CEK FAKTA: Uya Kuya Kelola 750 Dapur MBG?

- Kabar Uya Kuya memiliki 750 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial, disebut sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
- Uya Kuya membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa informasi dirinya mengelola ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah hoaks yang menyesatkan publik.
- Badan Gizi Nasional menjelaskan parpol, TNI, dan Polri boleh mengelola SPPG dengan insentif Rp6 juta per hari, asalkan dapur memenuhi standar keamanan dan kualitas makanan.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama atau yang populer dipanggil Uya Kuya, dikabarkan memiliki ratusan dapur makan bergizi gratis (MBG). Dalam unggahan akun Panglima Rakyat Konoha (@panglimarakyatkonoha) Uya disebut memiliki 750 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Adapun unggahan tersebut berjudul: 750 Dapur MBG di Tangan Uva Kuya: Kunci Menuju Indonesia Emas?. Kepemilikan dapur MBG ini juga disebut sebagai langkah Uya Kuya untuk berkontribusi dalam cakupan pemenuhan gizi nasional.
"Bukan kaleng-kaleng! Uya Kuya tancap gas dengan mengelola 750 dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)," tulis unggahan tersebut seperti dikutip IDN Times, Jumat (17/4/2026).
1. Diharapkan bisa penuhi cakupan gizi nasional

Dalam unggahan tersebut, Uya Kuya juga menyampaikan, MBG merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Dengan jumlah dapur sebanyak itu, diharapkan cakupan bantuan gizi bisa menjangkau lebih banyak anak-anak di Tanah Air.
"MBG Itu Investasi Jangka Panjang Untuk Menuju Indonesia Emas," tulis unggahan itu.
Lantas benarkah anggota DPR RI Fraksi PAN itu memiliki SPPG sebanyak 750 unit? Berikut penjelasannya!
2. Uya Kuya buka suara disebut punya 750 SPPG

Terkait unggahan itu, Uya Kuya membantah bahwa dirinya memiliki 750 SPPG. Uya menegaskan, informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan.
Ia menegaskan, kabar bahwa dirinya memiliki ratusan dapur MBG merupakan berita hoaks. “Hoaks. Memang tidak ada (tidak punya SPPG)," ujar Uya Kuya kepada IDN Times melalui pesan singkat, Jumat.
3. BGN akui parpol boleh kelola SPPG

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang menyatakan, sedianya tidak ada larangan bagi kader partai politik untuk membantu pemerintah dalam mendistribusikan MBG ke wilayahnya masing-masing.
Ia mengakui semua partai politik (parpol) memiliki SPPG yang mengelola MBG. Bahkan, Polri dan TNI pun turut mengelola dapur MBG.
"Siapa pun juga (yang mau bantu program MBG), silakan. Asal dapurnya benar. Asal ketika membangun dapur ya dapur yang benar. Jangan malah (SPPG) punya tokoh tertentu, tetapi malah makanan yang diproduksi menyebabkan keracunan," ujar Nanik ketika berbicara di program 'Semangat Awal Tahun by IDN Times' di IDN HQ, Jakarta Selatan pada Rabu (14/1/2026).
"Justru kalau pemilik dapurnya seorang tokoh, maka kualitas dapurnya harus bagus dan dijaga dong," imbuhnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga dikabarkan memberikan insentif sebesar Rp6 juta setiap harinya bagi SPPG yang mengelola MBG.
Dalam Dokumen Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 ini diteken Kepala BGN Dadan Hindayana pada 29 Desember 2025, aturan soal Insentif fasilitas SPPG menjadi satu-satunya di luar aturan-aturan yang termaktub di sini.
Dalam petunjuk teknis tersebut tertulis bahwa insentif fasilitas SPPG ditetapkan Rp6 juta per hari. Penerimanya adalah mitra penyedia fasilitas SPPG. Mitra adalah perorangan atau badan hukum yang menyediakan fasilitas untuk MBG, bisa berupa kolaborasi antara yayasan dengan perorangan atau badan hukum. Juknis menyebut insentif Rp6 juta diberikan per hari yakni selama enam hari dalam sepekan, atau 12 hari dalam 2 minggu.
“Berlaku untuk periode 2 (dua) tahun sejak SPPG mulai beroperasi, selanjutnya akan dilakukan evaluasi,” kata Juknis itu.
Insentif itu tidak dipengaruhi oleh jumlah penerima manfaat MBG yang dilayai SPPG. Insentif tetap cair meski SPPG libur, baik libur nasional, cuti bersama, libur sekolah, atau operasional terhenti sementara.
Kesimpulan: berdasarkan verifikasi yang dilakukan IDN Times terkait kabar Uya Kuya memiliki 750 SPGG merupakan informasi hoaks. Uya memastikan berita yang ramai di media sosial tersebut tidak mendasar.


















