Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pihak Keamanan Tidak Tahu Ada Pengibaran Bendera Bulan Bintang

Pihak Keamanan Tidak Tahu Ada Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Pengibaran Bendera Bulan Bintang oleh simpatisan dan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Banda Aceh, IDN Times - Bendera Bulan Bintang berkibar pada sebuah tiang kayu di halaman Masjid Raya Baiturrahman, di Kota Banda Aceh, Aceh, pada Jumat (4/12/2020). Tak jauh dari situ, Bendera Merah Putih juga berkibar lebih tinggi di tiang besi berwarna putih.

Pengibaran tersebut dilakukan sebagian warga Aceh terutama dari simpatisan maupun eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka untuk memperingati lahirnya organisasi yang dibentuk oleh Hasan Muhammad Di Tiro atau dikenal dengan Hasan Di Tiro, pada 4 Desember 1976 silam.

Bendera yang masih belum diakui oleh Pemerintah Pusat tersebut, sempat berkibar beberapa menit sebelum akhirnya diturunkan setelah massa dan pihak keamanan berdialog.

“Tadi hanya sebentar berkibar habis itu mereka menurunkan lagi,” kata Komandan Distrik Militer 0101/BS, Letnan Kolonel Infanteri Abdul Razak Rangkuti ketika dijumpai di lokasi pengibaran Bendera Bulan Bintang, Jumat (4/12/2020).

1.Massa hanya membacakan ikrar dan menyampaikan bahwa Bulan Bintang bukan bendera sparatis

Pengibaran Bendera Bulan Bintang oleh simpatisan dan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)
Pengibaran Bendera Bulan Bintang oleh simpatisan dan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Abdul Razak menyampaikan, bendera yang sempat berkibar itu kemudian diturunkan sendiri oleh massa usai dijumpai pihaknya dan para kombatan membacakan ikrar bahwa bendera itu bukanlah milik sparatis.

Meskipun demikian, ia tetap memberikan pencerahan kepada massa bahwa sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 77 tahun 2007 tentang Lambang Daerah yang mengatur tentang logo, bendera, bendera jabatan kepala daerah, dan himne.

“Mereka mengeluarkan ikrar bahwa mereka bukan bendera saparatis, tetapi saya sudah sampaikan tidak ada bendera selain bendera merah putih. Mereka menyepakati sehingga mereka kemudian menurunkan benderanya dan menyampaikan aspirasinya saja. Bahwa mereka tetap di bawah naungan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” ujarnya.

2.Tidak ada terjadi kekacauan maupun kerusuhan yang serius

Pengibaran Bendera Bulan Bintang oleh simpatisan dan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)
Pengibaran Bendera Bulan Bintang oleh simpatisan dan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Suasana tegang sempat terjadi ketika pihak keamanan meminta kepada massa untuk menurunkan Bendera Bulan Bintang yang kemudian ditolak oleh para simpatisan maupun eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka tersebut.

“Tidak ada sempat rusuh, namun hanya salah perngertian. Tadi waktu saya masuk, mereka hanya mengatakan, pak, kami hanya menyampaikan aspirasi pak,” tiru Abdul Razak.

3.Pihak keamanan akui kecolongan sehingga Bendera Bulan Bintang berkibar di halaman Masjid Raya

Pengibaran Bendera Bulan Bintang oleh simpatisan dan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)
Pengibaran Bendera Bulan Bintang oleh simpatisan dan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh (IDN Times/Saifullah)

Bendera Bulan Bintang yang dikibarkan simpatisan maupun eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka di halaman Masjid Raya pagi tadi, diakui awalnya tidak diketahui sama sekali oleh pihak keamanan.

“Sebelumnya tidak ada pemberitahuan. Tadi kita sama-sama kaget, apalagi mau jumatan dan ternyata ini 4 Desember,” ungkap komandan Distrik Militer 0101/BS.

4.Massa diminta bubar untuk mencegah penyebaran COVID-19

Bendera Bulan Bintang berkibar tak jauh dari Bendera Merah Putih di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda (IDN Times/Saifullah)
Bendera Bulan Bintang berkibar tak jauh dari Bendera Merah Putih di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda (IDN Times/Saifullah)

Tak hanya itu, massa yang diminta bubar oleh pihak keamanan sebenarnya dikatakan komandan Distrik Militer 0101/BS, untuk mencegah penyebaran serta bertambahnya jumlah kasus Virus Corona atau COVID-19. Mengingat, ketika aksi pengibaran bendera, massa tampak berkerumun.

“Protokol kesehatan, kita ketahui bahwa di Aceh ini sudah masuk dalam 12 wilayah yang diwaspadai. Jangan nanti seperti di Jakarta yang kita dengar, meningkat. Maka kita tetap bagaimana kerumuman itu kita pecahkan,” kata Abdul Razak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
Muhammad Saifullah
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest in News

See More

Momen Haru, Prabowo Cium Kepala Bayi Prajurit TNI yang Gugur

05 Apr 2026, 00:21 WIBNews