Pramono Yakin Tak Ada Panic Buying BBM, Jakarta Jadi Prioritas

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan tidak akan terjadi panic buying BBM meski konflik Timur Tengah berpotensi mengganggu distribusi energi global.
- Pemerintah pusat dan daerah bekerja sama mengelola stok BBM, dengan Jakarta menjadi prioritas utama untuk menjaga ketersediaan pasokan di ibu kota.
- Pramono juga menjamin stok bahan pokok dan daging sapi di Jakarta aman, bahkan surplus, berkat langkah antisipasi impor sekitar 2.000 ekor sapi.
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meyakini tidak akan terjadi panic buying bahan bakar minyak (BBM) di Jakarta meskipun konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur distribusi energi global, termasuk jika terjadi penutupan Selat Hormuz.
Pramono mengatakan, ketersediaan BBM di Jakarta dikelola secara bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Oleh karena itu, dia menilai masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan BBM di ibu kota
“Semua stok di Jakarta ini pasti dikelola bersama-sama dengan pemerintah pusat. Bukan kemudian dikelola oleh pemda sendiri, tetapi dikelola bersama-sama. Kalau BBM, Jakarta tentunya selalu menjadi prioritas untuk stoknya, karena kami juga punya stok sendiri,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Jumat (6/3/3025).
1. Tidak ada panic buying

Menurut dia, dengan pengelolaan yang terkoordinasi, potensi aksi pembelian berlebihan oleh masyarakat dapat dihindari.
“Karena saya meyakini di Jakarta tidak akan ada panic buying untuk urusan BBM,” ujar dia.
2. Stok kebutuhan pokok aman

Dia juga menjamin stok kebutuhan pokok di Jakarta tetap aman. Saat ini, pasokan bahan pokok seperti beras, daging, dan cabai merah keriting di Jakarta tidak mengalami gangguan. Bahkan, menurut dia, stok yang tersedia justru lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
"Kami menggaransi aman. Bahkan kelebihan stok sebenarnya. Kenapa kami sampaikan? Sampai hari ini terbukti di pasar tidak ada kenaikan yang signifikan," kata Pramono.
3. Stok daging sapi aman

Selain cabai, dia juga memastikan stabilitas harga daging. Dalam rangka menjaga pasokan dan mencegah lonjakan harga dengan impor sapi, sekitar 2.000 ekor sapi telah didatangkan sebagai langkah antisipasi agar harga daging di Jakarta tetap terkendali.
“Termasuk yang paling utama adalah daging. Kenapa kemudian kemarin daging kami mengimpor dan masuk sekitar 2.000 ekor, betul-betul kami persiapkan supaya harga daging di Jakarta tidak mengalami kenaikan,” ujar dia.


















