Comscore Tracker

TNI AU Benarkan Satu Perwira Tinggi Wafat 

TNI AU tak bisa konfirmasi soal riwayat kesehatannya

Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Fajar Adriyanto membenarkan salah satu prajuritnya meninggal pada Senin pagi (30/3). Prajurit itu adalah Kepala Dinas Personel (Kadispers) Lanud Halim Perdanakusuma, Kol PnB Setiawan Awe. 

"Iya, betul Beliau meninggal tadi pagi," ungkap Fajar seperti dikutip dari kantor berita Antara pada hari ini. 

Namun, ketika dikonfirmasi soal apakah penyebab meninggalnya Setiawan disebabkan virus corona, ia tidak bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai riwayat penyakitnya. Santer beredar informasi ia termasuk salah satu pasien yang terpapar virus Sars-CoV-2 itu. Ia meninggal usai dirawat di RS TNI Angkatan Udara (RSAU) Esnawan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. 

"Penyebab detail bisa ditanyakan ke RS Esnawan Halim Perdanakusuma. Saya tidak tahu," tutur dia lagi. 

Di sisi lain Kementerian Pertahanan membantah Setiawan merupakan salah satu penerbang yang ikut terlibat dalam misi kemanusiaan untuk menjemput alat kesehatan dari Tiongkok. Bagaimana klarifikasi dari Kemenhan?

1. Pilot yang menjemput alat kesehatan dari Tiongkok bernama Letkol Penerbang Suryo

TNI AU Benarkan Satu Perwira Tinggi Wafat (Menhan Prabowo menyerahkan bantuan alat kesehatan dari Tiongkok ke TNI) Dokumentasi BNPB

Juru bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengklarifikasi almarhum Setiawan tidak ikut dalam penerbangan misi kemanusiaan untuk menjemput bantuan alat kesehatan dari Tiongkok. 

"Pilot yang menerbangkan (pesawat) Hercules ke Shanghai (untuk mengambil bantuan alat kesehatan) adalah Letkol Penerbang Suryo," ungkap Dahnil melalui keterangan tertulis pada hari ini. 

Hercules yang diterbangkan milik Skuadron Udara 32 Wing Udara 2 dan lepas landas dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang pada (21/3) lalu. 

Baca Juga: [CEK FAKTA] Benarkah Prabowo Beli APD dari Tiongkok Gunakan Uangnya?

2. TNI bantu distribusikan alat pelindung diri

TNI AU Benarkan Satu Perwira Tinggi Wafat Ilustrasi petugas medis memeriksa kondisi pasien virus corona menggunakan APD. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, TNI turut serta membantu. Salah satunya dengan mendistribusikan alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis. Menurut Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Kolonel Inf Aditya Nindra Pasha, sejak Senin (23/3) sudah 151 ribu APD yang didistribusikan ke 27 provinsi. Sementara, bagi yang belum didistribusikan, sementara waktu disimpan di gudang gugus tugas yang ada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. 

"Dari 170 ribu stok Alat Pelindung Diri yang ada, sampai dengan Jumat pagi, sudah terdistribusi 151 ribu. Sehingga, cadangan nasional yang ada saat ini mencapai 19 ribu," tutur Aditya ketika memberikan keterangan pers pada (27/3) lalu. 

3. Prosentase kematian pasien COVID-19 di Indonesia tertinggi keempat di dunia

TNI AU Benarkan Satu Perwira Tinggi Wafat Ilustrasi Corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Sementara, jumlah pasien yang meninggal akibat COVID-19 terus bertambah. Berdasarkan data per (30/3) angkanya sudah mencapai 122 orang. Sedangkan, jumlah kasus positif juga ikut bertambah yakni 1.414 pasien. Bila dihitung case fatality rate (CFR) atau tingkat kematiannya maka RI ada di posisi keempat tertinggi di dunia yaitu 8,63 persen.

Berikut ini negara dengan fatality rate tertinggi di dunia akibat virus corona, sesuai data dari Gugus Tugas Penanganan COVID-19:

1. Amerika Serikat 23,90 persen
2. Tiongkok 13,23 persen
3. Jerman 10,90 persen
4. Indonesia 8,63 persen
5. Iran 6,80 persen

https://www.youtube.com/embed/Bg4nZkBuZzQ

Baca Juga: Ciri-ciri Hidden Carrier Virus Corona, Tampak Sehat tapi Membawa Virus

Topic:

  • Santi Dewi

Berita Terkini Lainnya