dari total Dapur MBG (SPPG) harus sudah beroperasi pada awal 2026. Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Bogor akan mempercepat seluruh proses administrasi dan perizinan.
“Kita siap bekerja keras agar Januari nanti minimal 90 persen dapur sudah beroperasi, ini tanggung jawab kita bersama,” kata Rudy.
1. Meminta privilege khusus di tengah proses perizinan

Dalam rapat tersebut, Rudy menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan permintaan agar proses perizinan serta administrasi dipermudah. Ia menyebut, Pemkab Bogor perlu diberikan privilege atau keistimewaan khusus, mengingat wilayahnya yang sangat luas dan padat penduduk.
Perizinan melalui Dinas Kesehatan dan proses verifikasi lokasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi fokus utama yang didorong, agar dipercepat tanpa mengabaikan standar kualitas.
"Pentingnya memberikan privilege khusus bagi Kabupaten Bogor, mengingat wilayah ini memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia," kata Rudy.
2. Jangkauan program MBG bukan hanya siswa sekolah

Rudy menegaskan program MBG tidak hanya menyasar siswa di sekolah. Program ini memiliki jangkauan yang lebih luas, sebagai upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan. Sasaran utama program MBG di Kabupaten Bogor juga mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok masyarakat rentan gizi lainnya.
“Program ini program baik, program mulia. Pemerintah Kabupaten Bogor siap berlari bersama BGN, Polri, TNI, Kejaksaan, dan seluruh masyarakat, supaya seluruh anak-anak Kabupaten Bogor pada tahun 2026 sudah bisa menikmati makan bergizi gratis,” kata dia.
3. Mayoritas dapur sudah beroperasi, BGN terus beri pendampingan teknis

Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Tito, menyampaikan kabar baik terkait progres di lapangan. Dari total 290 SPPG, sebanyak 197 SPPG sudah beroperasi dan 93 lainnya masih tahap persiapan. Proses percepatan ini melibatkan kerja sama erat antara BGN dan Pemkab, yang dilanjutkan dengan pendampingan teknis langsung di lokasi.
“Pendampingan ini mencakup konsultasi dan arahan teknis agar pembangunan dan pengoperasian SPPG di Kabupaten Bogor berjalan sesuai standar yang ditetapkan,” jelas Tito.


















