Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Legislator Imbau Keberlanjutan MBG Jangan Kurangi Kualitas Makanan

Legislator Imbau Keberlanjutan MBG Jangan Kurangi Kualitas Makanan
ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Ashabul Kahfi mengapresiasi komitmen Prabowo Subianto melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas SDM Indonesia.
  • Efisiensi pelaksanaan diminta tidak mengurangi kualitas makanan dan kebutuhan gizi, melainkan menekan pemborosan serta memperbaiki rantai pasok dan distribusi.
  • Pemerataan layanan hingga wilayah 3T dinilai penting, sementara Prabowo menegaskan MBG dilanjutkan dengan perbaikan dan efisiensi untuk mengatasi stunting.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang paling utama dalam kelanjutan MBG?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) DPR Fraksi PAN DPR RI, Ashabul Kahfi, menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang yang penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, meski pelaksanaannya perlu terus diperbaiki agar semakin efektif dan efisien.

"Saya mengapresiasi pandangan Bapak Presiden bahwa Program Makan Bergizi Gratis perlu terus dilanjutkan. MBG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita. Tetapi saya juga sepakat bahwa kelanjutannya harus disertai perbaikan dan efisiensi yang serius," kata Kahfi dalam keterangannya, dikutip Kamis (20/8/2026).

Kahfi menilai, keberlanjutan MBG perlu diiringi perubahan orientasi. Pemerintah tidak cukup hanya mengejar peningkatan jumlah penerima manfaat maupun pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi harus memastikan program memberikan dampak nyata terhadap status gizi dan kesehatan masyarakat.

"Kita perlu memastikan apakah makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, tepat sasaran, dan pada akhirnya menghasilkan perbaikan status gizi penerima manfaat," ucapnya.

  1. 1. Imbau efisiensi pelaksanaan MBG jangan mengurangi kualitas makanan ataupun kebutuhan gizi penerima manfaat

    ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)
    ILustrasi Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Ia juga menekankan bahwa efisiensi dalam pelaksanaan MBG tidak boleh dilakukan dengan mengurangi kualitas makanan ataupun kebutuhan gizi penerima manfaat. Efisiensi justru harus diarahkan pada pengurangan pemborosan, perbaikan rantai pasok dan distribusi, penyesuaian penempatan SPPG dengan kebutuhan, serta pencegahan kebocoran anggaran.

    "Pengadaan bahan pangan juga sedapat mungkin memberdayakan petani, nelayan, peternak, koperasi dan UMKM lokal," katanya.

  2. 2. MBG harus merata hingga di wilayah 3T

    Ilustrasi makan bergizi gratis. (IDN Times/Aditya Pratama)
    Ilustrasi makan bergizi gratis. (IDN Times/Aditya Pratama)

    Selain kualitas dan efisiensi, pemerataan layanan juga dinilai penting, khususnya bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah yang memiliki tantangan geografis.

    Kahfi menilai, keberhasilan MBG juga diukur dari dampaknya terhadap kesehatan dan kualitas anak-anak Indonesia.

  3. 3. Prabowo sebut berbagai program pemerintah sudah mulai berjalan

    antarafoto-presiden-prabowo-berpidato-dalam-sidang-tahunan-mpr-1786682313.jpg
    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8). ANTARA FOTO/Fauzan

    Sebelumnya, Prabowo menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program MBG. Ia menegaskan, tidak boleh ada anak-anak yang belajar dalam kondisi kelaparan.

    Ia juga menegaskan, kelaparan anak-anak saat belajar merupakan kenyataan miris yang pemerintah harus hadapi. Oleh sebab itu, Prabowo meyakini akan meneruskan program MBG untuk mengatasi masalah stunting.

    "Kita tidak boleh menerima 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu. Dan karena itu saya bertekad teruskan program MBG tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

    Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan, sederet program prioritas pemerintah, mulai dari MBG, Bantuan Sosial (Bansos), hingga Hilirisasi, kini bukan lagi sekadar wacana di atas kertas.

    Prabowo menyampaikan komitmen politik yang diusungnya pada Pilpres 2024 lalu tersebut telah terealisasi secara nyata. Manfaat dari berbagai program unggulan ini pun kini mulai dirasakan langsung masyarakat luas.

    "Janji MBG, Bansos, dan Hilirisasi tidak lagi menjadi rencana di atas kertas semuanya sudah berjalan dan manfaatnya mulai dirasakan rakyat," tutur dia.

    Meski capaian program telah berjalan sesuai trek, Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk tidak cepat berpuas diri. Hasil positif ini justru harus menjadi pelecut semangat untuk bekerja lebih keras lagi demi kesejahteraan rakyat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More