Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pulihkan Ekonomi, Pembangunan TPT di Deli Serdang Dikebut

5 min read
Pulihkan Ekonomi, Pembangunan TPT di Deli Serdang Dikebut
FOTO: Tim Media Satgas PRR
  • Pembangunan TPT di Jalan Sembahe-Tambunan, Deli Serdang, telah mencapai sekitar 60 persen pada pertengahan Oktober 2026 dan ditargetkan selesai November, dengan anggaran Rp2,714 miliar.

  • TPT di dua titik dibangun untuk memperkuat jalan pascalongsor November 2025, menjaga mobilitas warga, distribusi hasil pertanian-perkebunan, serta akses menuju pasar dan kawasan wisata.

  • Pemulihan infrastruktur Sumatera Utara terus berjalan: 30 ruas jalan pusat dan 607 ruas jalan daerah telah fungsional, meski sembilan ruas jalan masih terputus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Jalan Sembahe-Tambunan, Desa Tambunan, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terus dikebut untuk memperkuat badan jalan yang terdampak longsor. Hingga pertengahan Oktober 2026, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan rampung pada November 2026.

Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana yang dikoordinasikan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Selain memulihkan akses, pembangunan TPT bertujuan memperkuat struktur jalan dan mengurangi risiko gangguan akibat longsor, sehingga mobilitas warga dan kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan dengan lebih aman.

Pekerjaan tersebut memiliki pagu anggaran Rp2,714 miliar yang bersumber dari TKD Tambahan 2026. Pengerjaan dimulai pada Juli 2026 dengan penanganan di dua titik. Titik pertama memiliki panjang 15 meter dan tinggi 5 meter, sedangkan titik kedua sepanjang 16 meter dengan tinggi 8 meter.

Pembangunan ini juga menunjukkan bahwa pemulihan terus berlangsung melalui kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan pemulihan akses, konektivitas antarwilayah, serta infrastruktur yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, fondasi pada titik pertama telah selesai dan sebagian besar dinding sudah dicor. Sementara itu, pada titik kedua, fondasi telah terbentuk dan pekerja masih memasang rangka sebelum melanjutkan pengecoran.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Suparno, mengatakan pembangunan dilakukan berdasarkan laporan masyarakat mengenai lokasi terdampak bencana. Pemerintah daerah kemudian melakukan survei dan menyusun perencanaan sebelum pekerjaan dimulai.

Di Kecamatan Sibolangit, terdapat lima kegiatan pembangunan TPT yang didanai melalui TKD Tambahan 2026, masing-masing berlokasi di Desa Tambunan, Desa Cinta Rakyat, dan Desa Ketangkuhan.

  1. 1. Pembangunan sangat membantu warga

    image2.jpg
    FOTO: Tim Media Satgas PRR

    Pembangunan TPT menjadi penting karena Jalan Sembahe-Tambunan merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Jalan tersebut menghubungkan sejumlah wilayah di sekitar Desa Tambunan, menjadi akses menuju Pasar Pancur Batu dan Pasar Sibolangit, serta dilalui masyarakat yang hendak menuju kawasan wisata setempat.

    Sekretaris Desa Tambunan, Masteruli Tarigan, mengatakan longsor pada November 2025 sempat menyebabkan sebagian badan jalan terputus. Saat itu, kendaraan roda empat tidak dapat melintas sehingga distribusi barang dan hasil usaha warga ikut terhambat.

    Warga bersama pemerintah bergotong royong membersihkan material longsor. Sekitar dua minggu kemudian, jalan kembali dapat dilalui. "Kalau enggak bisa dilalui kendaraan roda empat, bahan-bahan yang mau dijual ke pasar terhambat," kata Masteruli.

    Menurutnya, pembangunan TPT diharapkan dapat menjaga akses tetap berfungsi, terutama untuk mendukung mobilitas warga dan pengangkutan hasil pertanian maupun perkebunan.

    "Ini sangat membantu bagi masyarakat di sini. Karena jalan ini bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat," ujarnya.

  2. 2. Perhatikan risiko bencana

    image3.jpg
    FOTO: Tim Media Satgas PRR

    Selain memulihkan fungsi jalan, pembangunan TPT merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur di kawasan rawan longsor. Kecamatan Sibolangit memiliki karakteristik dataran tinggi dengan kondisi tanah yang beragam, sehingga penanganan infrastruktur perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan risiko bencana.

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, mengatakan pada 27 November 2025, laporan awal mencatat dua titik longsor. Hujan susulan kemudian menyebabkan jumlah titik longsor bertambah menjadi lima.

    "TPT ini salah satu yang sangat penting untuk mengantisipasi agar tidak lagi terjadi longsor," ujarnya.

    Mukti juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan melestarikan pepohonan, tidak membabat hutan, dan memastikan saluran air tetap berfungsi dengan baik. Upaya tersebut diperlukan agar pembangunan infrastruktur berjalan beriringan dengan pengurangan risiko bencana.

    Pendekatan ini sejalan dengan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang tidak hanya mengembalikan fungsi infrastruktur, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan, keberlanjutan, dan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan serta partisipasi masyarakat agar hasil pemulihan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

  3. 3. Pemulihan terus berjalan

    image1.jpg
    FOTO: Tim Media Satgas PRR

    Upaya penanganan di Desa Tambunan merupakan bagian dari pemulihan infrastruktur yang lebih luas di Sumatera Utara. Hingga 14 Oktober 2026, sebanyak 30 ruas jalan di Sumatera Utara yang ditangani pemerintah pusat telah berstatus fungsional. Sementara itu, 607 ruas jalan yang ditangani pemerintah daerah juga telah dapat digunakan kembali. Meski demikian, masih terdapat sembilan ruas jalan di provinsi tersebut yang terputus dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

    Di Kabupaten Deli Serdang, dua ruas jalan yang dikerjakan pemerintah pusat telah berstatus fungsional. Sebanyak 36 ruas jalan yang ditangani pemerintah daerah juga telah dapat digunakan. Selain itu, sembilan jembatan yang dikerjakan pemerintah daerah telah rampung.

    Pada tingkat regional, hingga 5 Oktober 2026, seluruh jalan dan jembatan nasional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah pulih 100 persen. Sementara itu, progres pemulihan jalan daerah di Sumatera Utara mencapai 98,53 persen. Sebanyak 351 jembatan di provinsi tersebut telah selesai dibangun dan diperbaiki, sedangkan 22 jembatan lainnya masih dalam penanganan.

    Juru Bicara Satgas PRR, Amran, mengatakan perbaikan jalan dan pembangunan dinding penahan tanah terus dilakukan untuk mendukung pemulihan akses masyarakat di wilayah terdampak bencana.

    "Perbaikan jalan rusak dan pembangunan dinding penahan tanah (DPT) terus dikerjakan agar akses jalan masyarakat bisa kembali normal," kata Amran.

    Amran menegaskan Satgas PRR terus mendorong koordinasi dan percepatan penanganan infrastruktur bersama pemerintah daerah agar pekerjaan yang masih berlangsung dapat diselesaikan sesuai target. Melalui upaya tersebut, pemulihan pascabencana diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi infrastruktur, tetapi juga memperkuat keamanan akses dan mendukung masyarakat kembali beraktivitas serta memulihkan perekonomiannya. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More