Puluhan Tahun Mangkrak, Pramono Bongkar Tiang Monorel Pekan Depan

- Pemprov DKI tidak akan tutup jalan saat membongkar
- Pembongkaran dilakukan Dinas Bina Marga
- Pramono sudah layangkan surat ke Adhi Karya
Jakarta, IDN Times – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang monorel yang telah terbengkalai lebih dari 20 tahun akan segera dilakukan. Pembongkaran dijadwalkan pada minggu ketiga, tepatnya Selasa atau Rabu pekan depan, di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
“Pembongkaran monorel seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan,” kata Pramono saat meresmikan Pasar Kombongan, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2026).
1. Pemprov DKI tidak akan tutup jalan saat membongkar

Pramono menambahkan, proses pembongkaran akan dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan kemacetan maupun gangguan berarti bagi masyarakat.
"Jadi yang dibongkar tetap dilakukan, dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tidak dilakukan penutupan," ucapnya.
2. Pembongkaran dilakukan Dinas Bina Marga

Pramono menegaskan pembongkaran akan dilakukan oleh Dinas Bina Marga sebab pihak ya sudah melayangkan surat kepada Adhi Karya untuk membongkar sendiri namun hingga waktu yang ditentukan belum ada pembongkaran.
"Tiang monorel yang melakukan adalah Pemerintah DKI Jakarta, Bina Marga. Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri. Dan nanti akan kami taruh di mana, tempat yang dibongkar tentunya menjadi kewenangan Jakarta sepenuhnya," ujarnya.
3. Pramono sudah layangkan surat ke Adhi Karya

Sebelumnya Pramono melayangkan surat resmi kepada PT Adhi Karya untuk segera membongkar tiang proyek monorel yang telah terbengkalai selama bertahun-tahun di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Pramono mengatakan, surat tersebut akan dikirim paling lambat awal pekan depan.
"Dalam waktu paling lama awal minggu depan ini, saya akan menulis surat kepada Adhi mereka membongkar, sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Kajati Jakarta," ucap Pramono di Balai Kota, Kamis (6/11/2025).
Ia menegaskan, Pemprov DKI akan memberikan waktu satu bulan kepada Adhi Karya untuk menyelesaikan pembongkaran. Jika tidak dilakukan, Pemprov DKI akan mengambil alih proses tersebut.
"Kami akan meminta mereka untuk membongkar dan kami akan beri waktu 1 bulan. Kalau dalam 1 bulan mereka kemudian tidak membongkar, maka DKI yang akan membongkar,"katanya.
Pramono menargetkan akan membongkar monorel mulai Januari 2026 dengan angaran APBD DKI Jakarta apabila Adhi Karya tidak juga membongkar tiang tersebut.
"Kami sudah menetapkan waktunya adalah Januari. Jadi, kalau Januari nanti DKI membongkar. Sekaligus kami akan memperlebar jalan, membangun pedestrian, dan dananya sudah ada. Mudah-mudahan tahun depan Rasuna Said menjadi lebih baik,” ujarnya.



















