Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ben-Gvir Geram soal Kabar Pembentukan Kabinet Israel Tanpa Dirinya

2 min read
Ben-Gvir Geram soal Kabar Pembentukan Kabinet Israel Tanpa Dirinya
potret Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir (commons.wikimedia.org/Alexander Khanin)
  • Itamar Ben-Gvir mengecam Benjamin Netanyahu setelah muncul kabar koalisi pemerintahan baru Israel akan dibentuk tanpa dirinya, padahal ia mengincar jabatan Menteri Pertahanan.
  • Israel Hayom melaporkan Netanyahu disebut akan bekerja sama dengan Presiden AS Donald Trump, memimpin dua tahun sebelum menyerahkan jabatan kepada pemimpin oposisi Gadi Eisenkot.
  • Pemilu Israel digelar Selasa dengan 66,7 persen suara telah masuk dan partisipasi tinggi; ketegangan Ben-Gvir-Netanyahu memanas di tengah proses pemungutan suara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, melontarkan kecaman keras ke Benjamin Netanyahu. Sebab, Perdana Menteri Israel tersebut sebelumnya sempat dikabarkan berencana membentuk koalisi pemerintahan baru tanpa melibatkan dirinya. 

Ben-Gvir geram dengan rencana tersebut. Sebab, ia berambisi menjadi Menteri Pertahanan Israel yang baru untuk menggantikan Israel Katz dalam kabinet pemerintahan baru yang akan dibentuk usai pemilihan umum selesai digelar. “Sudah berapa kali Anda melakukan trik ini?” kata Ben-Gvir ke Netanyahu dalam sebuah unggahan di media sosial X pada Selasa (27/10/2026) dilansir Times of Israel.

  1. 1. Netanyahu akan bekerja sama dengan Donald Trump untuk membentuk kabinet baru

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, didampingi Wakil Presiden, Mike Pence, berpartisipasi dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada 27 Januari 2020.
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, didampingi Wakil Presiden, Mike Pence, berpartisipasi dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada 27 Januari 2020. (flickr.com/The Wihte House via commons.wikimedia.org/The White House)

    Dalam laporan salah satu media Israel, Israel Hayom, Netanyahu disebut akan bekerja sama dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk membentuk pemerintahan baru Israel usai pemilu digelar. Namun, dalam pemerintahan tersebut, tidak ada nama Ben-Gvir yang masuk daftar menteri. 

    Israel Hayom menjelaskan, dalam pemerintahan baru tersebut, Netanyahu berkesempatan untuk menjabat lagi selama dua tahun ke depan sebelum menyerahkan jabatannya ke pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot. Sebab, ia diprediksi akan menjadi Perdana Menteri Israel yang baru.

  2. 2. Netanyahu direncanakan akan menyelesaikan sejumlah misi

    Benjamin Netanyahu sedang berbicara kepada orang banyak.
    potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/Chatham House via commons.wikimedia.org/Chatham House)

    Selama dua tahun tersebut, Netanyahu disebut sudah direncanakan untuk menyelesaikan sejumlah misi penting negara sebelum benar-benar lengser. Menurut Israel Hayom, ia sudah ditugaskan oleh Trump untuk mendorong negara-negara di Timur Tengah, terutama Arab Saudi, untuk bergabung dalam Abraham Accords. Abraham Accords sendiri merupakan kesepakatan negara Timur Tengah untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Kesepakatan ini diinisiasi AS pada 2020 silam.

    “Dengan sangat menyesal, inilah yang diungkapkan Israel Hayom pagi ini. Perdana Menteri Netanyahu telah berjanji kepada pemerintahan AS bahwa, setelah pemilihan, ia akan membentuk pemerintahan persatuan dengan Eisenkot dan tanpa Ben Gvir," lanjut Ben-Gvir dalam pernyataannya.

  3. 3. Pemilu Israel resmi digelar

    Surat suara sedang dimasukkan ke dalam kotak suara.
    ilustrasi pemilu Israel (pexels.com/Element5 Digital)

    Pemilu Israel sendiri resmi digelar pada Selasa lalu. Sejauh ini, jumlah suara yang masuk sudah mencapai lebih dari 50 persen atau tepatnya 66,7 persen. Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu Israel kali ini juga dikabarkan cukup tinggi. Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat Israel dalam menentukan arah pemerintahan baru. 

    Sayangnya, di tengah proses pemungutan suara, ketegangan politik justru makin memanas menyusul kecaman Ben-Gvir terhadap Netanyahu mengenai rencana pembentukan koalisi pemerintahan baru. Namun, menurut sejumlah pengamat, ketegangan ini tidak akan memengaruhi keberlangsungan pemilu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More