PSEL Galuga Bogor Proses Tender Bersama 5 Kementerian, Gerakan Besar!

- Groundbreaking proyek PSEL Galuga Bogor akan segera dilakukan setelah pemenang tender ditetapkan, menandai keseriusan pemkot dalam menangani masalah sampah secara permanen.
- Proyek PSEL menjadi "kiblat" pengelolaan sampah bagi daerah lain, dengan perwakilan dari Pekalongan Raya datang ke Bogor untuk belajar teknologi pengelolaan sampah.
- Akan ada gerakan kerja bakti serentak di daerah setelah teknologi PSEL beroperasi, dengan instruksi agar daerah melaksanakan kerja bakti atau "korpe" secara rutin dua kali seminggu.
Bogor, IDN Times - Proyek strategis Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di lahan TPAS Galuga milik Kota Bogor, memasuki proses tender yang melibatkan lembaga besar seperti Danantara hingga berbagai kementerian teknis.
"Untuk PSEL Galuga, kami sedang menunggu hasil tender yang dilaksanakan oleh Danantara bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Menko Pangan, dan Kementerian ESDM. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah ada pemenangnya," ujar Wali Kota Bogor Dedie Rachim usai bersih-bersih bersama Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, Senin (16/2/2026).
1. Groundbreaking di depan mata

Menurut Dedie jika pemenang tender sudah ditetapkan, Pemerintah Kota Bogor siap langsung tancap gas melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking. Ini jadi bukti keseriusan Pemkot dalam menangani masalah sampah secara permanen.
"Sehingga kita bisa mulai groundbreaking sebagai langkah nyata menyelesaikan sampah. Insyaallah segera," ujar dia.
2. Jadi kiblat pengelolaan sampah Pekalongan Raya

Saking visionernya proyek PSEL ini, perwakilan pemerintah daerah dari Pekalongan Raya, Kabupaten/Kota Pekalongan, Batang, dan Kabupaten Pemalang sampai datang jauh-jauh ke Bogor untuk studi tiru. Mereka ingin belajar bagaimana cara mengelola sampah berbasis teknologi yang dicanangkan Bogor.
Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi, menyebutkan dukungan pemerintah pusat, termasuk dari Presiden Prabowo, menjadi booster bagi proyek ini.
“Harapan Bapak Wali Kota agar PSEL dapat segera dibangun, sehingga bisa dimanfaatkan secepatnya oleh masyarakat,” kata Denny di Balai Kota Bogor.
3. Bakal ada gerakan kerja bakti serentak

Dedie mengungkapkan, sambil menunggu teknologi PSEL beroperasi, sisi sosial juga digarap. Berdasarkan pembicaraan dengan Menteri Dalam Negeri, nantinya akan ada instruksi khusus agar daerah melaksanakan kerja bakti atau "korpe" secara rutin dua kali seminggu.
"Seperti pembicaraan dengan Mendagri kemarin, beliau akan mengeluarkan Instruksi bahwa korpe dilaksanakan oleh daerah dua kali dalam seminggu, yaitu pada hari Senin dan Jumat. Model yang melibatkan seluruh komponen masyarakat akan menjadi gerakan besar," jelas Dedie.

















