Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sajian Bukber Ulama di Istana, Ada Makanan Nusantara hingga Nasi Mandi

Sajian Bukber Ulama di Istana, Ada Makanan Nusantara hingga Nasi Mandi
Momen Presiden Prabowo buka puasa bersama dengan pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah ulama untuk buka puasa bersama di Istana Kepresidenan, dengan sajian makanan khas Nusantara hingga nasi mandi.
  • Usai berbuka dan salat Maghrib, Prabowo memberikan paparan selama tiga jam mengenai isu geopolitik dan geoekonomi yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
  • Dalam diskusi bersama pimpinan ormas Islam, Prabowo membahas kondisi global serta perjanjian perdagangan timbal balik dengan Amerika Serikat sebagai solusi saling menguntungkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TImes - Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah ulama, mulai dari pendakwah kondang, pimpinan ormas Islam hingga pengasuh pondok pesantren buka puasa bersama (bukber) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026). Salah satu yang hadir adalah Ketua Umum Umum Wahdah Islamiyah, Zaitun Rasmin.

Usai acara, Zaitun menceritakan, sajian makanan buka puasa bersama di Istana. Menunya, ada makanan khas Nusantara hingga nasi mandi.

"Makan khas Nusantara, ada pisang goreng juga, ada soto Banjar. Tapi ada juga makanan Arab yang enak tuh, nasi mandi," ujar Zaitun Rasmin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

1. Prabowo beri paparan selama tiga jam

Momen Presiden Prabowo buka puasa bersama dengan pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
Momen Presiden Prabowo buka puasa bersama dengan pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Setelaj buka puasa dan salat Maghrib, Prabowo kemudian memberikan paparan terkait isu geopolitik dan geoekonomi selama tiga jam. Prabowo mulai bicara pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Zaitun mengaku terpukau dengan paparan Prabowo. Menurut dia, meski pidato Prabowo berlangsung selama tiga jam, tapi tamu undangan merasa senang.

"Anda mungkin gak percaya, ya. Pak Prabowo bukan seorang orator kayak Bung Karno. Tapi orang (pidato) tiga jam, itu luar biasa, sangat senang. Ya. Karena terasa ya kalau orang bicara dari hati tuh bisa masuk ke hati, ya. Saya takut dianggap berlebihan, tetapi itu kita rasakan," kata dia.

2. Prabowo buka puasa bersama Ketua Umum MUI, Muhammadiyah dan PBNU

Momen  Presiden Prabowo Buka Puasa Semeja dengan Muhammadiyah, PBNU dan MUI (Instagram.com/@prabowo)
Momen Presiden Prabowo Buka Puasa Semeja dengan Muhammadiyah, PBNU dan MUI (Instagram.com/@prabowo)

Meski demikian, Prabowo buka puasa secara terpisah. Prabowo menikmati hidangan di ruangan berbeda bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar.

Menteri Agraria dan Tata Ruat/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengatakan, sambil buka puasa, mereka berdiskusi terkait kondisi global hingga Board of Peace (BoP).

"(Diskusi soal bagaimana) kondisi global, kenapa Indonesia masuk BoP, bagaimana antisipasi dampak terhadap perang Iran. Jangan sampai perang Iran berdampak terhadap krisis yang ada di sini, baik itu krisis pangan maupun krisis energi," ucap Nusron.

Selain itu, Prabowo dan ulama juga membahas mengenai perjanjian perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade (ATR) dengan Amerika Serikat (AS). Prabowo menjelaskan tujuan dari kesepakatan tersebut.

"Dalam rangka untuk men-balancing perdagangan dan sebagainya. Yang di luar sana dianggap Indonesia tidak berdaulat, terlalu menguntungkan kepada Amerika dan sebagainya," kata dia.

3. ATR adalah win-win solution

Menteri Agraria dan Tata Ruat/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid (dok. IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Agraria dan Tata Ruat/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid (dok. IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menurut dia, ATR merupakan kesepakatan yang bisa saling menguntungkan bersama. Sebab, Indonesia juga sudah dianggap surplus dalam kerja sama dengan dagang dengan Amerika Serikat.

"Karena Indonesia dianggap surplus 24 miliar dolar AS US terhadap perdagangan dengan Amerika. Daripada kita kena tarif tinggi, kalau kita kena tarif tinggi 32 persen, berarti produk-produk Indonesia di Amerika lebih mahal 32 persen. Karena itu supaya produk-produk Indonesia kompetitif di Amerika, itulah menjadi latar belakang kenapa Indonesia menerima ART," ucap dia.

Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menjelaskan adanya impor bahan bakar minyak (BBM) dari Amerika Serikat. Hal itu juga merupakan bagian dari ATR.

"Yang itu adalah impornya bukan impor barang baru. Sebetulnya selama ini udah impor BBM, sudah impor kedelai. Hanya selama ini impor BBM-nya ngambil dari negara Gabon, Nigeria, kemudian Timur Tengah, dipindahkan ngambil dari Amerika. Kemudian kedelai, selama ini ngambil kedelai dari Brasil sama dari Argentina, dipindahkan ngambil kedelai dari Amerika untuk dalam rangka mengurangi tarif dari Amerika ke Indonesia," ujar Nusron.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More