Bertolak ke Palu, Wapres JK Pimpin Rapat Penanganan Dampak Bencana

Jakarta, IDN Times - Wakil Presiden Jusuf "JK" Kalla akhirnya tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu pada Jumat pagi (5/10). Ini merupakan kunjungan pertama JK ke Palu usai terjadi gempa bumi berkekuatan 7,4 SR yang disusul gelombang tsunami.
Untuk bisa menjangkau Palu, JK menggunakan pesawat kepresidenan Bae-RJ 85 dari pangkalan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. JK tidak seorang diri, namun turut mengajak beberapa Menteri Kabinet Kerja, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.
Mereka lepas landas sekitar pukul 05:00 WIB dan tiba di sana usai melakukan perjalanan selama 2 jam dan 35 menit.
Lalu, apa saja yang akan dilakukan oleh JK di Palu?
1. JK akan memimpin rapat koordinasi penanganan dampak gempa Palu

Begitu tiba, Wapres JK akan meninjau korban yang dirawat di Rumah Sakit Wirabuana, Perumnas Balaroa, dan Majelis Dzikir Nurul Khairat, Kabonena. Di sana, mereka akan sekaligus menunaikan salat Jumat.
"Pak JK kemudian akan memimpin rapat koordinasi tentang penanganan dampak bencana gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah," ujar Juru bicara Wapres, Husain Abdullah melalui keterangan tertulis pada hari ini.
Berdasarkan data terbaru dari Kapengdam, jumlah korban tewas akibat bencana gempa dan tsunami Palu sudah mencapai angka 1.558 orang.
“Pengungsi 70.821 di 147 titik, korban luka 2.549 orang, korban hilang 113, korban tertimbun 152, rumah rusak 65.733,” kata Kapengdam XIII/Merdeka Kolonel M. Thohir dalam keterangan tertulisnya kepada IDN Times, Kamis (4/10).
2. Seluruh korban meninggal telah dikuburkan

Sementara itu pihak TNI sendiri memastikan bahwa seluruh korban jiwa tersebut sudah dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga ataupun pemerintah secara massal.
“Dikuburkan massal di Poboya 582, Pantoloan 35, dimakamkan oleh pihak keluarga 921,” ujar Kapengdam XIII/Merdeka Kolonel M. Thohir.
3. Infrastruktur yang rusak segera diperbaiki

Sementara itu sejumlah infrastruktur publik pun rusak berat akibat gempa besar dan sapuan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9) lalu tersebut antara lain Jembatan Kuning, Bandara MJ, Tower ATC, Terminal Retak, Hotel roa roa, Hotel De Syah, Mall Tatura, jalan sebanyak 12 titik.
“RS Anetapura Roboh, anjungan talise, Stasiun TVRI, Kantor Polair Polres Donggala, Polres Sigi, Polsem Biromaru, Kantor Ditlantas, Mapolsek Sirenje, Mapolsek Labuhan, Mapolsek Sindu,” kata Kapengdam XIII/Merdeka Kolonel M. Thohir.

















