Pramono: Rumah Longsor di Tebet Bukan Akibat Normalisasi Ciliwung

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan longsor di Tebet bukan akibat proyek normalisasi Sungai Ciliwung, karena lahan di lokasi itu belum dibebaskan dan masih dalam tahap perhitungan.
- Pemprov DKI memastikan akan membantu warga terdampak longsor serta terus melanjutkan program pengendalian banjir melalui normalisasi sungai, termasuk Kali Cakung Lama yang ditargetkan rampung pada 2027.
- Pramono mengingatkan potensi banjir kiriman dari wilayah hulu seperti Bogor dan Tangerang, sehingga Pemprov menyiapkan sekitar 1.200 pompa dan pompa portabel untuk antisipasi genangan di Jakarta.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan longsor yang terjadi di bantaran Sungai Ciliwung kawasan Tebet bukan disebabkan oleh proyek normalisasi sungai.
Menurutnya, lokasi tersebut memang masuk rencana normalisasi ke depan, namun pembebasan lahan hingga kini masih dalam tahap perhitungan.
“Jadi kejadian kemarin itu bukan karena normalisasi Ciliwung. Tempat tersebut memang nantinya akan dinormalisasi, tetapi sampai sekarang pembebasan lahannya belum dilakukan dan masih dalam tahap perhitungan,” kata Pramono di Bundaran HI, Minggu (8/3/2025).
1. Pemprov DKI akan bantu warga

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan tetap turun tangan membantu warga yang terdampak longsor di kawasan tersebut.
“Untuk warga yang mengalami kejadian seperti ini, tentu Pemerintah DKI Jakarta akan turun tangan,” ujarnya.
2. Normalisasi Cakung ditargetkan selesai 2027

Pramono menjelaskan banjir yang terjadi di Jakarta hari ini disebabkan curah hujan yang sangat tinggi, mencapai 264 milimeter per hari dan berlangsung hampir sepanjang hari.
Meski begitu, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan upaya pengendalian banjir, salah satunya melalui normalisasi beberapa sungai, seperti Sungai Ciliwung, Kali Cakung Lama, dan Kali Krukut.
“Normalisasi Cakung Lama mudah-mudahan pada tahun 2027 bisa selesai. Kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta,” kata dia.
3. Potensi banjir kiriman

Namun, Pramono mengakui ada potensi banjir yang masih perlu diwaspadai karena curah hujan juga tinggi di wilayah hulu seperti Bogor dan Tangerang yang airnya mengalir menuju Jakarta.
"Ini nanti sebagai informasi, karena di atas, baik itu di Bogor, di Tangerang, dan sebagainya, curah hujan juga tinggi, pasti akan ada air yang mengalir ke Jakarta. Saya meminta seluruh jajaran, kurang lebih 1.200 pompa dipersiapkan dan termasuk pompa portabel di beberapa daerah," katanya.















