Rano Karno Ingin Jakarta Bebas BAB Sembarangan

- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendeklarasikan komitmen ODF di Kelurahan Tomang, menambah jumlah kelurahan berstatus ODF menjadi 194 atau 72,65 persen dari total wilayah Jakarta.
- Rano menegaskan ODF bukan sekadar status administratif, melainkan perubahan perilaku masyarakat untuk menciptakan lingkungan sehat melalui kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen warga.
- Pemkot Jakarta Barat berkomitmen memperluas akses sanitasi layak dengan menggandeng berbagai pihak seperti PAL JAYA, PAM JAYA, Baznas, dan universitas guna mewujudkan lingkungan bersih serta inklusif.
Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mendeklarasikan komitmen Open Defecation Free (ODF) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Mandala, Kelurahan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (29/06/2026).
Komitmen tersebut merupakan bagian dari program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari praktik buang air besar (BAB) sembarangan.
Rano mengatakan, jumlah kelurahan yang berstatus ODF Komitmen ini mencapai 194 kelurahan atau 72, 65 persen setelah Kelurahan Tomang ikut bergabung.
"Dengan deklarasi di Kelurahan Tomang, jumlah kelurahan berstatus ODF Komitmen meningkat menjadi 72,65 persen atau 194 kelurahan. Ini menunjukkan Jakarta dapat menjadi kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga unggul dalam kualitas kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," ujar dia, dikutip dari siaran pers, Senin (29/06/2026).
1. ODF dinilai bukan sekadar status administratif

Rano mengatakan, ODF bukan hanya soal capaian status administratif, tetapi perubahan perilaku masyarakat yang diyakini dapat menekan risiko penyakit yang berkaitan dengan lingkungan, dapat meningkatkan kesehatan anak, dan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih nyaman.
Dia berharap, deklarasi tersebut bukanlah akhir dari usaha yang dilakukan. Ia mengatakan, komitmen tersebut harus selalu dijaga melalui konsistensi dari masyarakat dan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, RT/RW, PKK, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat.
Rano menginginkan agar Kelurahan Tomang juga menjadi contoh bagi wilayah lain agar semakin banyak kelurahan di Jakarta meraih status ODF secara penuh.
2. Salah satu syarat ODF adalah 500 kepala keluarga memiliki sanitasi layak

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, menilai deklarasi ODF menjadi langkah penting untuk menciptakan Jakarta menjadi kota global yang sehat.
Iin mengatakan, salah satu syarat untuk memperoleh status ODF yaitu sedikitnya 500 kepala keluarga telah menggunakan fasilitas sanitasi yang memenuhi standar melalui program STBM atau memiliki akses mandi, cuci, kakus (MCK) yang layak.
Namun, menurut Iin, masih banyak warga Kelurahan Tomang yang belum menggunakan sanitasi tertutup berdasarkan hasil pengecekan di lapangan. Oleh sebab itu, evaluasi dilakukan bersama lurah, camat, dan seluruh tim guna mencapai target ODF.
"Ketika kami melakukan pengecekan di lapangan, ternyata masih banyak warga Kelurahan Tomang yang belum menggunakan sanitasi tertutup. Karena itu, kami melakukan evaluasi bersama lurah, camat, dan seluruh tim agar target tersebut dapat tercapai," kata Iin.
Dia menilai, keberhasilan itu tercapai berkat sinergi berbagai pihak dalam memperluas akses sanitasi layak bagi masyarakat.
3. Pemkot Jakbar bakal memperluas akses sanitasi lewat kolaborasi

Meski begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat menyatakan akan terus meningkatkan penyediaan fasilitas sanitasi di wilayah yang masih membutuhkan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan PAL JAYA, PAM JAYA, Baznas (Bazis), serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP). Kami juga akan melakukan pengecekan berbasis data untuk mengetahui warga yang belum memiliki akses MCK yang layak. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk menghadirkan kolaborasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata dia.
Dia juga mengapresiasi dukungan berbagai mitra, termasuk Universitas Trisakti, yang berkontribusi dalam pembangunan MCK komunal yang ramah bagi penyandang difabel dan lanjut usia, selain turut mendukung program pengelolaan sampah.
Iin berharap, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat terus diperkuat agar kualitas lingkungan dan kesehatan warga semakin meningkat.
"Semoga seluruh kolaborator senantiasa diberikan kemudahan. Menyongsong Jakarta memasuki usia lima abad, kita harus terus bersinergi dan berkolaborasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Iin.


















