Pemerintah Buat Program SMK Go Global untuk Siapkan Pekerja Migran, Target 80.000

- Pemerintah meluncurkan program SMK Go Global agar lulusan SMK bisa bekerja di luar negeri dengan target 70–80 ribu orang dan total 500 ribu hingga tahun 2029.
- Program ini menyiapkan pelatihan sertifikasi dan kemampuan bahasa asing untuk mencetak pekerja migran profesional di sektor pengelasan, perhotelan, serta perawatan lansia di Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.
- SMK Go Global akan dimulai akhir 2025 dengan anggaran Rp2,6 miliar dan memberangkatkan 500 peserta pertama yang telah lolos pelatihan serta verifikasi ke negara tujuan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengatakan pemerintah sedang membuat program SMK Go Global. Tujuannya, agar lulusan SMK bisa mudah bekerja ke luar negeri.
Cak Imin mengatakan, pemerintah menargetkan lulusan SMK bisa bekerja di luar negeri sebanyak 70-80 ribu orang.
"Kita berusaha paling tidak, ya minimal 70-80.000," ujar Cak Imin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
1. Pemerintah ingin semakin banyak siswa SMK bekerja di luar negeri

Dalam kesempatan itu, Cak Imin berharap semakin banyak siswa SMK bekerja di luar negeri. Terutama, bagi mereka yang berasal dari keluarga miskin ekstrem atau desil satu.
Harapannya, mereka bisa membantu ekonomi keluarga. Cak Imin mengatakan, pemerintah menargetkan ada 500 ribu lulusan SMK bisa bekerja ke luar negeri hingga tahun 2029.
"Sampai 2029 itu 500.000," kata dia.
2. Apa itu program SMK Go Global

Program SMK Go Global akan memberikan pelatihan sertifikasi dan kemampuan bahasa asing yang relevan bagi siswa SMK. Tujuannya adalah lulusan SMK siap menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) yang profesional dan memenuhi 10 persen dari total kebutuhan tenaga kerja global.
Program SMK Go Global menargetkan negara-negara seperti Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Dengan fokus pada sektor welder atau pengelasan, hospitality atau perhotelan dan layanan, serta caregiver atau perawat lansia dan kesehatan.
3. Waktu pelaksanaan program SMK Go Global

Program SMK Go Global akan mulai dilaksanakan akhir tahun 2025. Rencananya mulai diberangkatkan pada Desember 2025. Anggaran yang akan digunakan sebesar Rp2,6 miliar.
Program ini akan memberangkatkan 500 peserta lulusan SMK dan SMA yang telah menyelesaikan pelatihan dan lolos verifikasi untuk program SMK Go Global ke negara tujuan.
Program ini dirancang fleksibel agar semua calon peserta dapat berangkat sesuai tingkat kesiapan. Jika skill dan sertifikasi calon peserta dikatakan telah mumpuni, maka dapat langsung mengikuti program ini ke luar negeri.
Namun apabila masih memerlukan tambahan skill, maka tersedia pelatihan tambahan sebelum berangkat. Bagi siswa atau lulusan SMK yang belum memiliki skill, maka dapat mengikuti pelatihan penuh.
















