Jakarta, IDN Times - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi dari tahun ke tahun terus naik. Ini membuat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, salah satunya memilih untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Banyuwangi di Taman Blambangan, Sabtu (2/4/2026) yang diikuti ribuan pelajar dan guru.
IPM Terus Meningkat, Banyuwangi Jadi Lokasi Peringatan Hardiknas 2026

- IPM Banyuwangi terus meningkat dari 72,62 pada 2021 menjadi 75,17 pada 2025, menjadikannya salah satu daerah dengan IPM tertinggi di Jawa Timur.
- Peringatan Hardiknas 2026 digelar di Taman Blambangan Banyuwangi dengan ribuan pelajar menampilkan pertunjukan kolosal Kuntulan Ewon yang memadukan seni tari dan musik tradisional.
- Bupati Ipuk menyampaikan apresiasi atas pemilihan Banyuwangi sebagai tuan rumah Hardiknas dan menegaskan pentingnya pendidikan yang memadukan akademik dengan potensi seni serta budaya lokal.
Angka IPM di Banyuwangi menunjukkan tren positif yang meningkat setiap tahunnya. Pada 2025 IPM Banyuwangi sebesar 75,17, meningkat dari 2024 sebesar 74,3. Angka ini juga meningkat dari 73,79 (2023), 73,15 (2022), dan 72,62 (2021).
1. Banyuwangi memiliki sejumlah program kreatif dan inovatif

Angka ini menjadikan Banyuwangi dengan salah satu IPM tinggi di Jawa Timur, bahkan tertinggi di kawasan Sekarkijang.
"Itu sebuah capaian yang sangat bagus, dan tadi juga saya berbincang dengan Ibu Bupati sebelum acara dimulai. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan, terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan. Karena itu, hari ini saya mengikuti peringatan Hardiknas bersama Forkopimda Banyuwangi, yang berlangsung khidmat dan sangat meriah," kata Mu'ti.
Banyuwangi memiliki sejumlah program kreatif yang berupaya agar anak usia sekolah untuk tetap sekolah. Sebut saja Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang berfokus menjaring anak putus sekolah dan membantunya kembali ke bangku sekolah melalui berbagai skema. Lalu ada Siswa Asuh Sebaya, dimana siswa yang secara ekonomi lebih menyisihkan uang sakunya lalu dikumpulkan untuk membantu kebutuhan siswa yang tidak mampu secara ekonomi. Seperti membelikan sepeda, kacamata, hingga kebutuhan sekolah bahkan siswa dari sekolah lainnya.
2. Perayaan Hardiknas dengan kegiatan seni budaya

Di Banyuwangi peringatan Hardiknas dikemas selain upacara, juga digelar Kuntulan Ewon yang diikuti oleh 1.060 pelajar mulai dari SD hingga SMA. Mereka berkolaborasi dengan seniman dan budayawan, menyajikan pertunjukan kolosal kesenian tradisional yang memadukan unsur tari dan musik rebana oleh seribu lebih siswa di Banyuwangi.
Menurut Mendiknasmen, dengan melibatkan siswa dalam kegiatan seni budaya seperti ini, akan membentuk karakter siswa yang kuat dan unggul. "Ini sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat," kata Mu'ti.
3. Apresiasi dari Pemkab Banyuwangi

Sementara Bupati Ipuk berterima kasih pada Mendikdasmen yang memilih Banyuwangi untuk memperingati Hardiknas. "Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Mentri beserta jajaran yang telah melaksanakan Upacara Hardiknas di Banyuwangi," kata Ipuk.
Bagi Banyuwangi pendidikan tidak hanya tentang dunia akademik, namun bagaimana memadukan potensi anak baik di bidang seni, budaya, dan beragam potensi lainnya. "Inilah yang membuat Banyuwangi melibatkan pelajar dalam tiap agenda seni dan budaya, termasuk salah satunya Kuntulan Ewon saat ini," ujar Ipuk. (WEB)
















