Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seskab Teddy Potensial Jadi Cawapres 2029, Pengaruh Endorse Prabowo?

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya (setkab.go.id)
Intinya sih...
  • Endorse Prabowo dongkrak popularitas dan elektabilitas Teddy
  • Meski tahapan masih jauh, tapi peluang Teddy jadi cawapres terbuka lebar
  • Tanpa dukungan struktur, popularitas bisa berhenti sebagai fenomena media belaka
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dinilai punya potensi untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada kontestasi Pemilu 2029 mendatang.

Peluang itu terekam dalam survei terbaru yang dirilis lembaga Indkestat. Popularitas Teddy berhasil tembus di angka 62,6 persen dan tingkat kesukaaan responden mencapai 50,7 persen.

Hasil ini membuat sosok Teddy mampu bersaing dengan sejumlah tokoh yang memiliki popularitas dan tingkat kesukaaan tak berbeda jauh. Tokoh itu di antaranya Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Bahkan Teddy mampu mengalahkan figur terkenal lainnya seperti Khofifah Indar Prawansa, Andika Perkasa, Zulkifli Hasan, Pramono Agung, dan Ahmad Luthfi.

1. Endorse Prabowo dongkrak popularitas dan elektabilitas Teddy

Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya saat acara pelantikan menteri Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10/2024). (youtube.com/Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya saat acara pelantikan menteri Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10/2024). (youtube.com/Sekretariat Presiden)

Head of Politic Indekstat, Saiful Muhjab mengatakan, endorse Presiden RI Prabowo Subianto membuat ketenaran Teddy meningkat pesat. Terlebih saat kunjungan kerja ke daerah, Prabowo sering memperkenalkan sosok Teddy kepada publik.

"Posisi Letkol Teddy ini memang menarik, endorsmen yang nyata dari Presiden memang menambah tingkat popularitas dan elektabilitas Letkol Teddy secara nyata," kata Saiful kepada IDN Times, Senin (16/2/2026).

2. Meski tahapan masih jauh, tapi peluang Teddy jadi cawapres terbuka lebar

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menerima Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di kantor Sekretariat Kabinet (Instagram/@sekretariat.kabinet)
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menerima Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di kantor Sekretariat Kabinet (Instagram/@sekretariat.kabinet)

Saiful menilai, tahapan Teddy untuk maju ke jenjang sebagai cawapres masih terbuka sangat jauh dan panjang. Namun ia tak memungkiri peluang itu terbuka lebar, bukan tidak mungkin ke depan Teddy akan semakin diminati publik.

Menurutnya, ke depan Teddy harus mampu mulai memobilisasi jaringan politik dan diterima elite koalisi.

"Tapi ini masih tahap pengenalan dan fasenya masih cukup panjang untuk sampai pada kesimpulan dia akan jadi salah satu tokoh kuat di level nasional yang bisa mengkonsolidasikan kekuatan elektoral. Kemungkinannya tentu terbuka lebar, tapi Letkol Teddy harus mampu metransformasi dirinya ketika popularitas tidak hanya dikenal, tetapi juga dapat dimobilisasi oleh jaringan politik dan diterima oleh elite koalisi," ungkap Saiful.

3. Tanpa dukungan struktur, popularitas bisa berhenti sebagai fenomena media belaka

Seusai melakukan kunjungan kerja ke Timur Tengah, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, mendampingi Presiden Prabowo Subianto, kembali menggelar pertemuan bersama pegawai Sekretariat Kabinet (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)
Seusai melakukan kunjungan kerja ke Timur Tengah, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, mendampingi Presiden Prabowo Subianto, kembali menggelar pertemuan bersama pegawai Sekretariat Kabinet (Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

Saiful lantas menegaskan, popularitas tetap membutuhkan dukungan struktur agar bisa menjadi aset elektoral strategis. Ia menyebut, popularitas tanpa dukungan hanya menjadi fenomena konsumsi media belaka.

"Tanpa dukungan struktur, popularitas berisiko berhenti sebagai fenomena media; dengan struktur, ia berpotensi menjadi aset elektoral strategis. Tapi tren elektoral Letkol Teddy tetap akan jadi menu utama menjelang Pemilu 2029," imbuh dia.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Israel Setujui Pendaftaran Tanah di Tepi Barat, Kedok Aneksasi?

16 Feb 2026, 23:07 WIBNews