Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta-Fakta Serangan AS-Israel ke Rumah Eks Menlu Iran Penasihat Khamenei

Fakta-Fakta Serangan AS-Israel ke Rumah Eks Menlu Iran Penasihat Khamenei
Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharazi (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Mantan Menlu Iran Kamal Kharazi terluka parah akibat serangan udara AS-Israel yang menghantam rumahnya di Teheran, sementara istrinya dilaporkan tewas di lokasi kejadian.
  • Kharazi, eks penasihat urusan luar negeri untuk Ali Khamenei, sebelumnya tengah memediasi negosiasi antara Iran dan AS dengan dukungan Pakistan sebelum insiden tragis tersebut terjadi.
  • Perang AS-Israel melawan Iran telah berlangsung 34 hari dengan korban jiwa warga Iran melebihi dua ribu orang, disertai saling serang rudal antara Teheran dan Tel Aviv.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Luar Negeri Iran, Kamal Kharazi, mengalami luka serius akibat serangan udara dari Amerika Serikat (AS) dan Israel. Serangan tersebut menghantam kediaman pribadinya di ibu kota Teheran pada hari Rabu (1/4/2026).

Sementara itu, istri Kharazi dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Insiden ini menambah daftar pejabat tinggi Iran yang menjadi target serangan AS.

1. Rumah Kharazi berada di dekat fasilitas IRGC

Ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/sina drakhshani)
Ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/sina drakhshani)

Menurut surat kabar Iran, Shargh dan Etemad, serangan AS menghantam kediaman Kharazi yang terletak di kawasan elite Ajouraniyeh. Hingga berita ini ditulis, belum ada kejelasan apakah AS-Israel memang secara spesifik menargetkan Kharazi atau fasilitas di dekatnya.

Pasalnya, sebuah bangunan di sekitar lokasi kejadian digunakan sebagai kantor yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Bangunan itu juga terhubung dengan sebuah perusahaan farmasi yang telah diserang sehari sebelumnya.

"Serangan ini tampak seperti upaya pembunuhan terhadap mantan menteri luar negeri, Kamal Kharazi. Kami tidak tahu mengapa dia menjadi sasaran. Dia terluka parah, dan istrinya tewas," ujar jurnalis Al Jazeera, Mohamed Vall.

2. Kharazi pernah menjadi penasihat untuk Khamenei

Mantan Presiden Iran Mohammad Khatami (kiri), mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei (tengah) dan Mantan Menteri Luar Negeri Iran Kamal Kharrazi
Mantan Presiden Iran Mohammad Khatami (kiri), mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei (tengah) dan Mantan Menteri Luar Negeri Iran Kamal Kharrazi (Khamenei.ir, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Kharazi yang kini berusia 81 tahun pernah menjabat sebagai menteri luar negeri Iran dari 1997 hingga 2005. Saat itu, ia bekerja di bawah kabinet pemerintahan mantan Presiden Iran Mohammad Khatami yang beraliran reformis.

Kharazi kemudian mendapatkan kepercayaan untuk menjadi penasihat urusan luar negeri bagi mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Ia tetap memegang peran krusial di dewan strategis nasional bahkan setelah Khamenei gugur pada hari pertama pecahnya perang.

Sebelum insiden ini, Kharazi dilaporkan sedang merintis upaya negosiasi antara pemerintah Iran dan AS. Mediasi ini kabarnya difasilitasi oleh pemerintah Pakistan.

Kharazi juga dilaporkan sedang mengatur jadwal pertemuan tatap muka antara pejabat senior Iran dan Wakil Presiden AS JD Vance. Sebelumnya, ia pernah mengkritik Trump yang dinilai tidak bisa dipercaya.

"Trump telah menipu orang lain dan tidak menepati janjinya, dan kami mengalami hal ini dalam dua kali negosiasi, saat kami sedang bernegosiasi, mereka menyerang kami," kata Kharazi kepada CNN.

3. Perang memasuki hari ke-34

pasukan Garda Revolusi Iran
pasukan Garda Revolusi Iran (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Perang AS-Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-34 dengan intensitas tak kunjung surut. Serangan udara AS dilaporkan menjangkau fasilitas di wilayah Isfahan dan Shiraz pada Kamis pagi.

Total korban jiwa di pihak warga Iran diperkirakan sudah melampaui angka 2 ribu orang terhitung sejak akhir Februari lalu. Operasi militer ini telah menewaskan sejumlah komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran.

Teheran merespons serangan dengan meluncurkan gelombang rudal ke Israel. Serangan terbaru Iran melukai sedikitnya empat warga di Bnei Brak, serta 14 orang secara total di sekitar Tel Aviv.

Presiden AS Donald Trump mengklaim pihaknya telah mencapai hampir semua tujuan perangnya dan Iran semakin terbuka untuk berdialog. Namun, pejabat Iran segera membantah klaim ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More