Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Longsor Salju di California, 9 Pemain Ski Hilang dan 6 Selamat

Longsor Salju di California, 9 Pemain Ski Hilang dan 6 Selamat
Ilustrasi badai salju (unsplash.com/iuliu illes)
Intinya Sih
  • Longsor salju besar melanda Castle Peak, Sierra Nevada, California, menimbun rombongan pemain ski; sembilan orang hilang dan enam lainnya berhasil diselamatkan setelah operasi penyelamatan ekstrem.
  • Tim gabungan beranggotakan 46 personel menghadapi cuaca buruk saat evakuasi; misi kemudian diubah dari penyelamatan menjadi pemulihan karena kondisi medan dan risiko longsor susulan yang tinggi.
  • Penyelidikan difokuskan pada dugaan pengabaian peringatan bahaya longsor oleh pemandu tur; pemerintah California berjanji memperketat regulasi operasional perusahaan pemandu gunung berisiko tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Bencana longsor salju hebat melanda kawasan Castle Peak di pegunungan Sierra Nevada, California, pada Selasa (17/2/2026). Insiden tragis tersebut menimbun sekelompok pemain ski yang sedang melakukan perjalanan di wilayah Truckee.

Otoritas keamanan setempat melaporkan bahwa sembilan pemain ski dinyatakan hilang di bawah timbunan salju. Sementara itu, enam orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah operasi penyelamatan yang sangat menantang.

1. Sembilan orang dinyatakan hilang setelah tersapu salju

salah satu area ski di Swiss (Instagram.com/skiinswiss)
salah satu area ski di Swiss (Instagram.com/skiinswiss)

Peristiwa tragis ini bermula ketika kelompok yang terdiri dari 11 orang dan empat pemandu profesional dari Blackbird Mountain Guides, sedang menyelesaikan hari terakhir ekspedisi mereka. Perjalanan ini dimulai sejak Minggu (15/2/2026), dengan tujuan menjelajahi medan terpencil dan menginap di pondok Frog Lake. Pada Selasa pagi (17/2/2026), rombongan tersebut mulai meninggalkan pondok di tengah kondisi cuaca yang memburuk secara drastis.

Tumpukan salju baru setebal tiga hingga enam kaki telah menciptakan lapisan yang sangat tidak stabil di lereng Castle Peak. Puncaknya, pada pukul 11.30 waktu setempat, longsoran salju besar meluncur deras dari ketinggian 9.110 kaki di area yang berjarak sekitar 16 kilometer di utara Danau Tahoe. Massa salju bergerak sangat cepat, sehingga nyaris tidak ada waktu bagi para pemain ski untuk menyelamatkan diri.

Kapten Russell Greene dari Kantor Sheriff Nevada, membagikan kesaksian mencekam dari para penyintas yang berhasil dihubungi melalui alat komunikasi darurat.

"Seseorang melihat longsoran tersebut, berteriak 'Longsor!' dan itu menyapu mereka dengan sangat cepat," jelasnya.

Longsoran ini dikategorikan sebagai slab avalanche, yakni kondisi ketika lapisan salju runtuh seketika akibat beban tambahan dari badai musim dingin.

Sebanyak sembilan orang, yang terdiri dari tujuh wanita dan dua pria, dinyatakan hilang akibat tersapu salju. Tim penyelamat mengonfirmasi bahwa tiga dari empat pemandu rombongan termasuk dalam daftar korban. Sesaat setelah kejadian, enam penyintas yang selamat langsung melakukan pencarian awal menggunakan alat pelacak sinyal, sembari mengirimkan koordinat lokasi ke tim penyelamat melalui pesan satelit dan suar darurat.

2. Evakuasi korban longsor salju beralih menjadi misi pemulihan

Seseorang sedang melakukan aksi melompat dengan alat ski di lereng salju yang terjal.
ilustrasi orang bermain ski (pexels.com/pixabay)

Operasi penyelamatan berskala besar langsung digelar, setelah Kantor Sheriff Nevada menerima panggilan darurat pada pukul 11.30 waktu setempat. Sebanyak 46 personel gabungan segera dikerahkan menuju lokasi kejadian, menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan tingginya ancaman longsoran susulan. Angin kencang serta hujan salju yang lebat membuat helikopter tidak dapat beroperasi, sehingga seluruh pergerakan tim harus dilakukan melalui jalur darat yang sangat berbahaya.

