Polandia Bakal Kembangkan Senjata Nuklir untuk Cegah Ancaman Rusia

- Polandia mengembangkan senjata nuklir untuk keamanan dari ancaman Rusia.
- Negara-negara Eropa mendukung pengembangan senjata nuklir buatan sendiri.
- Polandia menolak intervensi AS dalam politik dalam negerinya.
Jakarta, IDN Times - Presiden Polandia, Karol Nawrocki mengungkapkan bahwa Polandia harus mengembangkan senjata nuklir sendiri. Pengembangan senjata nuklir dianggap penting untuk menghindari ancaman Rusia.
“Saya adalah pendukung partisipasi Polandia dalam proyek nuklir. Kami adalah negara yang berada di perbatasan zona konflik. Kami tahu apa tindakan agresif dari Federasi Rusia kepada Polandia,” ungkapnya, dilansir dari UNN, Senin (16/2/2026).
Sebelumnya, Polandia mengaku berniat menampung senjata nuklir dari Amerika Serikat (AS) dan Prancis. Keberadaan senjata nuklir disebut penting untuk mengamankan negaranya dari ancaman Rusia.
1. Polandia tidak peduli dengan reaksi Rusia

Nawrocki mengatakan, pengembangan senjata nuklir akan memastikan keamanan Polandia. Menurutnya, Rusia dapat bereaksi agresif soal apapun, tapi penting bagi Polandia untuk tetap merasa aman.
“Program senjata nuklir Polandia tetap harus sejalan dengan semua regulasi internasional. Ini langkah yang harus kami ambil untuk kesuksesan program senjata nuklir,” terangnya, dilansir Notes from Poland.
Sementara, ide pencegahan nuklir sudah dicetuskan Polandia sejak invasi skala besar Rusia ke Ukraina pada 2022. Polandia sudah menyatakan keinginannya menampung senjata nuklir AS dan Prancis.
2. Negara-negara Eropa dukung pengembangan senjata nuklir buatan sendiri

Pada KTT Keamanan Muenchen, sejumlah negara Eropa mendukung keamanan dengan senjata nuklir buatan dalam negeri. Langkah ini menyusul krisis kepercayaan kepada AS sebagai penjamin keamanan di Eropa.
“Pencegahan nuklir dapat memberikan kami kesempatan baru. Kenapa tidak? Segala sesuatu dan tindakan harus tetap mengikuti pada komitmen internasional,” ungkap Perdana Menteri Latvia, Evika Silina, dikutip dari Politico.
Saat ini, hanya Prancis dan Inggris yang memiliki kekuatan nuklir di Eropa. Melihat ancaman Rusia, bukan tidak mungkin negara-negara Eropa lainnya akan ikut mengembangkan senjata nuklir.
3. Polandia tolak intervensi AS dalam politik dalam negerinya

Menteri Luar Negeri Polandia, Radoslaw Sikorski mengungkapkan bahwa AS telah ikut campur dalam urusan dalam negeri Polandia. Sebab, Washington sudah menyatakan dukungannya kepada Nawrocki untuk terpilih menjadi presiden.
“Hingga saat ini, kami memiliki kesepakatan tidak tertulis soal tidak ikut campur urusan dalam negeri antarnegara sekutu. Namun, Presiden AS, Donald Trump menyatakan dukungannya kepada kandidat sayap kanan di Polandia,” ungkapnya, dilansir TVP World.
Sebelum berlangsungnya pemilihan presiden di Polandia, Trump mau menyambut Nawrocki di Gedung Putih. Trump juga mengungkapkan dukungannya secara terbuka kepada politikus sayap kanan tersebut.


















