Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Belum Sehari Gencatan Senjata, Israel Disebut Lakukan Pelanggaran

Belum Sehari Gencatan Senjata, Israel Disebut Lakukan Pelanggaran
operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)
Intinya Sih
  • Militer Lebanon melaporkan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, termasuk penembakan dan penerbangan drone di wilayah selatan hanya beberapa jam setelah kesepakatan mulai berlaku.
  • Gencatan senjata 10 hari diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, namun ketentuannya belum jelas dan Hizbullah meminta warga menunda kembali ke rumah karena potensi pelanggaran Israel.
  • Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 2 ribu korban tewas dan sejuta pengungsi akibat serangan Israel sejak awal Maret 2026, dengan serangan terbesar terjadi pada 8 April.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Militer Lebanon melaporkan bahwa Israel telah melakukan beberapa pelanggaran gencatan senjata pada Jumat (17/4/2026) pagi, termasuk penembakan sporadis yang menargetkan sejumlah desa di Lebanon selatan.

Dalam pernyataan di media sosial X​​​​​​​​, militer mengatakan pihaknya telah mencatat sejumlah serangan Israel sejak gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat. Mereka mengimbau masyarakat untuk menunda kembali ke wilayah selatan karena kondisi keamanan.

Selain itu, warga juga diminta untuk mematuhi instruksi yang dikeluarkan oleh unit-unit militer yang dikerahkan di wilayah selatan, terutama pada malam hari, dan menghindari mendekati area berbahaya, dilansir dari Anadolu.

1. Penerbangan drone Israel meningkat di atas wilayah Rashaya dan lereng barat Gunung Hermon di Lebanon tenggara

pos militer di Lebanon selatan
pos militer di Lebanon selatan (Mr.moyal, CC BY-SA 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0>, via Wikimedia Commons)

Beberapa jam sebelumnya, militer Lebanon telah mengeluarkan peringatan serupa, yang mendesak warga untuk tidak kembali ke wilayah selatan hingga gencatan senjata berlaku. Mereka juga memperingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh sisa bahan peledak dan benda-benda mencurigakan yang tertinggal selama serangan Israel, dan mengimbau warga untuk melaporkannya ke pos militer terdekat.

Sementara itu, kantor berita Lebanon melaporkan bahwa serangan artileri Israel menghantam kota Khiam dan Debbine di Lebanon selatan sekitar 30 menit setelah diberlakukannya gencatan senjata. Laporan itu juga menyebutkan adanya peningkatan penerbangan drone Israel di atas wilayah Rashaya dan lereng barat Gunung Hermon di Lebanon tenggara.

Hingga kini, belum ada informasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat peristiwa tersebut.

2. Hizbullah minta warga tidak pulang dulu ke rumah mereka

Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah pada Kamis (16/4/2026), setelah berbicara dengan Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Gencatan senjata selama 10 hari ini mulai berlaku pada Kamis pukul 17.00 Waktu Bagian Timur (tengah malam waktu Beirut), menghentikan sementara pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang telah berlangsung selama 6 pekan terakhir.

Meski demikian, ketentuan kesepakatan gencatan tersebut masih belum jelas. Netanyahu mengatakan pasukan militernya tidak akan ditarik dari Lebanon selatan selama periode tersebut. Namun, Hizbullah bersikeras bahwa setiap gencatan senjata harus mencakup penghentian serangan secara menyeluruh di seluruh wilayah Lebanon, tanpa kebebasan pergerakan bagi pasukan Israel. Mereka menegaskan bahwa jika Israel tetap menduduki wilayah Lebanon, mereka punya hak untuk melakukan perlawanan.

Menghadapi kondisi ini, Hizbullah dan sekutunya, Nabih Berri, ketua parlemen Lebanon sekaligus pemimpin Gerakan Amal, mengeluarkan pernyataan yang meminta para pendukung mereka untuk tidak langsung kembali ke rumah ketika gencatan senjata mulai berlaku.

“Kami meminta semua orang untuk menahan diri kembali ke kota dan desa hingga situasi dan perkembangan menjadi jelas sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata,” kata Berri, dilansir dari Al Jazeera. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa Israel memiliki sejarah melanggar kesepakatan.

3. Lebih dari 2 ribu orang di Lebanon tewas akibat serangan Israel

serangan Israel di Lebanon pada 2024
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, lebih dari 2 ribu orang tewas dan lebih dari 1 juta lainnya mengungsi setelah Israel kembali membombardir Lebanon dan melakukan invasi darat di wilayah selatan pada awal Maret 2026. Konflik ini dimulai setelah Hizbullah menyerang Israel sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan terbesar Israel di Lebanon sepanjang konflik ini terjadi pada 8 April 2026, tak lama setelah gencatan senjata AS-Iran diumumkan. Saat itu, Israel melancarkan 100 serangan udara di seluruh Lebanon, termasuk di jantung ibu kota, Beirut, hingga menewaskan lebih dari 350 orang.

Sebelumnya, Iran dan Pakistan menyatakan bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata AS-Iran. Namun, Israel dan AS bersikeras bahwa kesepakatan itu tidak mencakup Lebanon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More