Pimpinan UI Diminta Bijaksana Sikapi Kritikan BEM UI pada Jokowi

Jakarta, IDN Times - Ketua Institut Harkat Negeri (IHN) Sudirman Said menanggapi terkait pemanggilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) soal kritikan terhadap Presiden Jokowi. Sebelumnya, BEM UI memang menyampaikan kritiknya kepada Jokowi melalui poster The King of Lips Service yang diunggah di akun Twitter @BEMUI_Official.
Menyoal pemanggilan BEM UI ini, Sudirman meminta agar pimpinan UI harus bijaksana dalam menyikapi pandangan kritis mahasiswanya tersebut.
“Suara kampus hendaknya disikapi sebagai suara nurani. Terlebih sikap mahasiswa yang merupakan kader masa depan bangsa. Semoga Pimpinan UI cukup bijaksana menyikapi ungkapan kepedulian para aktivis mahasiswanya,” kata Sudirman dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/6/2021).
1. Sudirman katakan mahasiswa merupakan kelompok kritis yang memantau kebijakan pemerintah

Sudirman menyampaikan, mahasiswa sejak dulu merupakan kelompok kritis yang memantau kebijakan pemerintah. Bahkan, kata Sudirman, sejak Indonesia belum merdeka, kelompok terpelajar tersebut selalu menjadi pelopor perjalanan bangsa.
“Pasca kemerdekaan peran mahasiswa kembali hadir di tahun 1965, menjaga kelurusan arah negara. Begitupun di tahun 1998 mahasiswa lah tulang punggung utama reformasi,” ujar Sudirman.
2. Sudirman sebut pemerintah harusnya berterima kasih karena mahasiswa kritis

Mantan Menteri ESDM ini menuturkan bahwa pemerintah seharusnya berterima kasih karena mahasiswa bersikap kritis. Menurut dia, itu berarti fungsi kontrol masih berjalan dengan baik.
“Itu artinya ada hal-hal yang harus diluruskan dalam perjalanan negara dan bangsa. Jangan malah ditekan-tekan yang akan mematikan daya kritis dan kreativitas mereka,” jelas Sudirman.
3. Kritik BEM UI berakhir dengan panggilan pimpinan kampus

Sebelumnya, kritikan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kepada Presiden Jokowi melalui meme atau poster di Twitter, ditanggapi dengan panggilan pimpinan kampus.
Rektorat UI melayangkan surat pemanggilan kepada Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra beserta wakilnya Yogie Sani, usai mengkritik Jokowi dengan memberi julukan The king of lip service.
Dalam surat yang tersebar di media sosial tertulis bahwa Direktur Kemahaswaan UI yakni Tito Latif Indra yang melayangkan panggilan tersebut.
"Sehubungan dengan beredarnya poster yang dikeluarkan BEM UI melalui akun medsos official BEM UI menggunakan poto Presiden RI. dengan ini kami memanggil saudara," tulis surat tersebut seperti dikutip, Minggu (26/7/2021).
Bukan hanya ketua dan wakil ketua BEM UI yang dipanggil, Koordinator Bidang Sosial Polotik BEM UI, Ginanja Ariyasuta Eka dan Kepala Kantor Komunikasi dan Informasi Chirstopher Christian serta enam orang lainnya turut dipanggil. Sepuluh orang itu diminta hadir pada Minggu (27/6/2021) kemarin, pukul 15.00 WIB di ruang rapat UI.