Di lokasi tersebut, enam pemain ski berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, meski menderita luka dan hipotermia. Sembari menunggu bantuan, mereka bertahan hidup dengan mendirikan tenda darurat dari terpal, untuk berlindung dari angin dan suhu beku. Terkait proses evakuasi ini, Kapten Russell Greene menegaskan bahwa tim penyelamat harus melakukan pendekatan yang sangat teknis demi keamanan bersama.

"Ini akan menjadi proses yang lambat dan melelahkan karena mereka juga harus sangat berhati-hati mengakses area tersebut, karena fakta bahwa bahaya longsor masih sangat tinggi," ujarnya, dilansir Arab News.

Setelah enam jam menyusuri medan berat, tim penyelamat akhirnya menjangkau para korban menjelang matahari terbenam. Dua dari enam penyintas langsung dilarikan ke rumah sakit di wilayah Truckee, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pilunya, para penyintas tersebut dilaporkan sempat menemukan tiga rekan mereka yang sudah tidak bernyawa, sesaat sebelum tim evakuasi tiba.

Mengingat cuaca yang masih ekstrem hingga Rabu (18/2/2026), Sheriff Shannan Moon secara resmi mengubah status pencarian bagi sembilan korban yang masih hilang.

"Misi kami telah beralih dari penyelamatan menjadi pemulihan," tuturnya di hadapan media.

Merespons tragedi ini, Gubernur California, Gavin Newsom, telah menginstruksikan pengerahan seluruh sumber daya negara bagian, guna mendukung penuh proses pemulihan dan memastikan keamanan tim di lapangan.

3. Pengabaian peringatan cuaca jadi fokus penyelidikan insiden longsor salju

ilustrasi badai salju (pixabay.com/UlisesRomero)
ilustrasi badai salju (pixabay.com/UlisesRomero)

Penyelidikan kini berfokus pada alasan kelompok pemain ski tersebut tetap melanjutkan perjalanan, meskipun peringatan bahaya tinggi telah dikeluarkan. Sebelumnya, Sierra Avalanche Center telah merilis informasi mengenai risiko longsoran salju besar yang diprediksi terjadi pada Selasa (17/2/2026). Pusat pemantauan tersebut awalnya mengeluarkan status waspada pada Minggu pagi (15/2/2026), yang kemudian ditingkatkan menjadi peringatan hanya beberapa jam sebelum longsoran maut di Castle Peak terjadi.

Otoritas berwenang masih mempertanyakan apakah para pemandu dari Blackbird Mountain Guides memiliki akses terhadap pembaruan cuaca tersebut, sebelum mereka memulai perjalanan. Kapten Russell Greene memberikan komentar tajam mengenai keputusan pihak penyelenggara tur ski, yang dinilai mengabaikan keselamatan di daerah pegunungan.

"Saya rasa itu bukan pilihan yang bijak," kata Kapten Russell Greene, dilansir WHTC.

Insiden ini tercatat sebagai salah satu kecelakaan longsor salju paling mematikan dalam sejarah AS modern, dengan jumlah korban jiwa terbanyak sejak musibah Gunung Rainier pada tahun 1981. Kehilangan ini memberikan dampak emosional yang mendalam bagi warga di sekitar Truckee dan Danau Tahoe, terlebih beberapa korban memiliki hubungan erat dengan komunitas pendidikan ski di Sugar Bowl Academy. Merespons rentetan kejadian ini, pihak Blackbird Mountain Guides menyatakan sedang melakukan investigasi internal dan menunda seluruh operasional lapangan untuk sementara waktu.

Hingga saat ini, identitas resmi para korban belum dipublikasikan untuk menjaga privasi keluarga yang sedang berkabung. Pemerintah California pun berkomitmen untuk memperketat regulasi terkait izin operasional perusahaan pemandu di wilayah pegunungan yang berisiko tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More