Pemprov DKI Jakarta Buka Lahan Baru untuk Makam Korban Virus Corona

Jakarta, IDN Times - Sebuah video mengenai seseorang yang tengah membuka lahan untuk pemakaman beredar viral di media sosial. Orang dalam video tersebut berujar bahwa ia tengah membuka lahan di sebuah tempat pemakaman yang ada di Jakarta untuk korban COVID-19 atau virus corona.
"Buat yang bandel dan ndablek ya terserah. Kita sudah sediakan ini lokasi nih lumayan buat seribu orang lebih, tahap pertama dan kedua sudah penuh. Buat saudara-saudaraku yang demen banget langgar PSBB, yang suka bepergian ke mal, ke bandara dan ke tempat ramai ujung-ujungnya kemari," kata orang yang tak diketahui identitasnya tersebut.
1. Pemprov DKI Jakarta benarkan video Viral tersebut

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pemakaman Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Pemprov DKI Jakarta Siti Hasni membenarkan hal ini. Dia menyebut, lahan ini dibuka di lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
"Itu di TPU Pondok Ranggon karena enggak ada lahan lain lagi," ujarnya.
Sayangnya, Siti enggan membeberkan lebih lanjut mengenai pembukaan lahan tersebut.
2. Pemakaman dengan protap COVID-19 empat hari terakhir menurun

Hingga Rabu (20/5), Pemprov DKI Jakarta mencatat ada 2.226 orang yang dimakamkan dengan protap COVID-19 sejak kasus kematian pertama pada Kamis (5/3) lalu.
Pada Minggu (17/5), ada penambahan sebanyak 34 orang yang dimakamkan dengan protap COVID-19. Jumlah tersebut lebih tinggi dari sehari sebelumnya yakni 10 kasus.
Pada Senin (18/5), angka kasus yang dimakamkan dengan protap COVID-19 mulai menurun. Pada hari itu terdapat 30 orang yang dimakamkan, kemudian pada Selasa (19/5) ada 28 orang, dan semakin menurun pada Rabu (20/5) dengan hanya mencapai 17 orang yang dimakamkan dengan protokol khusus.
3. Ada 6.220 orang positif COVID-19 di Jakarta

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati memaparkan, pada Kamis (21/5) ini, sebanyak 1.536 orang dinyatakan telah sembuh, dari total 6.220 orang positif, dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 498 orang.
“Sebanyak 1.955 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 2.231 orang melakukan self isolation di rumah,” jelasnya.



















