- Paslon nomor urut 1: 849.948 suara
- Paslon nomor urut 2: 1.407.684 suara
- Paslon nomor urut 3: 159.950 suara
Prabowo-Gibran Menang Telak di Kaltim, Raih 1,5 Juta Suara

- Paslon 2 menang telak di Kaltim dan Kalsel dengan perolehan suara yang signifikan.
- Ketua KPUD menyatakan dokumen rekapitulasi hanya ditandatangani oleh saksi paslon 2, meskipun ada keberatan dari saksi paslon lainnya.
Jakarta, IDN Times - Paslon nomor urut dua, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang telak di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Hal itu berdasarkan hasil rekapitulasi yang disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 12 Maret 2024.
Data yang dibacakan oleh Ketua KPUD, Fahmi Idris menunjukkan paslon nomor urut dua meraih 1.542.346 suara. Sedangkan, paslon nomor urut satu, Anies-Muhaimin mengantongi 448.046 dan paslon nomor urut tiga, Ganjar-Mahfud mendapat 240.143 suara.
Sementara, suara sah mencapai 2.230.535, sedangkan suara tidak sah 47.506. Total keseluruhan suara sah dan tidak sah mencapai 2.278.041.
"Dokumen ini ditandatangani oleh semua komisioner KPUD dan saksi paslon 2," ujar Fahmi, seperti dikutip dari YouTube pada Selasa, 12 Maret 2024 malam.
Ketua KPU, Hasyim Asy'ari pun tetap mengesahkan hasil rekapitulasi suara meski saksi paslon 1 dan 3 menolak untuk tanda tangan.
"Bisa kita sahkan ini? Baik, alhamdulilah, sah!" kata Hasyim.
1. Saksi paslon Anies-Muhaimin soroti aplikasi Sirekap harus dievaluasi

Di dalam proses rekapitulasi, juga terdapat sejumlah catatan khusus yang disampaikan oleh Fahmi. Salah satunya, keberatan dari saksi paslon nomor urut satu yang meyakini agar Sirekap harus dievaluasi.
"Saksi juga tidak mau menandatangani form D hasil," ujar Fahmi.
Sementara, saksi paslon nomor urut tiga menyoroti jumlah kekurangan surat suara sebanyak 100 lembar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 27.
"Tetapi, hal ini sudah ditindaklanjuti oleh petugas KPPS Kota Bontang. Semua pemilih sudah terafiliasi dengan baik, tidak ada yang tidak terafiliasi. Pemilih akhirnya digeser ke TPS terdekat yang masih memiliki kertas suara," tutur dia.
Fahmi juga mencatat keluhan lainnya dari saksi paslon nomor urut tiga, yakni adanya pemilih siluman di TPS Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 24 Februari atas nama Lenteng. Menurut saksi paslon nomor urut 3, pemilih itu menggunakan hak pilih di dua TPS, yaitu di TPS 01 Kelurahan Masjid dan TPS 03, Tenun.
"Tapi, dalil tersebut baik dari saksi maupun KPUD baru terbukti bila yang bersangkutan memilih di TPS 03 ketika dilakukan PSU. Sedangkan, peristiwa 14 Februari belum dapat dikonfirmasi kebenarannya," ujarnya.
2. Prabowo-Gibran juga unggul di Provinsi Kalimantan Selatan, Raih 1,4 juta suara

Konferensi pers pasangan capres cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming raka, usai debat capres kelima yang digelar di JCC, Minggu (4/2/0224). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Selain unggul di Kaltim, Prabowo-Gibran juga menang telak di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Berikut perolehan suara untuk ketiga paslon peserta Pilpres 2024 di Provinsi Kalsel:
Sementara, dari catatan KPU Kalsel, jumlah suara yang sah mencapai 2.417.582, dan suara tidak sah sebanyak 118.901. Total keseluruhan suara yang sah dan tidak sah mencapai 2.536.483.
"Hasil ini telah ditanda tangani oleh seluruh komisioner KPU Kalimantan Selatan dan saksi paslon nomor urut dua," ujar Ketua KPUD Kalsel, Andi Tenri Sompa.
3. KPU tunda rekapitulasi suara di Sulawesi Barat

Ketua KPU, Hasyim Asy'ari memimpin konferensi pers soal perkembangan penghitungan suara di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2024). (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Sementara itu, rekapitulasi suara pada Selasa di forum panel A berlanjut ke Provinsi Sulawesi Barat. Namun, ditunda ke hari ini, Rabu (13/3/2024). Hal itu lantaran KPUD Sulbar baru tiba di Jakarta pada Rabu.
"Sulawesi Barat Ketua (KPU)-nya belum sampai. Baru tiba besok jam tiga, ya. Nah nanti dulu," kata Hasyim.
Adapun sebelum menskors Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Nasional Panel A, Hasyim mengungkapkan, terdapat dua provinsi yang telah siap untuk dilakukan rekapitulasi di tingkat nasional.
"KPU provinsi yang sudah siap tetapi belum siap untuk malam ini itu ada dua. Satu, KPU Provinsi Jawa Timur, satu lagi KPU Provinsi Sulawesi Tenggara," katanya.
Oleh sebab itu, ia menuturkan, terdapat tiga provinsi yang akan dilakukan rekapitulasi di tingkat nasional pada hari ke-15 rekapitulasi dan diadakan dalam dua panel.
"Jadi, Rabu rencananya rekapitulasi untuk panel A di sini Provinsi Jawa Timur. Kemudian, jam 10 di panel B yang sudah siap Sulawesi Tenggara. Kalau Sulawesi Tenggara sudah selesai, Sulawesi Barat tiba nanti juga dimasukkan di panel B," tutur dia.
Hasyim kemudian menetapkan untuk rekapitulasi pada hari ke-15 akan dimulai pada pukul 10.00 WIB di tiap panelnya.






















