Elektabilitas Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo, Gerindra: Survei Fluktuatif

- Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut hasil survei bersifat fluktuatif dan dapat berbeda antarlembaga, menanggapi elektabilitas Dedi Mulyadi yang melampaui Prabowo Subianto.
- Survei SMRC Juli 2026 menempatkan Dedi Mulyadi teratas dalam simulasi 20 nama dengan 35 persen, diikuti Prabowo 14,5 persen, Anies Baswedan 8,2 persen, dan Gibran 7,7 persen.
- Dalam simulasi dua nama, Dedi meraih 59 persen melawan Prabowo 28,3 persen; SMRC mencatat dukungan Dedi meningkat, sementara elektabilitas Prabowo menurun dalam beberapa bulan terakhir.
Jakarta, IDN Times - Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menilai, hasil jajak pendapat sebuah lembaga surveri bersifat fluktuatif. Pernyataan ini disampaikan Dasco saat menanggapi hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang mencatatkan elektabilitas Gubernur Jawa Barat yang juga kader Gerindra, Dedi Mulyadi, mengungguli ketua umumnya, Prabowo Subianto.
"Ya, kan kalau yang nama survei fluktuatif, kadang naik kadang turun," kata Dasco di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI itu menilai, tidak semua hasil jajak pendapat lembaga survei sama karena pasti berbeda satu sama lainnya.
"Itu survei yang satu dengan yang lain kan kadang sama kadang berbeda," ujar dia.
1. Elektabilitas Dedi Mulyadi ungguli Prabowo pada Pemilu 2029

Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin elektabilitas tertinggi calon presiden apabila pemilihan umum digelar saat ini. Berdasarkan hasil survei, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan 35 persen, unggul atas Presiden Prabowo Subianto yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas 14,5 persen.
Dalam simulasi semi terbuka yang memuat 20 nama calon presiden, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi Mulyadi memperoleh dukungan sebesar 35 persen. Sementara Prabowo Subianto berada di posisi kedua dengan elektabilitas 14,5 persen, disusul Anies Baswedan di posisi ketiga dengan angka 8,2 persen, dan Gibran Rakabuming Raka di posisi keempat dengan 7,7 persen.
Berikut hasil simulasi semi terbuka SMRC:
1. Dedi Mulyadi: 35 persen
2. Prabowo Subianto: 14,5 persen
3. Anies Baswedan: 8,2 persen
4. Gibran Rakabuming Raka: 7,7 persen
5. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 4,9 persen
6. Ganjar Pranowo: 4,2 persen
7. Mahfud MD: 4 persen
8. Puan Maharani: 1,3 persen
9. Sherly Tjoanda: 1,2 persen
10. Purbaya Yudhi Sadewa: 1,1 persen
11. Surya Paloh: 1 persen
12. Nama lainnya masing-masing di bawah 1 persen
13. Belum menentukan pilihan/tidak menjawab: 12,8 persen
2. Elektabilitas KDM naik, sementara Prabowo turun

SMRC juga mencatat perubahan elektabilitas para tokoh dalam sembilan bulan terakhir. Elektabilitas Dedi Mulyadi meningkat dari 19,7 persen pada survei November 2025 menjadi 23,3 persen pada Februari–Maret 2026, lalu kembali naik menjadi 35 persen pada Juli 2026.
Sebaliknya, elektabilitas Prabowo menurun dari 34,9 persen pada survei November 2025 menjadi 33,3 persen pada Februari–Maret 2026, lalu merosot menjadi 14,5 persen pada Juli 2026.
Sementara itu, elektabilitas Anies Baswedan sempat naik pada November 2025 menjadi 10,8 persen pada Februari–Maret 2026, sebelum turun menjadi 8,2 persen pada Juli 2026. Adapun elektabilitas Gibran Rakabuming naik bertahap dari 5,1 persen menjadi 6,8 persen, lalu 7,7 persen pada periode yang sama.
3. Dedi unggul telak dalam simulasi dua nama

Selain simulasi semi terbuka, SMRC juga menguji simulasi dua nama calon presiden, yakni Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto.
Hasilnya, Dedi memperoleh dukungan 59 persen, unggul telak atas Prabowo yang mendapat dukungan 28,3 persen. Sisanya 12,7 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
SMRC juga mencatat perubahan tren dalam simulasi dua nama tersebut. Dalam empat bulan terakhir, elektabilitas Prabowo turun dari 50,5 persen pada survei Februari–Maret 2026 menjadi 28,3 persen pada Juli 2026. Sebaliknya, elektabilitas Dedi meningkat dari 42,6 persen menjadi 59 persen pada periode yang sama.
















