Pramono Antisipasi Dampak El Nino, Fokus Pangan dan Energi

- Pemerintah DKI Jakarta menyiapkan langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino dengan fokus menjaga stabilitas pasokan pangan dan energi di ibu kota.
- Pemprov DKI bekerja sama dengan daerah penghasil pangan serta siap memberikan bantuan seperti pompa agar produksi tetap berjalan meski terdampak cuaca ekstrem.
- Untuk menjaga stok, Pemprov menambah impor sapi dari Australia dan memprioritaskan ketersediaan LPG 3 kilogram guna menghindari kelangkaan energi rumah tangga.
Jakarta, IDN Times – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi dampak fenomena El Nino, khususnya pada sektor pangan dan energi. Kesiapan ini dilakukan agar pasokan kebutuhan pokok dan energi di ibu kota tetap terjaga di tengah potensi gangguan cuaca ekstrem.
Upaya tersebut mencakup penguatan kerja sama dengan daerah penghasil bahan pangan serta pengendalian distribusi energi, termasuk BBM dan LPG bersubsidi.
“Minggu ini secara khusus Pemerintah DKI Jakarta rapat mengenai dampak El Nino. Terutama bagi Jakarta ini harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Ada dua yang paling utama, yang pertama berkaitan dengan pangan, yang kedua berkaitan dengan energi,” ujar Pramono di Balai Kota DKI, Jumat (17/4/2026).
1. Siap berikan pompa ke daerah penyangga

Pada sektor pangan, Pemprov DKI Jakarta telah menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah guna memastikan produksi tetap berjalan, termasuk dengan memberikan bantuan jika wilayah terdampak El Nino.
“Kalau ada persoalan El Nino dan kemudian berdampak pada daerah tersebut, Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan bantuan, salah satunya misalnya pompa dan sebagainya. Supaya produksinya tetap terjaga,” katanya.
2. Pemprov akan impor sapi

Selain itu, untuk menjaga stok daging, Pemprov DKI melalui BUMD Perumda Dharma Jaya akan menambah impor sapi dari Australia.
“Saya sudah menyetujui Dharma Jaya untuk menambah impor sapi dari Australia. Yang kemarin sudah mengirim kurang lebih 3.000, kali ini dari 7.500 target saya izinkan untuk segera dimasukkan. Lebih baik stoknya ada di Jakarta daripada kemudian masih harus menunggu di luar,” ujar Pramono.
3. Pemprov akan fokus pada LPG tiga kilo

Di sektor energi, Pemprov DKI mengakui pasokan BBM masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, namun tetap akan diantisipasi agar tidak terjadi kekurangan, terutama untuk LPG 3 kilogram.
“Memang untuk BBM ini kan bergantung dengan kebijakan pemerintah pusat, tetapi tentunya kami akan mencari, memanage supaya Jakarta ini tidak kekurangan. Hanya memang yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah LPG 3 kilo,” katanya.


















