Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
Breaking News

Pidato 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu

4 min read
Pidato 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo: Saya Bangga Jadi Presidenmu
Presiden Prabowo Subianto membuka pidatonya dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menyebut kekayaan alam Indonesia sejak lama menjadi sasaran kekuatan asing, serta menilai pengalaman penjajahan memengaruhi rendahnya penghargaan sebagian masyarakat terhadap prestasi bangsa sendiri.

  • Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo menyatakan bangga atas hasil kerja pemerintah selama dua tahun dan menekankan mandat rakyat menuntut keberanian menghadapi berbagai tantangan.

  • Prabowo meminta pembenahan sistem untuk mencegah kekayaan nasional mengalir ke luar negeri melalui penyelundupan, termasuk narkotika, komoditas sumber daya alam, BBM subsidi, dan pupuk subsidi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Presiden Prabowo Subianto menyinggung sejarah panjang eksploitasi kekayaan Indonesia oleh bangsa asing. Dalam pidatonya pada Sidang Kabinet Paripurna memperingati 2 tahun pemerintahan, di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026), Prabowo menyebut, Indonesia kerap menjadi sasaran kekuatan asing karena memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Prabowo juga menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat yang dinilainya lebih menghargai pencapaian bangsa lain daripada prestasi sendiri. Ia mengaitkan sikap tersebut dengan pengalaman panjang Indonesia di bawah penjajahan.

“Saudara-saudara sekalian, ada ciri-ciri khas bangsa Indonesia, mungkin kalau, mungkin karena kita terlalu lama dijajah, sering kita tidak bangga dengan prestasi kita sendiri. Bahkan sering kita lebih hormat kepada prestasi orang asing daripada prestasi kita sendiri,” ujar Prabowo.

Di hadapan jajaran kabinet, Prabowo menyampaikan kebanggaannya memimpin Indonesia selama dua tahun terakhir. Ia menilai pemerintahannya telah menghasilkan berbagai capaian nyata selama periode tersebut.

“Saudara-saudara sekalian, saya sekarang bangga menjadi pemimpinmu. Saya bangga menjadi presidenmu. Saya bangga telah memimpin pemerintahan ini, karena dalam dua tahun, dalam dua tahun kita telah bekerja dengan hasil yang nyata,” kata dia.

Prabowo kemudian menyinggung tantangan yang menurutnya kerap muncul ketika Indonesia berupaya bangkit. Ia menilai, keberadaan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam melimpah sejak lama menarik kepentingan pihak-pihak asing.

“Saudara-saudara, kita diserang. Bangsa Indonesia selalu kalau bangkit, bangsa Indonesia diserang dengan keras. Karena bangsa Indonesia sesungguhnya sangat tidak berkenan berdirinya bangsa Indonesia bagi bangsa-bangsa tertentu di dunia ini. Dari sejak kita lahir kita diganggu. Kenapa? Karena Indonesia ini, karena nusantara ini sangat kaya. Kekayaan kita telah dirampok bertahun-tahun. Ratusan tahun,” ucap Prabowo.

Ia menambahkan, catatan sejarah memperlihatkan kekayaan Nusantara telah lama menjadi sasaran pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari sumber daya Indonesia. Prabowo menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar bagian dari masa lalu, melainkan menjadi pengingat bagi pemerintah untuk menjaga kekayaan nasional.

“Saya sudah buktikan kepada saudara-saudara dan bukan sekarang saya tidak perlu lagi ulangi, tapi data-data sejarah membenarkan bahwa Nusantara kita ini selalu menjadi sasaran. Sasaran kekuatan-kekuatan negara-negara yang ingin mengambil kekayaan kita,” ujar dia.

Prabowo mengatakan, pemerintah menerima mandat rakyat di tengah berbagai tantangan yang menuntut keberanian dalam mengambil keputusan. Menurutnya, pemerintah tidak bisa terus-menerus menghindari persoalan hanya demi menyenangkan pihak lain.

“Saudara-saudara sekalian, kita menerima mandat dari rakyat dalam situasi dan waktu yang memaksa kita untuk menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dengan berani. Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, pemerintah perlu menentukan sikap dalam menghadapi persoalan pengelolaan kekayaan nasional. Prabowo mengingatkan, Indonesia harus memilih antara membenahi praktik yang merugikan negara atau membiarkan kekayaan nasional terus mengalir ke luar negeri melalui tindakan yang ia nilai sebagai penipuan.

“Kita dipaksa sekarang untuk memilih menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia. Atau kita meneruskan sistem yang mengakibatkan kekayaan Indonesia diambil ke luar negeri tahun demi tahun melalui segala praktik-praktik yang saya anggap penipuan,” ujar dia.

Dalam pidato tersebut, Prabowo secara khusus menyoroti praktik penyelundupan yang dinilainya merugikan bangsa dan masyarakat. Ia menyebut penyelundupan bukan hanya persoalan hukum, melainkan juga ancaman bagi perekonomian nasional, mulai dari peredaran narkotika hingga masuknya barang yang berpotensi menekan industri dalam negeri.

“Bangsa kita ditipu. Rakyat kita ditipu. Pemerintah kita ditipu. Para ahli hukum, para ahli pidana akan membenarkan. Coba apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang akan berdiri dan mengatakan bahwa penyelundupan itu bukan pelanggaran.”

Prabowo menggambarkan penyelundupan sebagai tindakan yang dapat melemahkan perekonomian Indonesia. Ia juga merinci sejumlah komoditas yang menurutnya masih menjadi sasaran penyelundupan, termasuk sumber daya alam dan barang bersubsidi.

“Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita. Penyelundupan ke dalam, apakah berupa penyelundupan narkotika, apakah berupa penyelundupan barang-barang yang akan membuat pabrik-pabrik kita tutup. Atau penyelundupan keluar.

Harta kekayaan kita diselundupkan. Timah kita diselundupkan. Emas kita diselundupkan. Batu bara kita diselundupkan. Kayu kita diselundupkan. BBM kita yang kita subsidi diselundupkan. Pupuk kita yang disubsidi diselundupkan,” ucap Prabowo.

Ia pun mempertanyakan alasan mempertahankan sistem yang dinilai masih memberi ruang bagi praktik penyelundupan. Menurut Prabowo, perlindungan terhadap kekayaan negara menjadi bagian penting dari upaya menjaga kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

“Bagaimana bisa ada yang mengatakan bahwa sistem yang mengizinkan penyelundupan jalan terus boleh kita pertahankan,” kata dia.

    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

    Related Articles

    See More